Asap Bus Trans Jogja Diprotes Warga, Dishub DIY Akui Armada Sudah Uzur
Dishub DIY menanggapi keluhan asap hitam Trans Jogja. Sebanyak 74 persen armada berusia di atas 7 tahun dan tetap menjalani perawatan rutin.
Foto ilustrasi kamar hotel, dibuat menggunakan Artificial Intelligence. - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA —Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia PHRI DIY mencatat tingkat hunian hotel selama libur panjang Imlek 2026 di Daerah Istimewa Yogyakarta rata-rata mencapai 60 persen. Angka tersebut dihitung untuk periode 13–17 Februari 2026.
Ketua PHRI DIY, Deddy Pranowo Eryono, menyebut capaian tersebut masih berada di bawah target asosiasi yang mematok okupansi 70–75 persen secara rata-rata se-DIY. Meski demikian, tingkat hunian di kawasan pusat kota, khususnya Malioboro, tercatat jauh lebih tinggi, yakni berkisar 80 hingga 90 persen.
“Belum sesuai proyeksi, kita yang target 70 persen sampai dengan 75 persen se-DIY,” kata Deddy, Rabu (18/2/2026).
Ia menilai ada sejumlah faktor yang memengaruhi capaian tersebut, mulai dari jarak libur Imlek yang berdekatan dengan Ramadan, maraknya bencana alam, kondisi cuaca yang kurang bersahabat, penurunan daya beli masyarakat, hingga semakin banyaknya pilihan akomodasi nonhotel.
Deddy menjelaskan, hotel yang paling diminati wisatawan selama libur panjang Imlek adalah hotel berbintang tiga hingga lima. Rata-rata lama menginap wisatawan tercatat sekitar dua hari, dengan asal wisatawan didominasi dari DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Jawa Timur.
Sementara itu, Humas DPD Asita DIY, Iwan Sulistyanto, menyampaikan bahwa meski tidak memiliki data kuantitatif resmi, pengamatan di lapangan menunjukkan adanya peningkatan aktivitas wisata dibandingkan hari biasa.
“Secara data Asita memang tidak ada, tapi secara pandangan di lapangan titik-titik keramaian di pusat kota dan destinasi wisata naik sekitar 30 persen dibanding hari biasa,” ujarnya.
Menurut Iwan, lonjakan kunjungan mulai terlihat sejak H-1 libur nasional dan berlangsung hingga akhir masa libur, dengan puncak kedatangan wisatawan terjadi di pertengahan periode liburan.
Ia menambahkan, sejumlah faktor turut mendorong peningkatan kunjungan wisatawan ke DIY, antara lain pemanfaatan libur panjang untuk berwisata bersama keluarga serta kemudahan akses menuju Yogyakarta melalui jalur darat, kereta api, maupun udara.
Selain itu, keberagaman destinasi wisata di DIY, mulai dari wisata budaya, alam, kuliner, hingga wisata buatan, dinilai masih menjadi daya tarik utama bagi berbagai segmen pasar. Aktivitas dan agenda wisata yang beragam juga turut menopang pergerakan wisatawan.
“Cuaca yang relatif kondusif juga mendukung mobilitas wisatawan selama libur panjang,” jelasnya.
Iwan menyebut wisatawan yang berkunjung saat libur Imlek 2026 masih didominasi dari kota-kota di Pulau Jawa, khususnya Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, dan wilayah Jabodetabek. Meski demikian, terdapat pula kunjungan dari beberapa kota besar di luar Pulau Jawa, meski jumlahnya tidak signifikan.
Secara umum, pelaku usaha pariwisata menilai capaian libur Imlek 2026 cukup positif untuk periode kunjungan rendah hingga menengah. Namun, Asita DIY berharap ke depan terjadi pemerataan kunjungan agar tidak terpusat di destinasi tertentu saja.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dishub DIY menanggapi keluhan asap hitam Trans Jogja. Sebanyak 74 persen armada berusia di atas 7 tahun dan tetap menjalani perawatan rutin.
Kemendikdasmen membuka Beasiswa BPI GTK 2026 bagi guru, calon guru, dan tenaga kependidikan. Simak syarat, jadwal pendaftaran, komponen bantuan, dan cara mendaf
Persib Bandung dipastikan berada di Pot 4 ACL Two 2026/2027 setelah Gangwon FC dan Adelaide United gagal lolos ke ACL Elite. Maung Bandung kini menunggu drawing
Flashdisk bekas menyimpan jejak digital yang bisa dipulihkan. Pelajari cara format aman di Windows dan Mac, serta kapan harus menghancurkan fisik perangkat sebe
Dompet Dhuafa melalui Disaster Management Center (DMC) bersama Dompet Dhuafa Volunteer (DDV) Jawa Timur mengerahkan tim respons untuk mendukung operasi pemadam
Pemerintah mulai menyalurkan Bantuan Pangan Beras Tahap II pada 17 Agustus 2026. Sebanyak 33,24 juta keluarga akan menerima 30 kg beras untuk alokasi tiga bulan