El Nino Mulai Diwaspadai, Bulog DIY Perkuat Cadangan Beras
Bulog Yogyakarta memastikan stok beras DIY aman mencapai 87 ribu ton di tengah ancaman El Nino dan musim kering 2026.
Warga memantau pergerakan saham melalui gawainya di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (18/3/2025). Antara /Sulthony Hasanuddin
Harianjogja.com, JOGJA—Bursa Efek Indonesia (BEI) Yogyakarta menyebut memanasnya perang antara Israel-Iran berpengaruh pada pasar modal Indonesia.
Kepala BEI Yogyakarta, Irfan Noor Riza mengatakan ada peningkatan volatilitas Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) seiring dengan memanasnya perang Israel-Iran.
Meski demikian, BEI meyakini jika volatilitas ini tidak akan berlangsung lama. Menurutnya jika menengok lagi ke belakang saat terjadi konflik Rusia-Ukraina 24 Februari 2022 dan konflik Israel-Hamas 7 Oktober 2023, pada saat itu volatilitas IHSG cukup tinggi pada awal-awal konflik.
BACA JUGA: Penguatan Bursa Saham Asia, IHSG Ditutup Menguat Awal Pekan Ini
Akan tetapi dua bulan setelah meletusnya konflik, IHSG kembali ke arah positif dan bahkan naik lebih kurang 4%. Oleh karena itu, BEI memperkirakan konflik kali ini tidak berdampak besar pada IHSG. "Kami yakin volatilitas ini tidak akan berlangsung lama," ucapnya, Kamis (19/6/20250)
Irfan berharap konflik bisa segera reda dan berakhir. Sehingga hal-hal yang dikhawatirkan tidak terjadi. Seperti terganggunya rantai pasok yang bisa mendorong peningkatan harga komoditas dan mempengaruhi perekonomian dunia.
Lebih lanjut dia mengatakan BEI akan terus memantau dinamikanya. Serta berharap investor pasar modal semakin cerdas dan melek informasi. BEI meyakini pasar modal Indonesia masih memiliki daya saing dan fundamental yang cukup kuat, sehingga diharapkan koreksi semacam ini bersifat sementara.
"Kami juga melihat bahwa investor domestik cenderung memanfaatkan koreksi untuk membeli saham yang dilepas investor asing, sehingga ada potensi pemulihan begitu sentimen membaik," jelasnya.
Lebih lanjut dia mengatakan yang menarik adalah ada beberapa sektor yang justru diuntungkan oleh konflik, terutama yang terkait komoditas energi dan emas. Lonjakan harga minyak mentah dunia selama konflik memberi angin positif bagi saham sektor energi.
Ia melihat hal ini sebagai peluang ke depan, sehingga semakin banyak masyarakat Indonesia yang menikmati dengan menjadi Investor-investor baru di pasar modal Indonesia. "Seiring dengan keyakinan kami bahwa pasar modal di DIY akan terus bertumbuh sejalan dengan bertumbuhnya investor-investor baru," lanjutnya.
IHSG sempat melemah 0,53% ke level 7.166,06 saat perang antara Israel-Iran meletus pada Jumat (13/6/2025). Saat itu, nilai transaksi IHSG tercatat sebesar Rp15,21 triliun dengan volume sebesar 26,69 miliar dan 1.365.127 kali saham yang diperdagangkan.
Data BEI menunjukkan, sepanjang periode 9-13 Juni 2025, IHSG juga tercatat melemah sebesar 0,74% dari 7.113,425 di periode pekan lalu. Namun, IHSG pada Jumat mencatat jual bersih atau net foreign buy sebesar Rp478,76 miliar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bulog Yogyakarta memastikan stok beras DIY aman mencapai 87 ribu ton di tengah ancaman El Nino dan musim kering 2026.
Sembilan provinsi memperbolehkan bayar pajak kendaraan 2026 tanpa KTP pemilik lama untuk STNK tahunan kendaraan bekas.
Dishub Bantul menertibkan PKU dengan tagihan listrik membengkak hingga Rp1 juta per bulan di ratusan titik penerangan kampung.
OJK mencatat pembiayaan perbankan syariah tumbuh 9,82% menjadi Rp716,40 triliun hingga Maret 2026.
Prabowo menyebut 1.061 Koperasi Merah Putih berhasil dioperasikan dalam tujuh bulan untuk memperkuat ekonomi desa.
BPBD Temanggung memetakan 12 kecamatan rawan kekeringan pada musim kemarau 2026 dan menyiapkan distribusi air bersih.