BEDAH BUKU: UMKM Didorong Naik Kelas lewat Penguatan Branding
Anggota DPRD DIY, Rahayu Widi Nuryani, mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memperkuat branding agar produk tidak hanya viral
Peserta seminar sedang melihat produk dari Epson Indonesia melalui TKDN Caravan di Grand Rohan Jogja, Senin (27/10/2025). Anisatul Umah-Harian Jogja.
Harianjogja.com, JOGJA— Epson Indonesia menggelar seminar bertajuk Epson Genuine TKDN: Komitmen Terhadap Industri Dalam Negeri serta TKDN Caravan di Grand Rohan Jogja, Senin (27/10/2025). Acara ini dihadiri oleh berbagai kedinasan dari Pemerintah Daerah (Pemda) DIY, sekolah, dan Unit Pengelola Pengadaan Barang/Jasa (UPPBJ).
Assistant Manager Corporate and Government Department PT Epson Indonesia, Luther Valentine, mengatakan peserta dapat melihat langsung demo produk di caravan, sekaligus belajar tentang cara memilih produk yang telah sesuai dengan ketentuan pemerintah.
Ia menyampaikan, Epson terus berkomitmen mendukung program peningkatan penggunaan produk dalam negeri dengan menghadirkan produk berkualitas tinggi, efisien, dan ramah lingkungan. Luther berharap kolaborasi ini semakin memperkuat peran produk dalam negeri dalam mendukung kinerja Pemda serta mendorong pembangunan berkelanjutan di berbagai wilayah di Indonesia.
“Kami yakin sinergi antara teknologi unggul dan komitmen Pemda DIY akan menjadi langkah nyata menuju tata kelola pemerintahan yang modern, efisien, dan berdaya saing,” ucapnya.
Menurutnya, kegiatan caravan dan seminar tahun ini menyasar dua pulau, yakni Sumatera dan Jawa. Ia mengatakan, setelah di DIY, kegiatan akan digelar di Solo, Madiun, Majalengka, Surabaya, dan terakhir di Malang. Secara keseluruhan, sekitar 30 kota disasar tahun ini.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa melalui kegiatan ini Epson Indonesia berupaya mengenalkan produk-produk TKDN. Menurutnya, Epson memiliki dua pabrik di Indonesia dengan tingkat TKDN yang tinggi, bahkan ada yang di atas 60 persen, serta memiliki 60 SKU produk bersertifikat TKDN.
Luther menambahkan, Epson Indonesia juga fokus pada aspek keberlanjutan (sustainability) dengan berupaya menekan emisi karbon, salah satunya melalui produk hemat energi dan ramah lingkungan. Ia menyebut, produk printer yang dihadirkan juga menggunakan tinta yang aman bagi kesehatan. “Kami menargetkan kantor-kantor pengguna produk kami dapat menjadi green office,” tuturnya.
Melalui kegiatan seminar dan TKDN Caravan ini, ia berharap pemerintah semakin mengenal produk-produk dari Epson. Ia mengatakan, dengan hadir langsung di tengah pengguna, Epson dapat memberikan solusi yang sesuai dengan kebutuhan mereka.
Ia menambahkan, kegiatan ini juga menjadi ruang bagi pengguna untuk bertanya langsung mengenai kendala yang dihadapi, misalnya kerusakan printer dan masalah teknis lainnya. Menurutnya, peserta juga mendapatkan informasi tentang cara memilih produk yang telah memiliki sertifikat TKDN.
“Kami akan memberikan solusi sesuai kebutuhan mereka agar kinerja dapat meningkat secara maksimal,” katanya.
Head of Sales Department PT Serbaneka Guna Abadi, Ngesti Wuryantoro, mengucapkan terima kasih kepada para peserta yang telah berkenan hadir dalam kegiatan ini. Ia berharap melalui acara yang berfokus pada TKDN ini akan banyak manfaat yang dapat dipetik, sekaligus memperkenalkan produk-produk dari Epson.
“Terima kasih kepada Epson yang telah mendukung acara ini. Semoga banyak manfaat yang dapat diambil dari kegiatan ini,” ucapnya. (Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Anggota DPRD DIY, Rahayu Widi Nuryani, mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memperkuat branding agar produk tidak hanya viral
MA mengoreksi perhitungan kerugian negara kasus korupsi timah. Dari Rp300 triliun, kerugian keuangan negara ditetapkan Rp28,9 triliun.
Pemkab Temanggung mendukung wacana guru PPPK menjadi ASN pusat. Beban APBD daerah berpotensi berkurang sekitar Rp150,5 miliar.
DPRD Bantul mengkaji usulan perubahan Perbup BUMKalma setelah pengelola menyoroti kebutuhan operasional dan penguatan kelembagaan.
Perpres ojol masih difinalisasi Komdigi. Pemerintah menguji formula bagi hasil yang adil bagi pengemudi dan menjaga bisnis platform ride-hailing.
BNN menangkap MR alias Bos Gendut, buronan kasus sabu 98 kg, di salon Mangga Besar. BNN juga menyita uang dan aset Rp39,95 miliar.