Tol Jogja-Solo: Exit Toll Bokoharjo Ditarget Fungsional Lebaran 2027
Pembangunan Tol Jogja-Solo mencapai 98%. Jasa Marga menambah akses exit Tol Purwomartani menuju Bokoharjo yang ditargetkan fungsional saat Lebaran 2027.
Pertumbuhan ekonomi ilustrasi./Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—DIY mencatat inflasi 0,27% secara bulanan (month-to-month/mtm) pada November 2025. Dorongan utama berasal dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang mengalami inflasi 0,77% mtm dengan andil 0,20%.
Menurut Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) DIY, Sri Darmadi Sudibyo, peningkatan pada kelompok tersebut dipicu kenaikan harga sejumlah komoditas hortikultura. Tomat memberi andil inflasi 0,04% mtm, disusul bawang merah 0,03% mtm, kacang panjang 0,02% mtm, dan wortel 0,02% mtm.
Ia menjelaskan, kenaikan harga tomat dipengaruhi rendahnya pasokan akibat curah hujan tinggi di DIY. “Selain itu, kenaikan harga bawang merah dikarenakan permintaan yang tinggi di tengah pasokan yang mulai berkurang pascapanen,” ujarnya, Jumat (5/12/2025).
Dibyo menambahkan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya ikut menyumbang inflasi November 2025 sebesar 0,54% mtm dengan andil 0,04% mtm. Kenaikan terutama disumbang oleh harga emas perhiasan.
Ia menjelaskan harga emas global terdorong naik oleh ketidakpastian ekonomi dunia, tercermin dari meningkatnya Global Risk Index dan Geopolitical Risk Index. “Kondisi tersebut berdampak pada tingginya permintaan konsumen untuk komoditas emas sebagai aset safe-haven,” jelasnya.
Sementara itu, inflasi tertahan oleh turunnya harga beberapa komoditas pangan, terutama daging ayam ras yang menyumbang deflasi 0,03% mtm. Penurunan juga terjadi pada telur ayam ras, semangka, kelapa, dan salak masing-masing dengan andil deflasi 0,01% mtm.
Dijelaskan Dibyo, penurunan harga daging ayam ras dipengaruhi pasokan peternak yang sedang tinggi dengan permintaan yang stabil. Harga telur ayam ras pun terkoreksi seiring normalisasi setelah sempat naik pada bulan sebelumnya.
Lebih jauh, dia menyampaikan BI DIY bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) DIY mengapresiasi kontribusi seluruh pihak dalam menjaga stabilitas harga. BI memproyeksikan inflasi DIY sepanjang 2025 tetap berada di kisaran target 2,5% ±1% yoy.
Proyeksi tersebut ditopang penguatan program TPID DIY melalui kerangka 4K—ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif—yang dijalankan lewat GNPIP DIY 2025. Upaya itu meliputi operasi pasar, optimalisasi Kios Segoro Amarto sebagai price reference store, kampanye belanja bijak, serta penguatan Kerjasama Antardaerah (KAD).
“Termasuk maraknya gerakan sosial masyarakat yang bertujuan menjaga stabilitas harga dan pasokan,” ujarnya.
Sebelumnya, Statistisi Utama BPS DIY, Sentot Bangun Widoyono, menyampaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) November 2025 tercatat 109,22. Angka tersebut mencerminkan inflasi 0,27% mtm, 2,92% yoy, dan 2,45% ytd. “November 2025 inflasi 0,27% secara bulanan utamanya didorong kelompok makanan, minuman dan tembakau,” katanya. (**)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pembangunan Tol Jogja-Solo mencapai 98%. Jasa Marga menambah akses exit Tol Purwomartani menuju Bokoharjo yang ditargetkan fungsional saat Lebaran 2027.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 13 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan dari Yogyakarta ke Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
BGN meminta makanan MBG yang tidak layak tidak dikonsumsi dan segera dikembalikan ke SPPG untuk diperiksa dan diinvestigasi.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 13 Agustus 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur ke Jogja. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
BGN membuka kanal khusus bagi guru untuk melaporkan keluhan, temuan, dan pengaduan terkait pelaksanaan Program MBG di sekolah.
Sebanyak 212 orang berhasil dievakuasi dari kebakaran KMP Putri Yasmin di Selat Lombok. SAR melanjutkan pencarian pada Kamis.