Wabah Ebola di Kongo Meluas, 3,5 Juta Orang Terancam Krisis Pangan
Wabah Ebola telah menyebar ke delapan provinsi RD Kongo. WFP menyebut hampir 3,5 juta orang menghadapi krisis pangan akut.
Ilustrasi Bitcoin. Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Harga Bitcoin (BTC) kembali menyentuh level 65.500 dolar AS atau menjadi posisi tertinggi dalam sekitar lima pekan terakhir. Penguatan tersebut juga diikuti aset kripto berkapitalisasi besar lainnya, termasuk Ethereum (ETH) yang diperdagangkan di kisaran 1.880 dolar AS, seiring membaiknya sentimen di pasar aset digital.
Menguatnya harga aset kripto dinilai tidak hanya dipengaruhi pergerakan jangka pendek, tetapi juga didorong kombinasi perkembangan regulasi, meningkatnya optimisme investor institusi, serta perhatian pasar terhadap sejumlah agenda ekonomi global yang akan datang.
Regulasi dan Investor Institusi Dorong Optimisme
Chief Marketing Officer Indodax Aloysia Dian mengatakan pembentukan harga aset kripto kini semakin dipengaruhi faktor fundamental. Menurutnya, dinamika pasar menunjukkan industri aset kripto semakin matang karena dipengaruhi kebijakan ekonomi, perkembangan regulasi, hingga partisipasi investor institusi.
"Pergerakan pasar kali ini menunjukkan semakin matangnya dinamika industri aset kripto, dimana pembentukan harga semakin dipengaruhi oleh berbagai faktor fundamental, mulai dari kebijakan ekonomi, perkembangan regulasi, hingga partisipasi investor institusi," ujar Aloysia dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.
Ia menambahkan, kenaikan harga tidak hanya terjadi pada Bitcoin, tetapi juga sejumlah aset kripto berkapitalisasi besar lainnya. Kondisi tersebut menunjukkan sentimen positif mulai dirasakan secara lebih luas di pasar.
"Namun demikian, investor tetap perlu mencermati berbagai faktor fundamental yang dapat mempengaruhi volatilitas pasar ke depan,” ujarnya.
Perkembangan Regulasi AS Jadi Sorotan
Aloysia menjelaskan salah satu faktor yang memperkuat optimisme pasar adalah semakin jelasnya arah pembahasan regulasi aset kripto di Amerika Serikat.
Menurutnya, kepastian regulasi dari negara dengan pasar keuangan besar dapat meningkatkan kepercayaan pelaku pasar, memberikan kepastian hukum bagi industri aset kripto, sekaligus mendorong partisipasi investor institusi dalam jangka panjang.
Dalam beberapa hari terakhir, pembahasan CLARITY Act kembali menunjukkan perkembangan positif setelah kerangka etika regulasi tersebut disetujui. Perkembangan ini menjadi salah satu sentimen yang diperhatikan pelaku pasar karena memberikan harapan terhadap terbentuknya ekosistem aset digital yang semakin jelas dan terstruktur.
Arus Dana ETF Bitcoin Tetap Positif
Selain faktor regulasi, minat investor institusi terhadap Bitcoin juga masih terjaga. Berdasarkan data SoSoValue, Spot Bitcoin ETF di Amerika Serikat mencatat arus dana bersih (net inflow) selama dua hari perdagangan pada 20–21 Juli dengan total sekitar 430 juta dolar AS.
Meskipun bukan satu-satunya faktor yang memengaruhi harga, arus dana tersebut menjadi indikator bahwa permintaan terhadap eksposur Bitcoin masih bertahan di tengah dinamika pasar.
Pasar Menanti Keputusan The Fed
Pelaku pasar juga menunggu sejumlah agenda ekonomi penting dalam waktu dekat, termasuk keputusan suku bunga Federal Reserve dan musim laporan keuangan perusahaan teknologi besar di Amerika Serikat seperti Alphabet, Tesla, dan Intel.
Kinerja emiten teknologi tersebut diperkirakan dapat memengaruhi sentimen terhadap aset berisiko, termasuk aset kripto. Dalam beberapa waktu terakhir, pergerakan Bitcoin cenderung memiliki korelasi dengan saham-saham sektor teknologi sehingga perkembangan di pasar global turut menjadi perhatian investor.
Investor Diimbau Tetap Mengedepankan DYOR
Aloysia mengingatkan investor agar tidak hanya terpaku pada kenaikan harga dalam jangka pendek. Menurutnya, berbagai faktor fundamental perlu dipahami secara menyeluruh sebelum mengambil keputusan investasi.
“Dalam kondisi pasar seperti saat ini, investor perlu memahami bahwa pergerakan aset kripto dipengaruhi oleh banyak faktor yang saling berkaitan. Karena itu, penting untuk tetap mengedepankan prinsip Do Your Own Research (DYOR), memahami profil risiko masing-masing aset, serta berinvestasi sesuai tujuan keuangan jangka panjang,” ujarnya.
Sebagai regulated crypto exchange Indonesia, Indodax menyatakan terus berkomitmen menghadirkan ekosistem investasi aset digital yang aman, transparan, dan bertanggung jawab. Perusahaan juga mendorong peningkatan literasi agar masyarakat dapat mengambil keputusan investasi secara lebih bijak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Wabah Ebola telah menyebar ke delapan provinsi RD Kongo. WFP menyebut hampir 3,5 juta orang menghadapi krisis pangan akut.
Polisi menyelidiki pesawat Caravan PK-LTF yang tergelincir di Bandara Bilorai, Intan Jaya, hingga menyebabkan dua anggota TNI terluka.
Leo/Daniel lolos ke semifinal French Open 2026 setelah menang atas Korea Selatan. Amallia/Fadia tersingkir usai kalah dari pasangan Jepang.
Jorge Martin dinyatakan tidak fit setelah mengalami retak pergelangan tangan kanan dalam sprint race MotoGP Australia 2026.
Otentik Fun Rally 2026 di Kota Jogja diikuti 110 peserta motor dan mobil dari berbagai daerah, sekaligus mendorong pariwisata dan ekonomi lokal.
Tiket konser habis terjual? Kenali 3 modus penipuan tiket konser, mulai dari tiket palsu hingga tautan giveaway, serta cara melindungi data pribadi.