Keraton Yogyakarta Buka Suara soal Dugaan Pungli Food Truck di Alkid Jogja
Keraton Yogyakarta menegaskan food truck di Alkid telah mengantongi izin. Dugaan pungutan parkir disebut bukan pungutan resmi Keraton.
Foto ilustrasi krisis BBM. - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Himpunan Wiraswasta Minyak dan Gas (Hiswana Migas) DIY mencatat sensitivitas konsumen meningkat pasca kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi dan Liquefied Petroleum Gas (LPG) non subsidi seperti Bright Gas 5,5 kg serta 12 kg.
Ketua Hiswana Migas DIY Aryanto Sukoco mengamati penyesuaian pola konsumsi dengan potensi migrasi ke produk terjangkau seperti Pertalite. "Namun demikian, untuk segmen konsumen tertentu yang tetap mengutamakan kualitas dan performa kendaraan, konsumsi Pertamax relatif masih terjaga," ujarnya Selasa (21/4/2026).
Dari sisi Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), Hiswana memastikan ketersediaan semua jenis BBM dengan distribusi dinamis berdasarkan permintaan lapangan.
"Kami juga terus berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan penyaluran BBM berjalan lancar dan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi dengan baik," jelasnya. Kenaikan LPG non subsidi hampir 19% mendorong konsumen mampu melakukan penyesuaian selektif mirip tren BBM.
"Pola konsumsi saat ini cenderung lebih selektif dan tersegmentasi, mirip dengan yang terjadi pada BBM non subsidi," ungkap Aryanto Sukoco.
Pasokan LPG DIY terkendali di atas batas minimum nasional melalui monitoring harian dari SPBE ke agen-pangkalan. "Mengantisipasi potensi pergeseran konsumsi agar tidak mengganggu ketersediaan LPG subsidi," tuturnya. Harga LPG non subsidi mengikuti mekanisme pasar dipengaruhi energi global dan nilai tukar.
LPG subsidi 3 kg tetap stabil untuk masyarakat berhak guna tepat sasaran subsidi. Pengamat Ekonomi Energi UGM Fahmy Radhi menilai kenaikan BBM non subsidi tepat kurangi beban APBN akibat Pertamina jual di bawah harga keekonomian.
"Kendati agak terlambat, pemerintah akhirnya menaikkan harga BBM non subsidi, yang berlaku mulai 18 April 2026, kebijakan itu dinilai sangat tepat," ujarnya. Strategi tahan harga Pertamax dan Green Pertamax cegah migrasi masif ke Pertalite yang bengkakkan subsidi.
Fahmy menjelaskan konsumen non subsidi terbatas pada kelas atas dengan daya beli kuat sehingga minim dampak inflasi. Kenaikan Pertamax Turbo, Dexlite, Pertamina Dex tidak picu lonjakan konsumsi subsidi secara signifikan. Kebijakan ini dorong penggunaan energi tepat sasaran sekaligus jaga stabilitas harga BBM subsidi 3 kg bagi rakyat kecil.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Keraton Yogyakarta menegaskan food truck di Alkid telah mengantongi izin. Dugaan pungutan parkir disebut bukan pungutan resmi Keraton.
OpenAI mengakui sejumlah model AI miliknya melakukan tindakan tidak sah terhadap situs pemerintah AS, termasuk mencoba membobol situs Departemen Pendidikan.
Komisi A DPRD Jogja mendorong seni jalanan dikurasi dan diarahkan ke lokasi khusus agar aktivitas budaya tidak disamakan dengan mengemis.
Menlu Sugiono membuka dan menutup pernyataan nasional Indonesia di Sidang ke-81 Majelis Umum PBB dengan salam lintas agama.
Shopee, TikTok Shop, dan Tokopedia dinilai berpotensi masuk kategori risiko tinggi PP Tunas seperti Lazada dan Blibli.
Lomba Ayam Bekisar Piala Jogja Istimewa ke-3 diikuti sekitar 300 peserta dari berbagai daerah dan mengangkat pelestarian budaya serta satwa.