Jembatan Garuda Hubungkan 7.371 Desa
Sebanyak 1.416 Jembatan Garuda telah selesai dibangun hingga Juli 2026 dan menghubungkan 7.371 desa serta kelurahan di Indonesia.
Saham - Foto ilustrasi dibuat oleh AI/StockCake
Harianjogja.com, JAKARTA—Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan masih bergerak fluktuatif pada perdagangan Senin, seiring pelaku pasar mencermati dinamika kebijakan domestik yang dinilai menjadi sentimen utama pergerakan pasar saham Indonesia.
Pengamat pasar modal sekaligus Founder Republik Investor, Hendra Wardana, menyampaikan bahwa perhatian investor saat ini tertuju pada arah implementasi kebijakan otoritas pasar, khususnya terkait delapan rencana aksi percepatan reformasi pasar modal Indonesia yang telah dicanangkan.
“Dalam jangka sangat pendek, IHSG berpotensi bergerak fluktuatif dengan kecenderungan konsolidatif, seiring investor masih mencermati arah kebijakan otoritas pasar serta respons investor global terhadap berbagai isu domestik dan eksternal yang berkembang,” ujar Hendra saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Senin.
Ia memproyeksikan dalam sepekan ke depan pergerakan IHSG akan diwarnai volatilitas tinggi dengan rentang pergerakan yang relatif lebar, yakni berada di kisaran 8.171 hingga 8.480.
Menurut Hendra, arah pergerakan IHSG dalam sepekan mendatang hingga sepanjang Februari 2026 masih sangat dipengaruhi oleh proses penyesuaian kepercayaan pasar, di tengah dinamika kebijakan dan volatilitas yang belum sepenuhnya mereda.
“Setelah mengalami koreksi tajam, pasar saham Indonesia kini memasuki fase krusial, di mana faktor psikologis investor memegang peranan yang sama pentingnya dengan fundamental ekonomi,” ujarnya.
Ia menambahkan, tekanan masih berpotensi muncul akibat sikap kehati-hatian investor pascagejolak yang terjadi sebelumnya. Meski demikian, peluang terjadinya technical rebound dinilai tetap terbuka, terutama pada saham-saham berkapitalisasi besar yang telah mengalami koreksi cukup dalam.
Selama tidak muncul sentimen negatif baru yang bersifat ekstrem, Hendra menilai pelaku pasar cenderung berupaya membangun level keseimbangan baru.
“Kondisi ini mencerminkan pasar yang belum sepenuhnya pulih, tetapi juga tidak lagi berada dalam fase panic selling seperti pada fase awal koreksi,” katanya.
Berbagai dinamika yang muncul menjelang akhir pekan, mulai dari isu seputar otoritas pasar modal, dinamika di Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga pergerakan harga emas global yang mencerminkan meningkatnya kecenderungan investor mencari aset aman, dinilai turut memperkuat volatilitas jangka pendek.
“Ketidakpastian sentimen global juga masih membayangi pergerakan pasar,” ujar Hendra.
Meski demikian, ia menilai potensi terjadinya trading halt kembali relatif terbatas, selama stabilitas sistem keuangan tetap terjaga dan komunikasi kebijakan dari otoritas berlangsung jelas, konsisten, serta terkoordinasi.
“Apabila langkah-langkah otoritas dipersepsikan sebagai upaya memperbaiki tata kelola dan memperkuat kredibilitas pasar, respons investor justru berpeluang membaik, meskipun penguatan yang terjadi bersifat selektif dan bertahap,” ujarnya.
Dalam kondisi pasar seperti ini, Hendra menekankan bahwa strategi investor menjadi faktor penentu. Pendekatan defensif dan selektif dinilai menjadi kunci, dengan fokus pada saham-saham yang memiliki fundamental kuat, likuiditas tinggi, serta peran strategis dalam pembentukan indeks.
Ia merekomendasikan investor jangka pendek untuk disiplin dalam mengelola risiko dan tidak memaksakan pembukaan posisi di tengah volatilitas yang masih tinggi.
Sementara itu, investor jangka menengah dan panjang dinilai dapat mulai melakukan akumulasi secara bertahap pada saham-saham berkualitas yang valuasinya telah berada pada level lebih rasional.
“Strategi ini penting agar investor tidak terjebak pada gejolak jangka pendek, namun tetap memiliki eksposur ketika pasar mulai menunjukkan tanda-tanda stabilisasi,” kata Hendra.
Berdasarkan data penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia pada Jumat (30/1) pekan lalu, IHSG ditutup menguat 97,41 poin atau 1,18 persen ke posisi 8.329,61. Sementara itu, indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan naik 20,52 poin atau 2,52 persen ke level 833,53.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 3.399.348 kali transaksi, dengan volume perdagangan mencapai 57,76 miliar lembar saham senilai Rp41,33 triliun. Sebanyak 551 saham menguat, 194 saham melemah, dan 65 saham tercatat tidak mengalami perubahan harga.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Sebanyak 1.416 Jembatan Garuda telah selesai dibangun hingga Juli 2026 dan menghubungkan 7.371 desa serta kelurahan di Indonesia.
Persija Jakarta gelar team launching dan uji coba internasional lawan Brisbane Roar di JIS, 29 Agustus 2026. Skuad dan jersey terbaru diperkenalkan. Cek detail
Mengisi daya HP pakai kabel USB ternyata tak boleh sembarangan. Hindari 5 kesalahan ini agar baterai awet dan proses charging cepat! Cas HP yang benar di sini.
Polresta Jogja menegaskan bahwa seluruh layanan SIM Keliling hanya melayani perpanjangan SIM A dan SIM C yang masih berlaku.
Harga emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian kompak naik pada Rabu 12 Agustus 2026. Emas Antam 1 gram naik menjadi Rp2,819 juta, sementara UBS Rp2,741 juta
Polres Bantul kembali membuka layanan SIM Keliling untuk memfasilitasi masyarakat yang ingin melakukan perpanjangan SIM A dan SIM C.