Ekspor DIY Juli 2026 Capai US$50,64 Juta, Surplus Perdagangan US$37,43 Juta
Ekspor DIY Juli 2026 mencapai US$50,64 juta dan impor US$13,21 juta. Neraca perdagangan surplus US$37,43 juta.
Foto ilustrasi pertumbuhan ekonomi. - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Ketua Pusat Studi Ekonomi dan Bisnis Fakultas Bisnis Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW), Purnawan Hardiyanto memproyeksikan pertumbuhan ekonomi di Triwulan III 2025 akan menguat, namun penguatannya tidak terlalu signifikan.
Menurutnya beberapa faktor yang mempengaruhi penguatan ekonomi di Triwulan III 2025 adalah keputusan Bank Indonesia (BI) yang menurunkan suku bunga acuan atau BI Rate secara beruntun. Selain itu, menurutnya pemerintah juga berusaha mendorong segera direalisasikan belanja dan program pemerintah.
Selain itu, kata Purnawan, pemerintah juga mengguyurkan dana ke Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dalam rangka mendorong investasi swasta lewat penyaluran kredit.
"Saya prediksi pertumbuhan ekonomi akan menguat walau penguatannya tidak terlalu signifikan," ucapnya, Sabtu (1/11/2025).
Menanggapi demonstrasi besar yang terjadi di akhir Agustus sampai awal September lalu, ia menyebut tidak terlalu berpengaruh pada perekonomian, sebab pemerintah mampu untuk segera mengendalikan keadaan. "Sehingga demonstrasi tidak berlarut-larut," lanjutnya.
Sebelumnya, Sekretaris Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Yogyakarta, Y. Sri Susilo memperkirakan sektor konstruksi masih akan menjadi penopang pertumbuhan ekonomi DIY pada triwulan III 2025. Dia mengatakan pertumbuhan ekonomi DIY tidak akan berubah secara signifikan dari triwulan II 2025.
Menurutnya untuk DIY masih ada potensi peningkatan dari capaian sebelumnya, sebab proyek infrastruktur masih terus berjalan. Setelah sebelumnya ada peresmian Jembatan Pandansimo, kata Sri, proyek tol juga mulai berjalan lagi di DIY.
"Selama di DIY ada pembangunan infrastruktur, pertumbuhannya [ekonominya] melonjak dari biasanya, saya meyakini masih di atas 5%," ucapnya.
Dia menjelaskan selain infrastruktur, pertumbuhan ekonomi DIY triwulan III juga akan dipengaruhi oleh sektor pendidikan, di mana per September 2025 mahasiswa perguruan tinggi sudah masuk kuliah. Menurutnya ini akan berdampak pada harga sewa tempat tinggal dan lainnya. (**)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ekspor DIY Juli 2026 mencapai US$50,64 juta dan impor US$13,21 juta. Neraca perdagangan surplus US$37,43 juta.
Jadwal KA Bandara YIA Rabu 23 September 2026 tersedia 24 perjalanan YIA-Tugu dan sebaliknya, mulai dini hari hingga malam.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 23 September 2026 lengkap dengan 15 perjalanan, waktu keberangkatan, stasiun, dan tarif Rp8.000.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 23 September 2026 dari Palur menuju Jogja lengkap dengan waktu keberangkatan di setiap stasiun.
Dana pendidikan gratis Rp93,7 triliun masih berupa hitungan awal. Mendiktisaintek akan membahasnya bersama Kemenkeu dan Danantara.
Harga iPhone 2027 berpotensi naik akibat biaya memori meningkat. Apple disebut sudah menyepakati harga RAM dan NAND Samsung untuk awal 2027.