Ronaldo dan Messi Jadi Miliarder di Piala Dunia 2026

Jumali
Jumali Jum'at, 12 Juni 2026 13:27 WIB
Ronaldo dan Messi Jadi Miliarder di Piala Dunia 2026

Reaksi Cristiano Ronaldo saat Portugal kalah di pertandingan perempat final Piala Dunia FIFA Qatar 2022 dengan Maroko di Stadion Al Thumama, Doha, Qatar, 10 Desember 2022./Reuters

Harianjogja.com, JOGJA—Piala Dunia 2026 tidak hanya mencatat sejarah sebagai turnamen terbesar dengan 48 peserta dan 104 pertandingan, tetapi juga menjadi panggung bagi para pesepak bola dengan pendapatan fantastis. Untuk pertama kalinya, ajang yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko ini menghadirkan dua pemain aktif berstatus miliarder, yakni Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi.

Laporan Forbes mencatat, 11 pemain dengan bayaran tertinggi di Piala Dunia 2026 diperkirakan mengantongi total pendapatan mencapai US$950 juta atau sekitar Rp15,4 triliun (kurs Rp16.250/US$) dalam 12 bulan terakhir. Ronaldo dan Messi kembali menjadi sorotan utama sebagai magnet terbesar turnamen yang berlangsung hingga 19 Juli 2026.

Ronaldo dan Messi cetak sejarah baru

Keduanya mencatat sejarah sebagai pemain aktif pertama yang berstatus miliarder di ajang Piala Dunia. Kehadiran mereka diprediksi menjadi salah satu daya tarik terbesar turnamen, sekaligus menandai perubahan besar dalam ekonomi sepak bola modern yang kini sangat dipengaruhi nilai komersial global.

Daftar 11 pemain dengan pendapatan tertinggi versi Forbes

  1. Cristiano Ronaldo (Portugal) — Rp5,4 triliun
    Kapten Portugal berusia 41 tahun ini masih menjadi atlet dengan pendapatan tertinggi di dunia lintas olahraga. Forbes memperkirakan Ronaldo meraih US$300 juta, terdiri dari US$235 juta gaji dan bonus serta US$65 juta dari sponsor dan bisnis. Kekayaannya kini mencapai US$1,2 miliar.
  2. Lionel Messi (Argentina) — Rp2,5 triliun
    Bintang Inter Miami ini memperoleh US$140 juta, masing-masing US$70 juta dari lapangan dan US$70 juta dari komersial. Kekayaannya diperkirakan mencapai US$1,1 miliar.
  3. Kylian Mbappe (Prancis) — Rp2,4 triliun
    Striker Real Madrid ini mengantongi US$95 juta, terdiri dari gaji dan sponsor.
  4. Erling Haaland (Norwegia) — Rp1,4 triliun
    Penyerang Manchester City ini meraih US$80 juta dalam setahun terakhir.
  5. Vinicius Junior (Brasil) — Rp1 triliun
    Pemain Real Madrid ini mencatat pendapatan US$60 juta, dengan kontribusi besar dari sponsor.
  6. Mohamed Salah (Mesir) — Rp990 miliar
    Salah tetap menjadi salah satu ikon sepak bola Afrika dan Timur Tengah dengan pendapatan US$55 juta.
  7. Sadio Mane (Senegal) — Rp972 miliar
    Pemain Al Nassr ini meraih US$54 juta dalam setahun.
  8. Jude Bellingham (Inggris) — Rp790 miliar
    Gelandang Real Madrid ini memperoleh US$44 juta berkat performa dan nilai komersialnya.
  9. Lamine Yamal (Spanyol) — Rp770 miliar
    Meski baru 18 tahun, Yamal sudah menghasilkan US$43 juta dan menjadi incaran sponsor.
  10. Harry Kane (Inggris) — Rp750 miliar
    Kapten Inggris ini mencatat pendapatan US$42 juta bersama Bayern Munich.
  11. Neymar (Brasil) — Rp684 miliar
    Meski sering cedera, Neymar tetap meraih US$38 juta, mayoritas dari sektor komersial.

Ekonomi sepak bola makin kuat

Menurut Forbes, angka tersebut mencakup gaji, bonus, hak citra, dan endorsement selama 12 bulan terakhir, namun tidak termasuk pajak, investasi, dan komisi agen. Tren ini menunjukkan bagaimana pemain kini tidak hanya menjadi atlet, tetapi juga merek global bernilai tinggi.

Ronaldo dan Messi disebut berbeda dari miliarder olahraga lain seperti Michael Jordan atau Roger Federer, karena kekayaan mereka banyak dibangun dari gaji bermain selama karier aktif. Ronaldo didukung kontrak besar, kesepakatan global, dan merek CR7, sementara Messi mengandalkan pendapatan karier di Amerika Serikat, investasi, hingga kepemilikan bisnis seperti Inter Miami dan merek minuman.

Fenomena ini menegaskan bahwa Piala Dunia 2026 bukan hanya soal persaingan di lapangan, tetapi juga cerminan pergeseran besar ekonomi industri sepak bola dunia.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online