Karhutla Meluas, Pemerintah Kerahkan 64 Pesawat dan 54.394 Personel
Pemerintah mengerahkan 64 pesawat dan 54.394 personel untuk menangani karhutla. Hotspot terdeteksi 1.323 titik hingga 19 September 2026.
Komoditas bunga mawar di Pasar Bunga Rawa Belong, Jakarta Barat, Minggu (14/6/2026). ANTARA/HO-Dokumentasi Pribadi
Harianjogja.com, JAKARTA — Harga bunga mawar di Pasar Bunga Rawa Belong, Jakarta Barat, melonjak tajam dalam dua pekan terakhir. Kenaikan bahkan mencapai lebih dari dua kali lipat, dipicu oleh kombinasi kelangkaan pasokan dan lonjakan permintaan selama musim kelulusan dan wisuda sekolah.
Para pedagang menyebut kondisi ini sebagai siklus musiman yang hampir selalu terjadi setiap pertengahan tahun. Namun, kali ini lonjakannya tergolong ekstrem karena pasokan dari sentra produksi belum sepenuhnya stabil.
Dani (23), pedagang di kios Indah Florist, mengungkapkan hampir semua jenis mawar favorit konsumen mengalami kelangkaan. Dampaknya, harga di tingkat grosir ikut terkerek signifikan.
“Biasanya Rp50 ribu per ikat, sekarang bisa tembus Rp120 ribu di tingkat pedagang. Mau tidak mau kami harus menyesuaikan harga jual,” ujarnya, Minggu (14/6/2026).
Kenaikan harga di level hulu langsung berdampak pada konsumen. Saat ini, harga mawar eceran bisa mencapai Rp170 ribu per ikat, tergantung kondisi stok harian. Meski demikian, permintaan belum sepenuhnya turun karena bunga mawar masih menjadi simbol utama dalam momen kelulusan.
Pedagang lain, Gatot, menilai tren ini sangat dipengaruhi tingginya kebutuhan untuk acara wisuda. Buket bunga masih menjadi pilihan populer sebagai hadiah, sehingga permintaan tetap kuat meski harga melonjak.
Namun, ia memperkirakan kondisi ini tidak akan berlangsung lama. Dalam waktu dekat, pasokan dari daerah produsen diprediksi kembali normal sehingga harga berpotensi turun.
“Kalau stok sudah lancar lagi, kemungkinan minggu depan harga mulai turun,” katanya.
Lonjakan harga ini juga memberi tekanan besar bagi pelaku usaha florist dan perangkai bunga. Mereka harus mencari strategi agar tetap bertahan tanpa kehilangan pelanggan.
Nadia (23), perajin buket bunga di kawasan Rawa Belong, mengaku menghadapi dilema antara menaikkan harga atau mempertahankan pelanggan. Ia memilih menaikkan harga secara bertahap dengan margin tipis.
“Untuk buket standar yang biasanya Rp150 ribu sampai Rp200 ribu, sekarang naik sedikit saja, sekitar Rp5.000. Kalau terlalu tinggi, pelanggan bisa lari,” jelasnya.
Menurut Nadia, di tengah kondisi seperti ini, keuntungan usaha tidak lagi bergantung pada margin besar, melainkan pada volume penjualan. Untungnya, momentum wisuda tetap mampu menjaga jumlah pesanan.
Kondisi ini menunjukkan dinamika unik pasar bunga, di mana faktor musiman, pasokan, dan tren sosial saling memengaruhi. Jika pasokan segera pulih, harga mawar diprediksi kembali stabil dalam waktu dekat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Pemerintah mengerahkan 64 pesawat dan 54.394 personel untuk menangani karhutla. Hotspot terdeteksi 1.323 titik hingga 19 September 2026.
YAO disebut menduduki puncak tangga lagu Jepang lewat FOR OKINAWA. Simak pesan budaya Okinawa dan kolaborasi Awich, CHICO CARLITO, ONE OK ROCK, serta Paledusk
Jorge Martin finis kedua di MotoGP Austria 2026 setelah ban belakang motornya aus. Ia kini kembali memimpin klasemen dengan keunggulan 12 poin.
SPPG Muntuk Bantul berhenti beroperasi setelah pegawainya viral. Pemkab menyebut dapur tersebut sedang dalam masa cooling down.
Nusron Wahid hadir dalam rapat RUU Reforma Agraria yang dipimpin Dasco. RUU tersebut telah disetujui menjadi usul inisiatif DPR.
Omzet pedagang pasar tradisional Bantul turun 17 persen. DPRD menyoroti transaksi online dan kondisi pasar yang kurang representatif.