Kekeringan di Ngawi Meluas, 4.403 Warga Terdampak di 7 Kecamatan
Kekeringan di Ngawi meluas hingga 21 desa di tujuh kecamatan. Sebanyak 4.403 jiwa terdampak dan bergantung pada bantuan air bersih.
Kantor Bank Indonesia Jakarta. - Antara
Harianjogja.com, JAKARTA — Bank Indonesia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi nasional pada 2026 berada di kisaran 4,9 hingga 5,7 persen. Proyeksi tersebut disampaikan Gubernur BI, Perry Warjiyo, dalam pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) April 2026.
Menurut Perry, meskipun prospek ekonomi global tengah menghadapi tekanan, perekonomian Indonesia dinilai masih memiliki daya tahan yang cukup baik. Hal ini didukung oleh kuatnya permintaan domestik yang menjadi motor utama pertumbuhan.
Sejumlah indikator menunjukkan ekonomi pada triwulan I 2026 mengalami peningkatan. Konsumsi rumah tangga menjadi salah satu pendorong utama, didukung oleh tingkat kepercayaan masyarakat yang terjaga serta meningkatnya aktivitas belanja selama periode Idulfitri 1447 H.
Selain itu, belanja pemerintah juga mengalami kenaikan, terutama dipicu oleh penyaluran tunjangan hari raya (THR), peningkatan bantuan sosial, serta berbagai insentif fiskal dan transfer ke daerah. Di sisi lain, investasi tetap tumbuh positif, khususnya pada sektor konstruksi yang didorong program prioritas pemerintah.
Meski demikian, Bank Indonesia menilai berbagai kebijakan perlu terus diperkuat untuk mengantisipasi dampak perlambatan ekonomi global. Upaya tersebut difokuskan pada peningkatan permintaan domestik, penciptaan lapangan kerja, serta menjaga ketahanan fiskal.
Dalam RDG yang berlangsung pada 21–22 April 2026, BI juga memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan (BI-Rate) di level 4,75 persen. Sementara itu, suku bunga deposit facility tetap di 3,75 persen dan lending facility di 5,50 persen.
Keputusan ini diambil sebagai langkah menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian global, termasuk dampak konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah yang turut memengaruhi perekonomian dunia.
Perry menegaskan, kebijakan moneter ke depan akan tetap diarahkan untuk menjaga inflasi dalam sasaran 2,5 persen plus minus 1 persen pada 2026 dan 2027. BI juga siap melakukan penyesuaian kebijakan apabila diperlukan guna memastikan stabilitas ekonomi tetap terjaga.
Dengan sinergi antara kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran, serta dukungan pemerintah, Bank Indonesia optimistis pertumbuhan ekonomi nasional dapat tetap terjaga di tengah tantangan global yang dinamis.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Kekeringan di Ngawi meluas hingga 21 desa di tujuh kecamatan. Sebanyak 4.403 jiwa terdampak dan bergantung pada bantuan air bersih.
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin, 12 Oktober 2026 tersedia dalam 15 perjalanan. Simak jam keberangkatan dan tarif tiket Rp8.000.
Pemerintah mencatat setoran Rp57,1 triliun dari Satgas PKH selama 2025–2026, termasuk pajak dan PNBP hasil penertiban kawasan hutan.
Edisi pertama Harry Potter and the Goblet of Fire bertanda tangan J.K. Rowling hadir di BBW 2026 melalui kolaborasi dengan Goldsboro Books.
Polda Sultra menempatkan dua anggota Polres Baubau di patsus selama tujuh hari terkait dugaan penganiayaan dan intimidasi terhadap jurnalis TV One.
Timnas Putri U17 Indonesia mengalahkan Singapura 5-0 dan lolos ke Piala Asia Putri U17 2027 di China dengan sembilan poin sempurna.