Demo 28 Oktober: GKR Mangkubumi Ajak Warga Jaga Jogja Tetap Kondusif
GKR Mangkubumi mengajak warga menjaga Jogja tetap damai saat aksi 28 Oktober. Satpol PP DIY menegaskan tugas Jaga Warga menjaga lingkungan.
Ilustrasi bank. Freepik
Harianjogja.com, JOGJA— Hasil survei Bank Indonesia (BI) pada Juli 2025 menyebutkan rata-rata proporsi pendapatan konsumen untuk konsumsi sebesar 75,4% meningkat dari proporsi bulan sebelumnya sebesar 75,1%. Proporsi pendapatan konsumen yang disimpan sebesar 13,7%, turun dari bulan sebelumnya sebesar 14,1%.
Sementara itu, proporsi pembayaran cicilan/utang pada Juli 2025 relatif stabil sebesar 10,9% dari bulan sebelumnya 10,8%.
Sementara proporsi konsumsi terhadap pendapatan terindikasi meningkat pada sebagian besar kelompok pengeluaran, terutama Rp1-2 juta (78,4%). Sementara itu, porsi pendapatan yang ditabung mengalami penurunan terutama pada kelompok pengeluaran Rp3,1-4 juta menjadi sebesar 13,7%.
Ekonom Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY), Y. Sri Susilo berpandangan masyarakat yang punya tabungan kemungkinan pendapatannya turun, padahal kebutuhan konsumsinya semakin meningkat. Biasanya terjadi pada masyarakat yang berpenghasilan tidak tetap.
BCA JUGA: Peluang Rute Bandara YIA-Australia, Pengelola: Terbuka dan Siap Sinergi
Apabila ditarik lebih luas lagi fenomena makan tabungan tidak lepas dari peristiwa di akhir tahun lalu. Dimana jumlah masyarakat kelas menengah turun, akibat pemutusan hubungan kerja (PHK), dan lainnya.
"Terjadi kenaikan harga secara umum meski inflasi terkendali," ucapnya, Selasa (12/8/2025).
Sri mengatakan kemungkinan lainnya adalah faktor pendapatan masyarakat yang tetap tapi kebutuhan meningkat. Misalnya jenjang sekolah anaknya meningkat dari SD, SMP, SMA atau perguruan tinggi.
Atau bisa juga memang sudah menabung untuk menyiapkan pendidikan anak, sehingga saat anak mulai sekolah maka tabungannya akan terpakai.
"Kesimpulan pertama masyarakat yang penghasilan tidak tetap pendapatan turun pengeluaran meningkat. Pendapatan tetap, konsumsi meningkat," tuturnya.
Lebih lanjut dia mengatakan hal ini tidak lepas dari kondisi makro ekonomi yang berpengaruh pada bisnis dan dunia usaha. Dia memperkirakan sampai akhir tahun ini situasinya tidak jauh berubah meski pertumbuhan ekonomi nasional di triwulan II 2025 cukup mengejutkan di 5,12%.
Sementara kondisi mikronya dia sebut tidak banyak berubah, sehingga dimungkinkan masyarakat masih akan makan tabungan hingga akhir tahun. "Ekonomi tumbuh dan sektoral belum merata," lanjutnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
GKR Mangkubumi mengajak warga menjaga Jogja tetap damai saat aksi 28 Oktober. Satpol PP DIY menegaskan tugas Jaga Warga menjaga lingkungan.
Jadwal KSPN Jogja ke Gunungkidul 31 Oktober 2026 tersedia untuk rute Obelix Sea View dan Pantai Drini. Cek jam dan tarifnya.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Sabtu 31 Oktober 2026 tersedia 10 perjalanan. Simak jam keberangkatan dari kedua stasiun.
Jadwal KA Bandara YIA 31 Oktober 2026 tersedia untuk layanan reguler dan Xpress. Simak jam keberangkatan, kedatangan, dan rute kereta.
Jadwal KRL Solo-Jogja Sabtu 31 Oktober 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur. Simak jadwal lengkap setiap stasiun.
Borneo FC bermodal kemenangan 2-1 atas PSS Sleman jelang menghadapi PSIM Jogja pada pekan kedelapan Super League di Bantul.