Pertamina Hulu Genjot Produksi Migas dan Bisnis Rendah Karbon

Newswire
Newswire Minggu, 24 Mei 2026 10:17 WIB
Pertamina Hulu Genjot Produksi Migas dan Bisnis Rendah Karbon

Logo Pertamina Patra Niaga - ist

Harianjogja.com, JAKARTA— PT Pertamina Hulu Energi (PHE) menegaskan komitmennya menjaga ketahanan energi nasional sekaligus mempercepat transisi energi melalui penerapan strategi Dual Growth Strategy.

Strategi tersebut dijalankan dengan memperkuat bisnis inti sektor hulu minyak dan gas bumi (migas) di saat bersamaan mengembangkan bisnis rendah karbon secara berkelanjutan.

Direktur Manajemen Risiko PHE, Whisnu Bahriansyah, mengatakan perusahaan menerapkan strategi pertumbuhan yang seimbang antara optimalisasi sektor migas dan pengembangan energi rendah emisi.

“PHE menjalankan strategi pertumbuhan yang seimbang antara penguatan bisnis inti migas dan pengembangan bisnis rendah karbon,” ujar Whisnu dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi ANTARA dari Jakarta, Minggu.

PHE Kuasai Produksi Migas Nasional

Whisnu menjelaskan, melalui pendekatan manajemen risiko yang adaptif dan terintegrasi, PHE berupaya memastikan transformasi perusahaan tetap mendukung ketahanan energi nasional sekaligus menciptakan nilai berkelanjutan di masa depan.

Sebagai salah satu tulang punggung sektor hulu migas nasional, PHE saat ini berkontribusi sebesar 65 persen terhadap produksi minyak nasional dan 37 persen produksi gas nasional. Perusahaan juga mengoperasikan sekitar 27 persen blok migas di Indonesia.

Pada 2025, PHE mencatat produksi minyak mencapai 556 ribu barel minyak per hari (MBOPD), sedangkan produksi gas menyentuh 2,75 miliar standar kaki kubik per hari (BSCFD).

Capaian tersebut ditopang oleh 887 pengeboran sumur pengembangan, well service pada 37.266 sumur, serta 1.288 kegiatan workover sepanjang tahun berjalan.

Perkuat Transisi Energi dan Pengurangan Emisi

Di sisi lain, PHE terus memperkuat kontribusi terhadap program transisi energi nasional melalui berbagai inisiatif keberlanjutan berbasis Environmental, Social, and Governance (ESG).

Perusahaan berhasil mempertahankan peringkat MSCI ESG “BBB”, menjalankan lebih dari 808 program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), serta menurunkan emisi karbon hingga 1.619.564 ton CO₂e.

Selain itu, PHE juga mengembangkan proyek Carbon Capture & Storage (CCS) dan Carbon Capture, Utilization & Storage (CCUS) bersama sejumlah mitra global. Hingga 2030, kapasitas penyimpanan karbon yang direncanakan mencapai 7,3 gigaton.

Deretan Proyek Strategis PHE

Sepanjang 2024 hingga 2025, PHE mencatat sejumlah capaian strategis di sektor hulu migas nasional. Salah satunya proyek injeksi CO₂ Sukowati yang diperkirakan mampu meningkatkan perolehan minyak hingga 19,2 juta barel.

Perusahaan juga menemukan sumber daya 2C di Tedong sebesar 108,05 juta barel setara minyak (BOE) serta menjalankan implementasi Multi Stage Fracturing pertama di sumur horizontal Kotabatak.

Capaian lain yang berhasil direalisasikan antara lain:

Pengembangan North Duri A14 melalui injeksi steamflood pertama untuk Enhanced Oil Recovery (EOR).
Onstream Greenfield Akasia dengan produksi awal mencapai 3.200 barel minyak per hari (BOPD).
Produksi Lapangan Padang Pancuran I dengan estimasi cadangan 1,1 juta barel minyak.
Pengembangan proyek EOR Chemical di Area Minas.
Onstream Area of Interest Sisi Nubi dengan kapasitas produksi 70 MMSCFD.
Pengembangan sumur Step Out Abab sebagai bagian revitalisasi brownfield.
Siapkan Proyek Natuna dan Teknologi AI

Memasuki 2026 dan seterusnya, PHE menyiapkan sejumlah proyek strategis lanjutan, termasuk pengembangan Blok Lavender di Laut Natuna Timur, Greenfield OO-OX ONWJ, eksplorasi laut dalam di Natuna Timur, hingga proyek migas nonkonvensional (MNK) di Wilayah Kerja Rokan.

Perusahaan juga mulai mengembangkan pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) untuk mendukung operasi pengeboran, integrasi manajemen aset, dan pengembangan subsurface yang lebih efektif serta efisien.

Sementara itu, proyek CCS Asri Basin menjadi salah satu fokus pengembangan masa depan perusahaan dengan target potensi penyimpanan karbon mencapai 2,9 gigaton.

“PHE akan terus berinvestasi dalam pengelolaan operasi dan bisnis hulu migas sesuai prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG),” kata Whisnu.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online