Sultan dan Wagub Kaltim Bahas Kerja Sama Budaya hingga Pariwisata
DIY dan Kalimantan Timur menyiapkan program pelestarian budaya Jawa serta pengembangan pariwisata yang ditargetkan mulai berjalan pada 2027.
Foto ilustrasi pertumbuhan ekonomi global - Foto dibuat oleh AI/StockCake
Harianjogja.com, JOGJA—Badan Pusat Statistik (BPS) DIY mencatat ekonomi DIY tumbuh 5,49% (year-on-year/yoy) pada triwulan II 2025, atau lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional 5,12% yoy.
Hal ini dinilai oleh Sekretaris Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Yogyakarta, Y. Sri Susilo sudah sesuai dengan prediksi. Bahkan, Sri Suilo menilai angka capaiannya jauh lebih tinggi dari perkiraan awal 5%.
BACA JUGA: Pertumbuhan Ekonomi DIY Triwulan II 2025 Melesat
Sementara untuk nasional menurutnya cukup mengejutkan karena banyak kalangan baik lembaga dunia, ekonom daerah dan nasional memproyeksikan sedikit di bawah 5%. Meski demikian terlepas dari mengejutkan atau yang lain menurutnya angka capaian dari BPS ini perlu dihargai.
"Kalau untuk DIY sudah diprediksi di atas 5%, jadi sudah sesuai, terlepas naiknya lebih," ucapnya, Rabu (6/8/2025).
Ia mencoba menarik ke belakang apa saja faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi di triwulan II 2025. Dampak lebaran Idulfitri sebagian masih dirasakan di triwulan II 2025, banyaknya libur panjang, dan beberapa anggaran pemerintah sudah mulai dilonggarkan.
Anggaran pemerintah yang mulai dilonggarkan menurutnya mendorong aktivitas ekonomi dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Selain itu dia juga memperkirakan realisasi investasi sudah mulai bergerak karena kondisi politik dalam negeri sudah mulai normal pasca Pilpres.
Lalu kenaikan tarif ekspor ke AS juga ditunda sehingga ekspor berjalan seperti biasanya. "Kombinasi ini dugaan saya bisa mendorong ekonomi Indonesia tumbuh di atas 5%," tuturnya.
Lebih lanjut dia memproyeksikan tren pertumbuhan ekonomi di DIY masih akan positif yakni di atas 5% hingga akhir tahun. Namun di triwulan III ini tidak ada momentum besar yang mengungkit pertumbuhan ekonomi.
"Pemerintah mencoba mendorong dengan libur nasional di 18 Agustus, ini upaya untuk daya ungkit dari sisi konsumsi masyarakat," jelasnya. (**)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DIY dan Kalimantan Timur menyiapkan program pelestarian budaya Jawa serta pengembangan pariwisata yang ditargetkan mulai berjalan pada 2027.
Remco Evenepoel memenangi etape 16 Tour de France 2026 dan mengukir rekor kemenangan ke-500 Belgia sepanjang sejarah balapan.
Prabowo meminta perwira remaja TNI-Polri menguasai AI, teknologi siber, dan bahasa asing untuk menghadapi ancaman keamanan modern.
Dispar Sleman optimistis dua ajang lari pada 23 Agustus 2026 mampu menarik lebih banyak wisatawan dan menggerakkan ekonomi lokal
Nanik Deyang mundur dari Kepala BGN karena alasan kesehatan, namun menegaskan tetap mengawal Program Makan Bergizi Gratis.
Harga pangan nasional 22 Juli 2026 bergerak variatif. Bawang dan sebagian cabai turun, sementara beras medium, telur, dan minyak curah naik.