Tragedi Sungai Wiroko: Pelajar Wonogiri Tewas Tenggelam Saat Memancing
Pelajar 18 tahun tewas tenggelam di Sungai Wiroko Wonogiri saat memancing. Korban ditemukan setelah 4 jam pencarian.
Foto Ilustrasi sejumlah pekerja mengangkut beras di Gudang Bulog Kelapa Gading, Jakarta. - Antara /Erlangga Bregas Prakoso
Harianjogja.com, JAKARTA—Perum Bulon menyebut ada sebanyak sebanyak 194.100 ton beras yang telah tersimpan lebih dari satu tahun di gudang.
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan pihaknya akan tetap mengecek kondisi beras dengan masa simpan hingga satu tahun.
“Lho belum tentu kan [beras yang menumpuk satu tahun dimusnahkan], kita lihat dulu kondisinya seperti apa. Tapi rata-rata masih bagus kok barangnya. Buktinya sekarang masih bisa dikonsumsi,” kata Rizal saat ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (21/8/2025).
Rizal menuturkan masih adanya 194.100 ton CBP berusia satu tahun yang menumpuk di gudang Bulog itu lantaran harus menunggu lampu hijau dari manajemen pergudangan. Artinya, CBP yang baru masuk ke gudang Bulog akan menjadi beras yang pertama kali dikeluarkan.
“Jadi memang cadangan dulu kan lama. Ini kan harus yang manajemen pergudangan adalah FiFo, istilahnya. First in, first out. Namun dalam first in, first out itu kita juga memperhatikan faktor kualitas dari beras itu,” terangnya.
Dia menjelaskan sebelum CBP itu dikeluarkan dari gudang, Bulog akan melakukan fumigasi agar beras untuk membasmi hama seperti kutu dan kuman.
Lebih lanjut, Rizal menyampaikan bahwa Bulog akan memisahkan beras yang tak layak konsumsi dan akan membuat laporan ke Badan Pangan Nasional (Bapanas).
“Misalnya ada yang tidak layak, kita pisahkan. Kita kumpulin, kita laporkan ke Bapanas. Nanti petunjuknya seperti apa, kita ikuti petunjuknya lagi,” tuturnya.
Namun, dia memastikan hingga saat ini beras yang menumpuk di gudang Bulog selama satu tahun lamanya masih dalam kondisi baik. “[Kondisi beras dengan masa simpan satu tahun] bagus, baik, bagus,” ujarnya.
BACA JUGA: Sultan HB X: Danais Bukan Kompensasi Politik
Dalam Rapat Kerja dengan Menteri Pertanian, Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan Dirut Bulog di Komisi IV, Kamis (21/8/2025), sebanyak 194.100 ton CBP yang berusia 1 tahun itu merupakan pengadaan di tahun lalu.
Bulog mengungkap usia simpan CBP di atas 6 bulan mencapai 1,18 juta ton atau setara 30,3% dari total stok di gudang Bulog.
“Usia [simpan CBP] yang di atas satu tahun adalah 194.100,84 ton, yang mana usia yang lebih satu tahun adalah pengadaan tahun lalu, tahun 2024,” kata Rizal.
Secara terperinci, stok beras yang disimpan di gudang Bulog dengan usia 1 bulan mencapai 318.996,35 ton. Kemudian, sebanyak 1.068.920,07 ton CBP dengan usia simpan 2–3 bulan.
Rizal menuturkan bahwa stok CBP di gudang Bulog tertinggi mencapai 1,33 juta ton yang berusia 4–6 bulan.
“Yang paling banyak adalah di usia 4–6 bulan, ini adalah 1.337.678.91 ton, dan usia 7–12 bulan ini adalah 993.481,53 ton,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Pelajar 18 tahun tewas tenggelam di Sungai Wiroko Wonogiri saat memancing. Korban ditemukan setelah 4 jam pencarian.
Prabowo kunjungi Museum Marsinah Nganjuk, soroti sejarah buruh Indonesia dan perjuangan hak pekerja serta penghormatan pahlawan nasional.
BNNP DIY perkuat pencegahan narkoba dengan kearifan lokal dan sinergi masyarakat untuk wujudkan Yogyakarta bersih narkoba.
Kompetisi 76 Indonesian Downhill 2026 hadir lebih ekstrem di Bantul. Trek baru lebih curam, cepat, dan menantang rider elite.
Wisata Gunungkidul ramai 41.969 pengunjung saat libur panjang. PAD tembus Rp516 juta, pantai masih jadi favorit wisatawan.
Pemkab Bantul memantau harga pangan usai rupiah melemah. Sejumlah komoditas lokal masih aman, warga diminta tidak panic buying.