Pembiayaan UMKM DIY Diminta Fokus ke Usaha Produktif dan Prospektif
Pembiayaan UMKM di DIY dinilai perlu difokuskan pada usaha produktif dan prospektif. Penyaluran KUR hingga Juni 2026 mencapai Rp2,74 triliun kepada 48.290 debit
Foto ilustrasi krisis BBM. - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Himpunan Wiraswasta Minyak dan Gas (Hiswana Migas) DIY mencatat sensitivitas konsumen meningkat pasca kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi dan Liquefied Petroleum Gas (LPG) non subsidi seperti Bright Gas 5,5 kg serta 12 kg.
Ketua Hiswana Migas DIY Aryanto Sukoco mengamati penyesuaian pola konsumsi dengan potensi migrasi ke produk terjangkau seperti Pertalite. "Namun demikian, untuk segmen konsumen tertentu yang tetap mengutamakan kualitas dan performa kendaraan, konsumsi Pertamax relatif masih terjaga," ujarnya Selasa (21/4/2026).
Dari sisi Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), Hiswana memastikan ketersediaan semua jenis BBM dengan distribusi dinamis berdasarkan permintaan lapangan.
"Kami juga terus berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan penyaluran BBM berjalan lancar dan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi dengan baik," jelasnya. Kenaikan LPG non subsidi hampir 19% mendorong konsumen mampu melakukan penyesuaian selektif mirip tren BBM.
"Pola konsumsi saat ini cenderung lebih selektif dan tersegmentasi, mirip dengan yang terjadi pada BBM non subsidi," ungkap Aryanto Sukoco.
Pasokan LPG DIY terkendali di atas batas minimum nasional melalui monitoring harian dari SPBE ke agen-pangkalan. "Mengantisipasi potensi pergeseran konsumsi agar tidak mengganggu ketersediaan LPG subsidi," tuturnya. Harga LPG non subsidi mengikuti mekanisme pasar dipengaruhi energi global dan nilai tukar.
LPG subsidi 3 kg tetap stabil untuk masyarakat berhak guna tepat sasaran subsidi. Pengamat Ekonomi Energi UGM Fahmy Radhi menilai kenaikan BBM non subsidi tepat kurangi beban APBN akibat Pertamina jual di bawah harga keekonomian.
"Kendati agak terlambat, pemerintah akhirnya menaikkan harga BBM non subsidi, yang berlaku mulai 18 April 2026, kebijakan itu dinilai sangat tepat," ujarnya. Strategi tahan harga Pertamax dan Green Pertamax cegah migrasi masif ke Pertalite yang bengkakkan subsidi.
Fahmy menjelaskan konsumen non subsidi terbatas pada kelas atas dengan daya beli kuat sehingga minim dampak inflasi. Kenaikan Pertamax Turbo, Dexlite, Pertamina Dex tidak picu lonjakan konsumsi subsidi secara signifikan. Kebijakan ini dorong penggunaan energi tepat sasaran sekaligus jaga stabilitas harga BBM subsidi 3 kg bagi rakyat kecil.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pembiayaan UMKM di DIY dinilai perlu difokuskan pada usaha produktif dan prospektif. Penyaluran KUR hingga Juni 2026 mencapai Rp2,74 triliun kepada 48.290 debit
KY memastikan seleksi hakim agung dan hakim ad hoc MA 2026 transparan. Publik bisa memantau proses dan memberi informasi rekam jejak calon.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 12 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Kereta pertama berangkat 05.05 WIB, tarif tetap Rp8.000.
PSEL Piyungan ditargetkan groundbreaking Desember 2026. Proyek senilai Rp2,5 triliun-Rp3 triliun ini mulai dibangun Januari 2027.
Polisi menyiagakan puluhan personel setelah massa membakar sejumlah kantor pemerintah di Ilaga, Puncak, Papua Tengah.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 12 Agustus 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur ke Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000.