Kolaborasi SGM-UGM Perkuat Industri Susu, Ini Hasil Kajian Terbarunya

Newswire
Newswire Kamis, 14 Mei 2026 16:37 WIB
Kolaborasi SGM-UGM Perkuat Industri Susu, Ini Hasil Kajian Terbarunya

Lokakarya bertajuk Sinergi Pemerintah dan Stakeholder dalam Mendukung Produktivitas Susu di Auditorium Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada (UGM), Rabu (13/5/2026).

Harianjogja.com, JOGJA—Upaya memperkuat industri persusuan nasional terus digencarkan. PT Sarihusada Generasi Mahardhika (SGM) menggelar lokakarya bertajuk Sinergi Pemerintah dan Stakeholder dalam Mendukung Produktivitas Susu di Auditorium Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada (UGM), Rabu (13/5/2026).

Kegiatan ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, akademisi, koperasi, pelaku usaha, hingga peternak sapi perah rakyat dari DIY dan Jawa Tengah. Forum ini menjadi ruang kolaborasi untuk mendorong peningkatan produktivitas susu sekaligus memperkuat ketahanan gizi masyarakat.

Program FRESH Jadi Motor Penguatan Peternak

Lokakarya ini merupakan bagian dari Program Farmer Resilience and Enhanced Sustainable Husbandry (FRESH) yang telah berjalan sejak 2023. Program ini digagas SGM bersama Danone Ecosystem, Yayasan Rumah Energi (YRE), serta sejumlah mitra strategis.

FRESH berfokus pada peningkatan kapasitas peternak melalui pelatihan Good Dairy Farming Practices (GDFP), penguatan infrastruktur, inovasi teknologi, hingga akses pembiayaan.

Sejumlah program konkret telah dijalankan, seperti vaksinasi pasca wabah PMK, kredit sapi perah, inovasi pakan, digitalisasi pencatatan peternakan, pembangunan instalasi biogas, hingga pengembangan fasilitas susu pasteurisasi.

PLH Direktur Hilirisasi Hasil Peternakan Kementerian Pertanian RI, Drh. Boethdy Angkasa, mengapresiasi langkah SGM yang dinilai mampu memberikan dampak nyata.

“Peningkatan produktivitas susu nasional tidak bisa dilakukan pemerintah sendiri. Sinergi antara industri, akademisi, koperasi, dan peternak adalah kunci untuk mempercepat kemandirian susu Indonesia,” ujarnya.

Kajian: Peternak Bisa Capai UMR, Ini Syaratnya

Dalam kesempatan tersebut, SGM juga menyerahkan hasil kajian bertajuk Ideal Business Size of Smallholder Farmers kepada pemerintah.

Hasilnya menunjukkan bahwa peternak sapi perah rakyat dapat mencapai penghasilan setara UMR dengan kepemilikan minimal:

Dua ekor sapi laktasi di DIY dan Jawa Tengah

Tiga ekor sapi laktasi di Jawa Timur

Kajian ini juga menekankan pentingnya penerapan GDFP, pengelolaan limbah menjadi biogas, ketersediaan air minum bagi ternak, serta penggunaan peralatan produksi yang optimal.

Kolaborasi Jadi Kunci Keberlanjutan

Wakil Dekan Fakultas Kedokteran Hewan UGM, Prof. Dr. Drh. Aris Haryanto, menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi faktor krusial dalam membangun industri persusuan yang berdaya saing.

“Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi momentum bersama dalam meningkatkan kualitas dan daya saing sektor persusuan sekaligus mendukung kesejahteraan peternak sapi perah rakyat,” ujarnya.

Senada, akademisi IPB Prof. Epi Taufik menilai dukungan riset dan pendampingan teknis sangat penting agar peternak mampu meningkatkan produksi sekaligus menjaga keberlanjutan usaha.

Dampak Lebih Luas: Gizi dan Ekonomi

Komitmen SGM dalam sektor persusuan telah berlangsung sejak lama. Selain memperkuat ekosistem peternakan, upaya ini juga berdampak pada peningkatan kualitas gizi masyarakat.

Susu menjadi sumber penting gizi makro dan mikro yang berperan dalam tumbuh kembang anak, termasuk mendukung pencegahan stunting.

Dengan meningkatnya kesejahteraan peternak dan produksi susu berkualitas, diharapkan industri ini mampu memberikan kontribusi besar bagi ketahanan pangan nasional sekaligus memperkuat ekonomi lokal.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online