Hanya Desil 1-4 yang Bisa Terima Bansos Agustus 2026, Cek Datanya
Bansos Agustus 2026 mengacu DTSEN. Cek status penerima, desil, serta cara memperbarui dan menyanggah data melalui kanal resmi.
Ilustrasi ritel./JIBI
Harianjogja.com, JAKARTA—Momentum Imlek dan Ramadan 2026 yang berdekatan diproyeksikan mendorong konsumsi UMKM, di tengah daya beli yang menantang dan ketidakpastian ekonomi global. Ekonom sekaligus Direktur Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira Adhinegara menilai pelaku usaha perlu membaca tren belanja masyarakat agar peluang ini optimal.
Ia menekankan pentingnya riset untuk memetakan arah perubahan pola konsumsi, termasuk tren pakaian jadi menjelang Idulfitri 2026, agar pelaku UMKM tidak sekadar mengikuti arus pasar tanpa strategi yang terukur.
"Harus ada riset kemana arah tren pola konsumsi masyarakat, misalnya untuk pakaian jadi apa tren baju Idul Fitri 2026," kata Bhima, Senin (9/2/2026).
Pada momentum perayaan keagamaan, produk UMKM yang tersegmentasi dinilai lebih efektif menarik minat konsumen. Produk khas Imlek seperti paket makanan ringan, promosi liburan, hingga aksesori bernuansa perayaan berpotensi mencatat lonjakan permintaan.
Selain itu, komoditas seperti jeruk Mandarin, aneka kue, serta minuman khas juga kerap mengalami peningkatan pembelian.
Sementara itu, saat Ramadan, kebutuhan masyarakat cenderung bergeser pada perangkat ibadah, makanan beku, pakaian jadi, serta promosi transportasi dan perhotelan. Variasi produk ini membuka ruang bagi pelaku UMKM untuk menyesuaikan stok dan strategi pemasaran secara lebih presisi.
Bhima juga menyoroti peluang lain menjelang Lebaran, seperti jasa penitipan hewan peliharaan dan parsel Lebaran yang terus diminati. Ia mengingatkan bahwa produk lokal masih memiliki ruang tumbuh, namun penjual perlu menentukan segmen pasar secara spesifik dan tidak menyasar konsumen umum secara luas tanpa diferensiasi
"Penjualan produk lokal masih punya peluang tumbuh, tapi, akan sangat lokal dan terkait kebutuhan esensial seperti makanan, baju dan transportasi saat mudik,” kata Bhima.
Dalam menghadapi tantangan daya beli masyarakat serta ketidakpastian ekonomi global, ia mendorong kolaborasi antarpelaku UMKM, misalnya melalui bazar kuliner dan perlengkapan Ramadan di sekitar masjid. Langkah kolektif semacam ini dinilai mampu memperluas jangkauan pasar sekaligus menekan biaya promosi.
Pemanfaatan platform digital dan media sosial juga disebut krusial untuk memperkuat promosi produk. Di sisi lain, pengelolaan stok bahan baku perlu disesuaikan dengan proyeksi permintaan agar pelaku UMKM tidak menanggung kerugian akibat kelebihan produksi, terutama saat momentum Imlek dan Ramadan 2026 yang berpotensi meningkatkan konsumsi UMKM secara signifikan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Bansos Agustus 2026 mengacu DTSEN. Cek status penerima, desil, serta cara memperbarui dan menyanggah data melalui kanal resmi.
Kulonprogo mendorong penanganan Jalan Dekso-Samigaluh dan Jembatan Duwet. Jalan ditargetkan masuk anggaran 2027, jembatan masih dikaji.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 13 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan dari Yogyakarta ke Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
BGN meminta makanan MBG yang tidak layak tidak dikonsumsi dan segera dikembalikan ke SPPG untuk diperiksa dan diinvestigasi.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 13 Agustus 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur ke Jogja. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
BGN membuka kanal khusus bagi guru untuk melaporkan keluhan, temuan, dan pengaduan terkait pelaksanaan Program MBG di sekolah.