Tol Jogja-Solo: Exit Toll Bokoharjo Ditarget Fungsional Lebaran 2027
Pembangunan Tol Jogja-Solo mencapai 98%. Jasa Marga menambah akses exit Tol Purwomartani menuju Bokoharjo yang ditargetkan fungsional saat Lebaran 2027.
Investasi - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) DIY menyebut ketidakpastian global akan berdampak pada kinerja ekspor di DIY. Wakil Ketua Apindo DIY Bidang Ketenagakerjaan, Timotius Apriyanto mengatakan kondisi ini bisa berdampak pada pertumbuhan ekonomi di DIY, di mana pada triwulan I 2025 tumbuh 5,11% (year-on-year/yoy).
Dia berharap agar stimulus kebijakan dari pemerintah bisa dikaji lagi untuk diperpanjang. Menurutnya pertumbuhan ekonomi DIY pada triwulan II 2025 diperkirakan masih akan flat di 5%.
BACA JUGA: Tak Ada Sekolah yang Diregrouping
"Triwulan II mungkin DIY masih di 5% lah, karena belum terlalu terdampak, hanya di semester II nanti di bawah 5%," kata Timotius.
Sementara pertumbuhan ekonomi nasional di triwulan II 2025 dia perkirakan masih akan ada di bawah 5%. Di mana pertumbuhan ekonomi nasional triwulan I 2025 adalah 4,87% yoy.
Menurutnya jika dua kali triwulan ekonomi di bawah 5% atau tidak tumbuh artinya sedang terjadi resesi ekonomi. Inflasi yang rendah di awal tahun ini dia sebut karena dampak dari subsidi listrik oleh pemerintah.
"Lebih rendah di semester II, kalau setahun DIY mungkin 4,8%, jadi tetap di bawah 5%," lanjutnya.
Sebelumnya, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memangkas target pertumbuhan ekonomi 2025 dari 5,2% menjadi 4,7%-5%. Ekonom Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Nano Prawoto mengatakan pertumbuhan ekonomi nasional tahun ini memang cenderung turun dibandingkan tahun lalu yang masih di atas 5%.
Menurutnya faktor eksternal dan internal berpengaruh pada penurunan ini. Di mana faktor eksternal dipengaruhi oleh pertumbuhan ekonomi di negara besar seperti Amerika Serikat (AS), China. Inflasi cenderung naik dan suku bunga masih tinggi.
Selain itu, faktor geopolitik seperti perang juga mempengaruhi harga energi, termasuk harga komoditas ekspor seperti Crude Palm Oil (CPO) dan nikel yang cenderung turun. Sementara faktor internal disebabkan penurunan konsumsi dan investasi yang belum optimal.
"Penghematan anggaran terutama di sektor infrastruktur juga menjadi kontribusi menurunnya pertumbuhan ekonomi nasional," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pembangunan Tol Jogja-Solo mencapai 98%. Jasa Marga menambah akses exit Tol Purwomartani menuju Bokoharjo yang ditargetkan fungsional saat Lebaran 2027.
Sleman menjadi lokasi piloting Perlinsos Digital. Sebanyak 76.315 KK telah terdaftar untuk mendukung penyaluran bansos tepat sasaran.
Upaya melestarikan bahasa dan aksara Jawa terus dilakukan di tengah perkembangan teknologi digital.
BSSN mengingatkan AI membuat serangan siber ke sektor keuangan makin otomatis, personal, dan sulit dibedakan dari komunikasi asli.
Wayang Jogja Night Carnival (WJNC) 2026 tak lagi sekadar menjadi acara puncak HUT Kota Jogja. Perayaan yang memasuki tahun ke-10 itu dikemas menjadi WJNC Festiv
PSEL Piyungan diproyeksikan mengolah 1.000 ton sampah per hari. DIY menyiapkan pasokan dari Gunungkidul, Kulonprogo hingga Jateng.