Danantara Masuk Ojol, Sorotan Kekuatan 4 Juta Pengemudi
Danantara masuk ojol, potongan tarif ditarget turun 8% dan soroti kekuatan 4 juta pengemudi di Indonesia.
BPR./Bisnis.com
Harianjogja.com, JAKARTA – Jumlah Bank Perekonomian Rakyat (BPR) di Indonesia terus berfluktuasi seiring dengan langkah konsolidasi hingga pencabutan izin usaha oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Statistik Perbankan Indonesia (SPI) yang diterbitkan OJK mencatat bahwa jumlah BPR per Maret 2025 mencapai 1.345 bank. Jumlah tersebut menurun 11 bank dibandingkan akhir 2024 yang sebanyak 1.356 bank.
Apabila dibandingkan secara tahunan atau dengan periode Maret 2024, jumlah BPR saat itu masih berada pada level 1.392 bank.
Tren penurunan cenderung terjadi dalam beberapa tahun ke belakang. Pada penghujung 2023, jumlah BPR mencapai 1.402, terus menurun dari akhir 2022 yang sebanyak 1.441 bank dan akhir 2021 yang sejumlah 1.468 bank.
Pada tahun ini, OJK baru melakukan satu pencabutan izin usaha (CIU) terhadap PT BPRS Gebu Prima yang berlokasi di Medan, Sumatra Utara pada Kamis (17/4/2025) lalu. Keputusan ini baru dilakukan usai OJK mengambil tindakan serupa terhadap 20 bank sepanjang 2024 lalu.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, memaparkan bahwa pencabutan izin usaha bank bersifat dinamis, selagi pihaknya juga mengupayakan deteksi masalah sejak dini.
BACA JUGA: Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini 17 Juni 2025 Naik, 1 Gram Dibandrol Rp2,024 Juta
“Proyeksi BPR/S yang akan mengalami CIU pada tahun 2025 bersifat dinamis dan dipengaruhi oleh upaya penyehatan yang dilakukan oleh pengurus dan/atau pemegang saham pengendali BPR/S,” katanya dalam jawaban tertulis hasil Rapat Dewan Komisioner (RDK) OJK bulanan, dikutip pada Senin (16/6/2025).
Di sisi lain, langkah konsolidasi berupa merger baru-baru ini ditempuh oleh empat BPR di bawah kepemilikan yang sama untuk menjadi satu entitas.
PT BPR Rejeki Insani dan PT BPR Dutabhakti Insani yang berlokasi di Jawa Tengah, serta PT BPR Bina Kharisma Insani dari Jawa Timur akan digabungkan ke dalam PT BPR Bina Sejahtera Insani yang juga berbasis di Jawa Tengah.
OJK telah memberikan lampu hijau untuk aksi merger ini sebagaimana termaktub dalam surat OJK No. S-117/PB.02/2025 tanggal 5 Juni 2025.
Struktur pemegang saham PT BPR Bina Sejahtera Insani sebagai surviving entity dari proses tersebut akan menjadi sebagai berikut: PT Insani Investama menguasai 93%, Alex Iskandar Widjaja sebesar 5,67%, Hermingsih sebanyak 0,33%, dan Koperasi Karyawan Insani sebesar 1%.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Danantara masuk ojol, potongan tarif ditarget turun 8% dan soroti kekuatan 4 juta pengemudi di Indonesia.
Mitchell Baker cetak hattrick di debut Timnas Indonesia vs Kamboja. Media Vietnam juluki 'Pembunuh Kotak Penalti' dan 'permata mentah'.
Aldila Sutjiadi lolos ke perempat final WTA 500 DC Open 2026 bersama Erin Routliffe. Kalahkan Kenin/Potapova 2-0, siap hadapi wakil tuan rumah.
Paolo Maldini dan Leonardo mundur dari FIGC 16 hari setelah ditunjuk, akibat gagal menunjuk Andrea Pirlo sebagai pelatih timnas Italia.
Harga emas Antam di Pegadaian naik Rp10.000 per gram pada Selasa 28 Juli 2026. Emas 1 gram kini dijual Rp2.727.000 dengan buyback Rp2.426.000.
Thom Haye tampil gemilang dengan tiga assist saat Timnas Indonesia mengalahkan Kamboja 5-1 pada laga perdana Piala AFF 2026. Ia kini memimpin daftar top assist