DIY Luncurkan PKJ, Fokus Bentuk Karakter Siswa
Pemda DIY luncurkan PKJ untuk perkuat pendidikan karakter berbasis budaya di sekolah Yogyakarta.
Soundignity menggelar Personal Audio Show di Artotel Suites Bianti, Sabtu (12/7/2025). - Harian Jogja/Anisatul Umah
Harianjogja.com, JOGJA—Soundignity menggelar pameran bertajuk Personal Audio Show di Artotel Suites Bianti pada 12-13 Juli 2025 pukul 13.00-20.00 WIB. Ini menjadi event pertama yang digelar Yogyakarta. Berbagai brand audio ternama dan produk terbaru bisa dicoba secara gratis.
Penyelenggara Personal Audio Show, Sebastian Sindarto mengatakan event ini akan menjadi pengalaman baru bagi pecinta audio di Yogyakarta. Menurutnya ada banyak brand yang ikut serta dalam event ini, dari vendor sendiri ada 26 booth, di mana satu booth bisa lebih dari satu brand.
Menurutnya Yogyakarta menjadi salah satu basis yang cukup potensial. Banyak anak-anak muda yang suka dengan audio. Tidak menutup kemungkinan kedepan akan menjadi event tahunan.
"Ini pertama kali di Jogja dari Soundignity, kalau biasanya kami di Surabaya. Untuk pecinta audio portable, personal audio, pecinta monitor, headphone dan beberapa speaker juga," tuturnya ditemui di lokasi pameran, Sabtu (12/7/2025).
Ditanya terkait target penjualan dia mengatakan pameran ini lebih fokus ke awareness, pengunjung menjajal dulu produknya. Sebab pembelian bisa saja dilakukan beberapa waktu setelahnya.
BACA JUGA: Penerima Bansos Bermain Judol, Cak Imin Tegaskan Akan Ada Sanksi Tegas
Dia mengatakan pameran ini khususnya mengarah ke ear monitor berkabel. Menurutnya secara output suara produk ini lebih baik.
Biasanya, kata Sebastian, orang mempertanyakan kenapa berkabel karena lebih praktis True Wireless Stereo (TWS). Namun masih ada market yang lebih memilih kabel, seperti gamer pro yang butuh zero latensi. Kedua, monitor dengan bluetooth terkesan kurang natural.
Dan terakhir masih ada orang-orang yang mau memaksimalkan potensi dari streaming atau file seperti di Apple Music. Jika hanya menggunakan bluetooth tidak akan maksimal di fitur losslessnya.
"Fitur lossless harus pakai digital audio converter karena untuk konversi file 24 bit, bluetooth di 16 bit ke bawah, ini yang masih bisa menjual headset kabel," ujarnya.
Founder PT Casei, Ivan Nurdiansyah menyampaikan dalam event ini dia membawa lebih dari 10 brand di 9 booth. Berbicara market menurutnya Yogyakarta cukup besar, banyak anak muda dan kalangan pecinta audio cukup banyak.
Dia mengatakan untuk brand paling laris di antaranya Moondrop di mana cakupannya cukup luas ada TWS, headphone bluetooth, headphone kabel, monitor, dan lainnya. Kemudian Tangzu dan Tanchjim tapi belum ada TWS nya dan belum produk massal masih segmented.
"Target utama di sini bukan ke penjualan tapi awarness," ungkapnya.
Lebih lanjut dia mengatakan banyaknya platform streaming berdampak pada peningkatan produk-produk personal audio. Di sisi lain penjualan untuk sport juga meningkat. Berdasarkan cerita dari pelanggan, rata-rata satu orang punya personal audio lebih dari satu, untuk olahraga, bekerja, dan lainnya.
"Dari komunitas pecinta personal audio cukup besar, selain Surabaya dan Jakarta, Yogyakarta cukup besar. Segmen paling besar di pelajar," lanjutnya. (**)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemda DIY luncurkan PKJ untuk perkuat pendidikan karakter berbasis budaya di sekolah Yogyakarta.
Oxford United melepas 10 pemain usai degradasi. Ole Romeny aman hingga 2028, sementara kontrak Marselino Ferdinan segera habis.
Meta disebut memasuki “Era Zombie” karena Facebook mulai ditinggalkan generasi muda di tengah belanja besar AI.
Harga tiket Piala Dunia 2026 melonjak hingga Rp52 juta akibat sistem adaptive pricing FIFA. Federasi kecil paling terdampak.
Apple resmi menghadirkan iPhone 17e di Indonesia dengan MagSafe, chip A19, dan Action Button. Harga mulai Rp13,4 juta.
Netflix digugat Texas karena dituding membuat fitur adiktif untuk anak dan mengumpulkan data pengguna tanpa izin yang jelas.