Konsultan Kemendikbudristek Divonis 4 Tahun di Kasus Chromebook
Konsultan teknologi Kemendikbudristek Ibrahim Arief divonis 4 tahun penjara dalam kasus korupsi pengadaan Chromebook.
Foto ilustrasi penjual cabai keriting. - Antara
Harianjogja.com, JAKARTA—Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengonfirmasi bahwa harga komoditas cabai mengalami penurunan serentak di tingkat pasar induk hingga pasar rakyat.
Tren positif ini menjadi sinyal kuat terjaganya stabilitas harga pangan nasional pasca-perayaan Idulfitri 1447 Hijriah, sekaligus meringankan beban belanja masyarakat setelah sempat mengalami lonjakan selama bulan Ramadhan.
Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, menjelaskan bahwa harga cabai rawit merah kini mulai melandai dan mendekati Harga Acuan Penjualan (HAP) tingkat konsumen.
"Usai Ramadhan dan Idul Fitri kondisi harga cabai telah menurun dan mendekati harga acuan penjualan tingkat konsumen," ujar Ketut dalam keterangan resminya di Jakarta, Minggu (29/3/2026).
Berdasarkan pantauan terkini di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, harga cabai rawit merah berada di kisaran Rp45.000 hingga Rp60.000 per kilogram (kg) tergantung kualitas. Sementara itu, harga cabai merah keriting terpantau jauh lebih rendah di angka Rp15.000 sampai Rp25.000 per kg.
Kondisi serupa juga ditemui di pasar rakyat seperti Pasar Ciputat, Tangerang Selatan, di mana harga cabai rawit merah stabil di angka Rp60.000 per kg dan cabai merah keriting di kisaran Rp40.000 per kg.
Penurunan harga ini merupakan hasil dari berbagai intervensi pemerintah, salah satunya subsidi biaya kirim pasokan cabai dari sentra produksi di Enrekang, Sulawesi Selatan.
Selain intervensi distribusi, faktor alam juga memegang peranan kunci. Cuaca yang mendukung pada akhir Maret ini mempermudah aktivitas panen petani, yang dibarengi dengan normalnya permintaan masyarakat usai masa libur panjang.
Data Bapanas memproyeksikan produksi bulanan cabai rawit merah selama Maret 2026 mencapai 164,6 ribu ton, atau naik 16,4 persen dibandingkan bulan Februari.
Kenaikan suplai yang signifikan inilah yang secara otomatis mengoreksi harga di pasar-pasar besar, termasuk di Pasar Induk Pare Kediri yang mencatat harga cabai rawit merah terendah di angka Rp33.000 per kg.
Meskipun harga mulai stabil, Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa pemerintah tetap mewaspadai adanya anomali harga akibat praktik spekulan.
Amran menginstruksikan Satgas Pangan di seluruh Indonesia untuk menindak tegas para pedagang perantara (middleman) yang sengaja memainkan harga di atas ketentuan pemerintah.
"Rakyat tidak boleh kesulitan mengakses harga pangan. Satgas Pangan jangan sungkan melakukan penyegelan bila menemukan adanya oknum yang membuat harga pangan naik," tegas Amran.
Melalui sinergi antara peningkatan produksi lokal dan pengawasan distribusi yang ketat, pemerintah optimistis inflasi pangan dari sektor hortikultura dapat tetap terkendali hingga beberapa bulan ke depan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Konsultan teknologi Kemendikbudristek Ibrahim Arief divonis 4 tahun penjara dalam kasus korupsi pengadaan Chromebook.
KPK umumkan harta kekayaan Presiden Prabowo Subianto 2025 mencapai Rp2,06 triliun. Ini rincian lengkap asetnya.
Simak cara cetak STNK setelah bayar pajak online lewat SIGNAL. Praktis, tanpa antre, dan resmi berlaku 2026.
Nadiem Makarim tampil dengan gelang detektor saat sidang kasus korupsi Chromebook Rp2,18 triliun. Kini berstatus tahanan rumah.
Pemkab Magelang perkuat data kependudukan untuk tekan kemiskinan. Inovasi pelayanan cepat hingga 1 jam terus dikembangkan.
Pemda DIY buka peluang bantuan lampu Stadion Mandala Krida, namun masih menunggu persetujuan KPK sebelum realisasi.