Libur Sekolah Dongkrak Okupansi Hotel DIY, Tembus 80 Persen
Okupansi hotel di DIY saat libur sekolah mencapai 80%. PHRI mencatat kenaikan tamu, meski biaya operasional hotel meningkat hingga 20%.
Rakerda II DPD Asita DIY Periode 2024–2029 di Royal Ambarrukmo. (istimewa)
Harianjogja.com, JOGJA—Rapat Kerja Daerah (Rakerda) II DPD Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) DIY periode 2024–2029 digelar di Royal Ambarrukmo dengan fokus penguatan inovasi pariwisata dan kolaborasi pemangku kepentingan. Hal ini ditegaskan dalam forum bertema “Go Beyond Ordinary” yang menjadi arah strategis pengembangan industri pariwisata DIY ke depan, Rabu (11/2/2026).
Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata DIY, Ellya Shari, menekankan pentingnya sinergi antarpihak untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) sekaligus memperkuat dampak ekonomi bagi masyarakat lokal melalui sektor pariwisata.
"Serta manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal," ujarnya dalam keterangan resminya, Senin (16/2/2026).
Ketua DPD Asita DIY, Trianto Sunarjati, menjelaskan arah strategis organisasi dalam Rakerda II Asita DIY bertumpu pada tiga pilar utama, yakni inovasi, sinergi, dan harmonisasi. Pilar inovasi difokuskan pada pengembangan produk serta layanan pariwisata yang tetap menjaga nilai budaya dan prinsip keberlanjutan.
Pilar sinergi diarahkan pada penguatan kolaborasi antara asosiasi, pengelola destinasi, pemerintah daerah, serta mitra strategis guna meningkatkan kualitas layanan dan manfaat ekonomi lokal. Adapun harmonisasi bertujuan menyelaraskan kebijakan, standar, dan tata kelola agar seluruh program berjalan terpadu serta memberi dampak jangka panjang bagi industri pariwisata DIY.
"Ketiga pijakan strategis tersebut sejalan dengan tema Rakerda II, Go Beyond Ordinary, yang mengajak seluruh anggota memperkuat asosiasi melalui kreativitas, peningkatan kualitas, dan komitmen kolektif," jelasnya.
Trianto Sunarjati menambahkan tantangan industri pariwisata masa depan menuntut program kerja yang tidak hanya adaptif terhadap perubahan, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata bagi pelaku usaha dan masyarakat. Menurutnya, Rakerda II Asita DIY menjadi mesin penggerak untuk melahirkan program kerja yang relevan dengan kebutuhan zaman.
Ia berharap forum ini dapat menjadi momentum konsolidasi program kerja, penguatan jejaring, serta penetapan langkah strategis bagi kepengurusan periode 2024–2029 dalam mendorong inovasi pariwisata DIY yang berdaya saing.
"Dengan komitmen pada inovasi berkelanjutan, sinergi yang kokoh, dan harmonisasi kebijakan, Asita DIY optimis mendorong kemajuan pariwisata yang inklusif, berdaya saing, dan lestari," lanjutnya.
Melalui Rakerda II Asita DIY tersebut, pelaku industri perjalanan wisata diharapkan mampu memperkuat kualitas layanan, memperluas jaringan kemitraan, serta meningkatkan kontribusi ekonomi sektor pariwisata bagi masyarakat lokal, seiring upaya memperkuat posisi DIY sebagai destinasi unggulan nasional.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Okupansi hotel di DIY saat libur sekolah mencapai 80%. PHRI mencatat kenaikan tamu, meski biaya operasional hotel meningkat hingga 20%.
Satpol PP Jogja menindak pelanggar Kawasan Tanpa Rokok di Malioboro. Tujuh orang kena sanksi, sebagian sudah didenda. Ini aturan dan fakta terbarunya.
Kafe de’Clan Signature di Cipete digeledah terkait kasus korupsi dan TPPU. Jampidsus Febrie Adriansyah membantah keterlibatan. Ini fakta lengkapnya.
Pedagang Beringharjo Khawatir Full Pedestrian Tekan Penjualan, Minta Sosialisasi Kantong Parkir Diperkuat
Rumah pribadi Jampidsus Febrie Adriansyah di Sentul digeledah. Polisi temukan emas dan uang Rp476 miliar. Ini fakta lengkap dan penjelasannya.
Orang tua wajib tahu! Ini panduan cek komposisi nutrisi anak agar tidak salah pilih produk dan tetap sesuai kebutuhan tumbuh kembang.