Sultan Tegas Tak Toleransi Penyalahgunaan Tanah Kas Desa di DIY
Sultan HB X menegaskan tak ada toleransi bagi penyalahgunaan tanah di DIY. Pengawasan TKD diperketat dan pelanggaran akan ditindak tegas.
Pertumbuhan ekonomi ilustrasi./Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—DIY mencatat inflasi 0,27% secara bulanan (month-to-month/mtm) pada November 2025. Dorongan utama berasal dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang mengalami inflasi 0,77% mtm dengan andil 0,20%.
Menurut Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) DIY, Sri Darmadi Sudibyo, peningkatan pada kelompok tersebut dipicu kenaikan harga sejumlah komoditas hortikultura. Tomat memberi andil inflasi 0,04% mtm, disusul bawang merah 0,03% mtm, kacang panjang 0,02% mtm, dan wortel 0,02% mtm.
Ia menjelaskan, kenaikan harga tomat dipengaruhi rendahnya pasokan akibat curah hujan tinggi di DIY. “Selain itu, kenaikan harga bawang merah dikarenakan permintaan yang tinggi di tengah pasokan yang mulai berkurang pascapanen,” ujarnya, Jumat (5/12/2025).
Dibyo menambahkan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya ikut menyumbang inflasi November 2025 sebesar 0,54% mtm dengan andil 0,04% mtm. Kenaikan terutama disumbang oleh harga emas perhiasan.
Ia menjelaskan harga emas global terdorong naik oleh ketidakpastian ekonomi dunia, tercermin dari meningkatnya Global Risk Index dan Geopolitical Risk Index. “Kondisi tersebut berdampak pada tingginya permintaan konsumen untuk komoditas emas sebagai aset safe-haven,” jelasnya.
Sementara itu, inflasi tertahan oleh turunnya harga beberapa komoditas pangan, terutama daging ayam ras yang menyumbang deflasi 0,03% mtm. Penurunan juga terjadi pada telur ayam ras, semangka, kelapa, dan salak masing-masing dengan andil deflasi 0,01% mtm.
Dijelaskan Dibyo, penurunan harga daging ayam ras dipengaruhi pasokan peternak yang sedang tinggi dengan permintaan yang stabil. Harga telur ayam ras pun terkoreksi seiring normalisasi setelah sempat naik pada bulan sebelumnya.
Lebih jauh, dia menyampaikan BI DIY bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) DIY mengapresiasi kontribusi seluruh pihak dalam menjaga stabilitas harga. BI memproyeksikan inflasi DIY sepanjang 2025 tetap berada di kisaran target 2,5% ±1% yoy.
Proyeksi tersebut ditopang penguatan program TPID DIY melalui kerangka 4K—ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif—yang dijalankan lewat GNPIP DIY 2025. Upaya itu meliputi operasi pasar, optimalisasi Kios Segoro Amarto sebagai price reference store, kampanye belanja bijak, serta penguatan Kerjasama Antardaerah (KAD).
“Termasuk maraknya gerakan sosial masyarakat yang bertujuan menjaga stabilitas harga dan pasokan,” ujarnya.
Sebelumnya, Statistisi Utama BPS DIY, Sentot Bangun Widoyono, menyampaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) November 2025 tercatat 109,22. Angka tersebut mencerminkan inflasi 0,27% mtm, 2,92% yoy, dan 2,45% ytd. “November 2025 inflasi 0,27% secara bulanan utamanya didorong kelompok makanan, minuman dan tembakau,” katanya. (**)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sultan HB X menegaskan tak ada toleransi bagi penyalahgunaan tanah di DIY. Pengawasan TKD diperketat dan pelanggaran akan ditindak tegas.
Simak lima fakta menarik Tanjung Verde, debutan Piala Dunia 2026 yang sukses lolos ke babak 32 besar dan akan menghadapi Argentina.
BPKH membuka rekrutmen pegawai 2026 untuk delapan posisi Asisten Manajer. Simak syarat, daftar formasi, dan jadwal penutupan pendaftaran.
Gelombang panas Inggris memecahkan rekor suhu Juni selama tiga hari berturut-turut. Met Office memperpanjang peringatan cuaca hingga Minggu.
Iran mengecam serangan Amerika Serikat dan menyebutnya melanggar Piagam PBB serta kesepakatan damai yang baru berlaku pada Juni 2026.
Candi Sojiwan dan Wellness Tourism Umbul Brintik masuk nominasi API Award 2026. Masyarakat diajak memberikan dukungan melalui voting.