BRI Setor Rp19,1 Triliun ke Negara di Awal 2026

Newswire
Newswire Selasa, 14 Juli 2026 18:32 WIB
BRI Setor Rp19,1 Triliun ke Negara di Awal 2026

ATM BRI.ist

Harianjogja.com, JAKARTA—PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu penyumbang pajak terbesar di industri keuangan nasional. Momentum Hari Pajak Nasional yang diperingati setiap 14 Juli dimanfaatkan BRI untuk menegaskan komitmennya dalam mendukung penerimaan negara dan pembangunan ekonomi berkelanjutan.

Sepanjang kuartal I 2026, BRI mencatat total setoran kepada negara mencapai Rp19,1 triliun. Nilai tersebut terdiri atas kontribusi pajak sebesar Rp8,1 triliun dan dividen sebesar Rp11 triliun. Capaian ini menunjukkan konsistensi kinerja BRI di tengah dinamika ekonomi global yang masih penuh tekanan.

Jika ditarik dalam tiga tahun terakhir, kontribusi BRI terhadap negara tergolong stabil dengan tren tinggi. Pada 2023, total setoran mencapai Rp50,5 triliun, yang terdiri atas Rp27,3 triliun pajak dan Rp23,2 triliun dividen. Kemudian meningkat pada 2024 menjadi Rp57,6 triliun, dengan komposisi Rp31,9 triliun pajak dan Rp25,7 triliun dividen. Sementara pada 2025, BRI menyumbang Rp55,8 triliun, terdiri dari Rp28,1 triliun pajak dan Rp27,7 triliun dividen.

Kontribusi tersebut mencakup berbagai jenis kewajiban perpajakan, mulai dari Pajak Penghasilan (PPh), Pajak Pertambahan Nilai (PPN), hingga pajak daerah dan bea meterai. Hal ini menegaskan peran strategis BRI dalam menopang struktur fiskal nasional.

Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, menegaskan bahwa kepatuhan pajak merupakan bagian dari tanggung jawab korporasi sekaligus kontribusi nyata terhadap kemajuan bangsa. Menurutnya, kontribusi yang konsisten tersebut tidak terlepas dari kinerja fundamental perusahaan yang tetap solid.

Kinerja tersebut tercermin dari capaian keuangan hingga kuartal I 2026. BRI Group membukukan laba bersih sebesar Rp15,5 triliun. Total aset tercatat mencapai Rp2.250 triliun atau tumbuh 7,2% secara tahunan. Penyaluran kredit dan pembiayaan meningkat 13,7% menjadi Rp1.562 triliun.

Di sisi lain, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp1.555,1 triliun atau tumbuh 9,4% yoy. Komposisi dana murah atau CASA juga semakin dominan, mencapai Rp1.058,6 triliun atau 68,07% dari total DPK.

Hery menambahkan, sinergi bersama Danantara Indonesia menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong penciptaan nilai yang berkelanjutan. Ke depan, BRI akan terus memperkuat pertumbuhan bisnis yang berkualitas agar kontribusi terhadap negara, khususnya melalui pajak, semakin optimal.

Dengan kinerja yang solid dan komitmen terhadap kepatuhan fiskal, BRI optimistis dapat terus menjadi motor penggerak ekonomi nasional sekaligus mitra strategis pemerintah dalam mendukung pembangunan Indonesia.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online