Transaksi Emas Digital Melonjak 601 Persen, Tembus Rp172,7 Triliun

Hafiyyan
Hafiyyan Sabtu, 25 Juli 2026 10:17 WIB
Transaksi Emas Digital Melonjak 601 Persen, Tembus Rp172,7 Triliun

Produk emas Antam. - Antara

Harianjogja.com, JAKARTA—Minat masyarakat terhadap investasi emas digital terus menunjukkan tren positif sepanjang semester I/2026. Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) mencatat nilai transaksi perdagangan pasar fisik emas secara digital mencapai Rp172,7 triliun pada periode Januari-Juni 2026, melonjak 601% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp24,6 triliun.

Lonjakan tersebut juga tercermin dari volume transaksi. Berdasarkan data ICDX, perdagangan emas digital sepanjang enam bulan pertama 2026 mencapai 66.372.367 gram atau tumbuh 338% dibandingkan semester I/2025 yang tercatat sebanyak 15.149.074 gram.

Ketua Persatuan Pedagang Emas Digital Indonesia (PPEDI) Anang Samsudin mengatakan peningkatan transaksi emas digital dipengaruhi semakin baiknya pemahaman masyarakat mengenai instrumen investasi tersebut. Di sisi lain, pergerakan harga emas yang fluktuatif turut mendorong investor menjadikan emas digital sebagai salah satu pilihan diversifikasi aset.

"Pertumbuhan transaksi emas digital pada semester I/2026 didorong oleh semakin tingginya literasi masyarakat mengenai emas digital serta volatilitas harga emas yang cukup tinggi, sehingga emas digital menjadi salah satu pilihan investor untuk melakukan diversifikasi aset maupun menyimpannya sebagai bagian dari perencanaan keuangan jangka panjang," kata Anang dalam keterangan resmi, Jumat (24/7/2026).

Menurut Anang, PPEDI terus mengajak seluruh anggotanya memperluas literasi masyarakat sekaligus mengembangkan pasar emas digital melalui kolaborasi dengan berbagai pihak.

Ia menambahkan, aspek perlindungan dan keamanan investor tetap menjadi perhatian utama. PPEDI juga terus berkoordinasi dengan regulator dan pemangku kepentingan guna memastikan setiap transaksi didukung emas fisik dengan rasio 1:1 sebagai aset dasar (underlying asset) kepemilikan emas digital.

Minat Investasi Masyarakat Terus Meningkat

Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Utama ICDX Nursalam menilai peningkatan transaksi tersebut menunjukkan semakin besarnya kepercayaan masyarakat terhadap emas digital sebagai salah satu instrumen investasi.

"Sebagai bursa, ICDX akan terus menjaga independensi dan transparansi perdagangan, serta menjalankan literasi dan edukasi berkelanjutan bersama regulator maupun pedagang emas digital," ujarnya.

Saat ini terdapat enam perusahaan pedagang emas digital yang menjadi anggota bursa ICDX, yaitu:

PT Indogold Makmur Sejahtera (Indogold)
PT Indonesia Logam Pratama (Treasury)
PT Laku Emas Indonesia (Laku Emas)
PT Syariah Koin Indonesia (ShariaCoin)
PT Aneka Tambang (Persero) Tbk. (Brankas LM)
PT Pluang Emas Sejahtera (Pluang)

ICDX Perkuat Ekosistem Pasar Bullion Nasional

Selain mencatat pertumbuhan transaksi, ICDX juga terus memperkuat ekosistem perdagangan emas nasional. Salah satunya dengan bergabung sebagai anggota Indonesia Bullion Market Association (IBMA).

IBMA merupakan asosiasi yang dibentuk oleh pelaku industri bullion untuk mendorong pengembangan pasar bullion nasional yang kredibel, efisien, dan berkelanjutan melalui standardisasi, edukasi, serta penguatan ekosistem industri.

Selain ICDX, anggota IBMA terdiri atas:

PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk.
PT Pegadaian (Persero)
PT Amman Mineral Internasional Tbk.
PT Untung Bersama Sejahtera
PT Laku Emas Indonesia
PT Brinks Solutions Indonesia
PT Central Mega Kencana
PT Hartadinata Abadi Tbk.
PT Pegadaian Galeri Dua Empat (Galeri 24)
PT Sentral Kreasi Kencana

Pertumbuhan transaksi yang mencapai ratusan triliun rupiah tersebut memperlihatkan bahwa emas digital semakin menjadi salah satu instrumen investasi yang dipertimbangkan masyarakat, seiring meningkatnya literasi keuangan dan penguatan ekosistem perdagangan emas nasional.

Keyword/Tag:

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Artikel Penulis