Paspor Swedia Jadi Terkuat di Dunia, Indonesia Masih Peringkat 119
Swedia menjadi pemilik paspor terkuat dunia 2026 versi Global Passport Index. Indonesia berada di peringkat 119 dari 197 negara.
Foto ilustrasi mobile banking. - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Kemudahan bertransaksi melalui Mobile Banking (m-Banking) kini bagaikan pisau bermata dua. Di satu sisi, masyarakat bisa menikmati berbagai layanan perbankan hanya lewat genggaman tangan. Namun di sisi lain, kecerobohan kecil kerap menjadi celah bagi pelaku kejahatan siber membobol rekening dan menguras habis tabungan nasabah.
Data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan bahwa kasus penipuan digital banking terus meningkat setiap tahunnya, dengan modus yang semakin canggih, mulai dari pencurian data pribadi hingga phishing yang menyamar sebagai pihak bank. Para nasabah diimbau untuk tidak lengah karena keamanan digital saat ini menjadi tanggung jawab bersama antara bank dan pengguna.
Untuk melindungi diri dari berbagai modus kejahatan di era digital, OJK melalui laman resminya membagikan sejumlah panduan penting yang wajib diketahui oleh setiap pemilik rekening. Panduan ini menjadi benteng pertahanan awal bagi nasabah agar tidak menjadi korban berikutnya.
11 Tips Penting Menghindari Kejahatan Digital Banking
Berikut adalah 11 langkah praktis yang dapat Anda terapkan untuk menjaga keamanan transaksi perbankan digital Anda:
1. Jaga Kerahasiaan Kode Akses
Kode akses dan Personal Identification Number (PIN) adalah kunci utama rekening Anda. Jangan pernah memberitahukannya kepada siapa pun, termasuk pihak yang mengaku sebagai pegawai bank. Petugas bank tidak akan pernah meminta PIN atau kode akses nasabah melalui telepon, SMS, atau media sosial.
2. Hindari Mencatat PIN di Tempat Terbuka
Kebiasaan mencatat PIN atau kode akses di buku catatan, dompet, atau di ponsel sering menjadi penyebab utama pembobolan rekening. Jika Anda harus mencatatnya, simpan di tempat yang aman dan tidak mudah dijangkau orang lain.
3. Periksa Transaksi Sebelum Konfirmasi
Sebelum menekan tombol konfirmasi pada setiap transaksi, luangkan waktu sejenak untuk memeriksa kembali nominal, nomor rekening tujuan, dan jenis transaksi yang akan dilakukan. Kesalahan kecil bisa berakibat fatal.
4. Tunggu Respon Balik Transaksi
Setelah melakukan transaksi, tunggulah beberapa saat hingga menerima respon balik. Jika tidak ada notifikasi atau terjadi keanehan pada respons yang diterima, segera hubungi bank atau cek saldo secara manual di ATM terdekat.
5. Cek Notifikasi Transaksi Secara Teliti
Setiap kali bertransaksi, nasabah akan menerima pesan notifikasi melalui SMS atau email. Biasakan untuk memeriksa secara teliti isi notifikasi tersebut. Jika menemukan transaksi yang tidak Anda lakukan atau mencurigakan, segera hubungi call center bank untuk memblokir rekening sementara.
6. Segera Ganti PIN Jika Terpapar
Jika Anda merasa PIN atau kode akses Anda diketahui oleh orang lain, jangan tunda. Segera lakukan penggantian PIN melalui ATM, m-Banking, atau datang langsung ke cabang bank terdekat.
7. Laporkan SIM Card Hilang
Jika SIM Card GSM Anda hilang, dicuri, atau dipindahtangankan kepada pihak lain, segera beritahukan ke cabang bank terdekat atau laporkan ke call center bank tersebut. SIM Card yang jatuh ke tangan yang salah dapat digunakan untuk mengakses akun mobile banking Anda.
8. Waspadai Aplikasi atau Link Mencurigakan
Berhati-hatilah dengan aplikasi di internet yang merupakan spam atau malware yang mungkin dapat mencuri data-data pribadi dan menyalahgunakannya di kemudian hari. Jangan pernah mengunduh aplikasi dari sumber tidak resmi atau mengklik tautan yang mencurigakan meskipun mengatasnamakan bank.
9. Hindari Transaksi di Jaringan Publik
Hindari melakukan transaksi internet di tempat umum seperti warnet atau menggunakan WIFI gratis. Data-data kita berpotensi dicuri oleh pihak lain dalam jaringan yang sama. Gunakan jaringan pribadi yang aman saat bertransaksi.
10. Jangan Lupa Log Out
Ini mungkin terdengar sepele, tetapi kebiasaan log out setelah selesai bertransaksi di internet banking sangat penting. Jangan hanya menutup aplikasi tanpa melakukan proses keluar secara resmi, karena sesi aktif Anda masih bisa dimanfaatkan oleh orang lain.
11. Hapus Data di Ponsel Lama
Jika berganti ponsel, pastikan bahwa semua data-data sudah terhapus secara permanen untuk menghindari penyalahgunaan oleh pihak lain yang menggunakan ponsel tersebut. Lakukan reset ulang pabrik (factory reset) dan hapus semua data aplikasi perbankan Anda.
Di era digital yang serba cepat ini, kewaspadaan dan edukasi adalah kunci utama. Dengan mengikuti 11 tips dari OJK ini, nasabah dapat meminimalkan risiko kehilangan dana akibat kejahatan siber. Ingat, keamanan rekening Anda dimulai dari diri Anda sendiri, bukan hanya dari sistem keamanan bank.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Swedia menjadi pemilik paspor terkuat dunia 2026 versi Global Passport Index. Indonesia berada di peringkat 119 dari 197 negara.
Taylor Swift dan Travis Kelce resmi menikah di Madison Square Garden, New York. Upacara dipimpin Adam Sandler dan dihadiri sekitar 1.000 tamu.
Lionel Messi memimpin daftar top skor Piala Dunia 2026 dengan 7 gol. Mbappe menguntit dengan 6 gol jelang babak 16 besar.
KPK akan mengevaluasi program pencegahan korupsi setelah dua kepala daerah yang sebelumnya menjabat Plt bupati kembali terjerat OTT.
Vozinha tampil heroik meski Cape Verde kalah 2-3 dari Argentina. Kiper 40 tahun itu mencatat delapan penyelamatan dan beberapa kali menggagalkan peluang Lionel
Video konvoi motor berbahaya di Dlingo viral. Polres Bantul mengamankan 11 pelajar dan mendalami dugaan pelanggaran lalu lintas.