Inflasi DIY Agustus 2026 Capai 3,07 Persen, Ini Pemicu Utamanya
Inflasi DIY Agustus 2026 mencapai 3,07% secara tahunan. Harga emas perhiasan dan daging ayam ras menjadi penyumbang utama.
Foto ilustrasi pertumbuhan ekonomi. - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Ketua Pusat Studi Ekonomi dan Bisnis Fakultas Bisnis Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW), Purnawan Hardiyanto memproyeksikan pertumbuhan ekonomi di Triwulan III 2025 akan menguat, namun penguatannya tidak terlalu signifikan.
Menurutnya beberapa faktor yang mempengaruhi penguatan ekonomi di Triwulan III 2025 adalah keputusan Bank Indonesia (BI) yang menurunkan suku bunga acuan atau BI Rate secara beruntun. Selain itu, menurutnya pemerintah juga berusaha mendorong segera direalisasikan belanja dan program pemerintah.
Selain itu, kata Purnawan, pemerintah juga mengguyurkan dana ke Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dalam rangka mendorong investasi swasta lewat penyaluran kredit.
"Saya prediksi pertumbuhan ekonomi akan menguat walau penguatannya tidak terlalu signifikan," ucapnya, Sabtu (1/11/2025).
Menanggapi demonstrasi besar yang terjadi di akhir Agustus sampai awal September lalu, ia menyebut tidak terlalu berpengaruh pada perekonomian, sebab pemerintah mampu untuk segera mengendalikan keadaan. "Sehingga demonstrasi tidak berlarut-larut," lanjutnya.
Sebelumnya, Sekretaris Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Yogyakarta, Y. Sri Susilo memperkirakan sektor konstruksi masih akan menjadi penopang pertumbuhan ekonomi DIY pada triwulan III 2025. Dia mengatakan pertumbuhan ekonomi DIY tidak akan berubah secara signifikan dari triwulan II 2025.
Menurutnya untuk DIY masih ada potensi peningkatan dari capaian sebelumnya, sebab proyek infrastruktur masih terus berjalan. Setelah sebelumnya ada peresmian Jembatan Pandansimo, kata Sri, proyek tol juga mulai berjalan lagi di DIY.
"Selama di DIY ada pembangunan infrastruktur, pertumbuhannya [ekonominya] melonjak dari biasanya, saya meyakini masih di atas 5%," ucapnya.
Dia menjelaskan selain infrastruktur, pertumbuhan ekonomi DIY triwulan III juga akan dipengaruhi oleh sektor pendidikan, di mana per September 2025 mahasiswa perguruan tinggi sudah masuk kuliah. Menurutnya ini akan berdampak pada harga sewa tempat tinggal dan lainnya. (**)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Inflasi DIY Agustus 2026 mencapai 3,07% secara tahunan. Harga emas perhiasan dan daging ayam ras menjadi penyumbang utama.
Tren pernikahan 2026 mengarah pada konsep lebih personal, mulai dekorasi, busana, dokumentasi, hingga pengelolaan tamu.
Hasil Real Betis vs Real Madrid berakhir 1-0. Troy Parrott mencetak gol kemenangan, sementara penalti Kylian Mbappe digagalkan Valles.
Suasana berbeda menyambut puluhan delegasi dari berbagai negara yang mengikuti CALD Conference on Democratic Resilience in Southeast and East Asia di Yogyakarta
Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY meluncurkan inovasi layanan konsultasi perpustakaan bertajuk Sahabat Asistensi dan Pendampingan Perpustakaan
Promo DAMRI YIA-Jogja Rp50.000 diperpanjang hingga September 2026. Simak titik layanan dan jadwal keberangkatan lengkapnya.