Ribuan Pegawai Samsung Mulai Gunakan ChatGPT Enterprise

Jumali
Jumali Selasa, 23 Juni 2026 12:57 WIB
Ribuan Pegawai Samsung Mulai Gunakan ChatGPT Enterprise

Kantor Samsung di Seoul Korea Selatan - Bisnis.com

Harianjogja.com, JOGJA— Samsung Electronics mempercepat transformasi kecerdasan buatan (AI) di lingkungan kerja dengan memberikan akses ChatGPT Enterprise dan Codex kepada karyawan di berbagai divisi perusahaan.

Langkah ini menjadi salah satu implementasi teknologi OpenAI berskala terbesar di dunia korporasi dan diproyeksikan mengubah cara pegawai bekerja, berkolaborasi, hingga mengembangkan produk.

Kebijakan tersebut diumumkan setelah Samsung dan OpenAI memperluas kerja sama yang sebelumnya telah terjalin di sektor semikonduktor. Jika sebelumnya hubungan kedua perusahaan lebih banyak berkaitan dengan rantai pasok teknologi AI, kini kolaborasi berkembang ke pemanfaatan AI generatif dalam aktivitas operasional sehari-hari.

GSM Arena mengungkapkan, melalui implementasi ini, karyawan Samsung dapat memanfaatkan ChatGPT Enterprise untuk mencari informasi, menyusun dokumen, menganalisis data, merancang ide, hingga mendukung berbagai pekerjaan administratif maupun strategis.

Sementara itu, Codex akan digunakan untuk membantu pengembangan perangkat lunak, peninjauan kode program, perbaikan bug, otomatisasi proses kerja, serta mendukung kolaborasi antartim dalam proyek teknologi.

Cakupan implementasi tersebut tergolong luas. Samsung memberikan akses kepada seluruh karyawan Samsung Electronics di Korea Selatan serta pekerja global yang berada di bawah Divisi Device eXperience (DX). Langkah ini menjadikan Samsung sebagai salah satu perusahaan dengan penerapan layanan OpenAI terbesar di sektor enterprise.

Perusahaan menegaskan penggunaan AI akan tetap berada dalam kerangka tata kelola dan keamanan internal. Bussiness Korea menyatakan, Samsung akan memanfaatkan berbagai fitur keamanan yang tersedia pada ChatGPT Enterprise, termasuk pengelolaan akses, perlindungan data perusahaan, dan kontrol penggunaan informasi sensitif.

Kebijakan baru ini menarik perhatian karena berbeda dengan sikap Samsung beberapa tahun lalu. Pada 2023, perusahaan sempat membatasi penggunaan layanan AI generatif setelah muncul kasus kebocoran kode internal melalui ChatGPT.

Namun, perkembangan teknologi AI yang semakin matang membuat perusahaan kini memilih pendekatan berbeda, yakni mengelola penggunaan AI melalui sistem yang terkontrol dan terintegrasi dengan kebijakan keamanan perusahaan.

Di sisi lain, OpenAI mencatat pertumbuhan penggunaan Codex yang signifikan. Platform tersebut disebut telah digunakan lebih dari 5 juta pengguna di berbagai negara. Di Korea Selatan, jumlah pengguna aktif mingguan Codex dilaporkan meningkat hampir 800 persen sejak Februari 2026.

Menariknya, penggunaan Codex tidak lagi didominasi oleh kalangan programmer. Sekitar 20 persen pengguna saat ini berasal dari profesi nonteknis yang memanfaatkan AI untuk mendukung produktivitas kerja dan pengolahan informasi.

Langkah Samsung juga sejalan dengan strategi AI perusahaan yang terus diperluas dalam beberapa tahun terakhir. Selain mengembangkan Galaxy AI pada ekosistem perangkat Galaxy dan One UI, Samsung telah meluncurkan inisiatif AI Transformation (AX) sebagai bagian dari transformasi digital perusahaan.

Divisi DX bahkan telah mulai mengoperasikan sejumlah layanan AI generatif eksternal, termasuk ChatGPT dari OpenAI, Gemini Enterprise dari Google, dan Claude dari Anthropic.

Tren adopsi AI di Korea Selatan juga semakin meluas. Sejumlah perusahaan besar seperti LG Electronics, LG Uplus, LG CNS, Samsung SDS, Krafton, Toss, Musinsa, dan Korea Zinc telah memanfaatkan layanan OpenAI untuk mendukung aktivitas bisnis mereka. Di sektor pendidikan, Seoul National University turut menyediakan layanan ChatGPT Edu bagi puluhan ribu mahasiswa dan pegawai.

Bagi dunia kerja, keputusan Samsung menjadi gambaran bagaimana AI semakin terintegrasi dalam aktivitas profesional. Teknologi ini tidak lagi hanya digunakan untuk eksperimen, melainkan mulai menjadi alat pendukung utama yang membantu meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan kecepatan pengambilan keputusan di lingkungan perusahaan modern.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online