Ekonomi Jogja Tumbuh 5,84 Persen, Ini Sektor Paling Moncer
Ekonomi DIY tumbuh 5,84% pada triwulan I 2026, didorong sektor pariwisata, konsumsi, dan investasi.
Ilustrasi bank. Freepik
Harianjogja.com, JOGJA— Hasil survei Bank Indonesia (BI) pada Juli 2025 menyebutkan rata-rata proporsi pendapatan konsumen untuk konsumsi sebesar 75,4% meningkat dari proporsi bulan sebelumnya sebesar 75,1%. Proporsi pendapatan konsumen yang disimpan sebesar 13,7%, turun dari bulan sebelumnya sebesar 14,1%.
Sementara itu, proporsi pembayaran cicilan/utang pada Juli 2025 relatif stabil sebesar 10,9% dari bulan sebelumnya 10,8%.
Sementara proporsi konsumsi terhadap pendapatan terindikasi meningkat pada sebagian besar kelompok pengeluaran, terutama Rp1-2 juta (78,4%). Sementara itu, porsi pendapatan yang ditabung mengalami penurunan terutama pada kelompok pengeluaran Rp3,1-4 juta menjadi sebesar 13,7%.
Ekonom Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY), Y. Sri Susilo berpandangan masyarakat yang punya tabungan kemungkinan pendapatannya turun, padahal kebutuhan konsumsinya semakin meningkat. Biasanya terjadi pada masyarakat yang berpenghasilan tidak tetap.
BCA JUGA: Peluang Rute Bandara YIA-Australia, Pengelola: Terbuka dan Siap Sinergi
Apabila ditarik lebih luas lagi fenomena makan tabungan tidak lepas dari peristiwa di akhir tahun lalu. Dimana jumlah masyarakat kelas menengah turun, akibat pemutusan hubungan kerja (PHK), dan lainnya.
"Terjadi kenaikan harga secara umum meski inflasi terkendali," ucapnya, Selasa (12/8/2025).
Sri mengatakan kemungkinan lainnya adalah faktor pendapatan masyarakat yang tetap tapi kebutuhan meningkat. Misalnya jenjang sekolah anaknya meningkat dari SD, SMP, SMA atau perguruan tinggi.
Atau bisa juga memang sudah menabung untuk menyiapkan pendidikan anak, sehingga saat anak mulai sekolah maka tabungannya akan terpakai.
"Kesimpulan pertama masyarakat yang penghasilan tidak tetap pendapatan turun pengeluaran meningkat. Pendapatan tetap, konsumsi meningkat," tuturnya.
Lebih lanjut dia mengatakan hal ini tidak lepas dari kondisi makro ekonomi yang berpengaruh pada bisnis dan dunia usaha. Dia memperkirakan sampai akhir tahun ini situasinya tidak jauh berubah meski pertumbuhan ekonomi nasional di triwulan II 2025 cukup mengejutkan di 5,12%.
Sementara kondisi mikronya dia sebut tidak banyak berubah, sehingga dimungkinkan masyarakat masih akan makan tabungan hingga akhir tahun. "Ekonomi tumbuh dan sektoral belum merata," lanjutnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ekonomi DIY tumbuh 5,84% pada triwulan I 2026, didorong sektor pariwisata, konsumsi, dan investasi.
Banjir Semarang 2026 melanda Tugu dan Ngaliyan. 313 KK terdampak, satu lansia hilang, tanggul Sungai Plumbon jebol.
Lonjakan penumpang KA Daop 6 Yogyakarta naik hingga 91% saat libur panjang. KAI tambah 7 perjalanan kereta.
DPRD DIY soroti dokumen renovasi Mandala Krida yang belum lengkap. MC-0 dan DED 2026 terancam tertunda.
SPMB Sleman 2026 dibuka dengan jalur prestasi, domisili, afirmasi, dan mutasi. Ini syarat dan ketentuan lengkapnya.
Jadwal SIM Keliling Jogja Mei 2026 lengkap di Alun-Alun Kidul, Sasono Hinggil, dan MPP. Cek lokasi, jam, dan syarat perpanjangan SIM A dan C terbaru.