Airlangga Pastikan Pertalite dan Biodiesel Aman sampai Akhir Tahun

Newswire
Newswire Selasa, 11 Agustus 2026 23:57 WIB
Airlangga Pastikan Pertalite dan Biodiesel Aman sampai Akhir Tahun

Ilustrasi BBM/Ist. dok. Pertamina Patra Niaga

Harianjogja.com, JAKARTA— Pasokan Pertalite dan biodiesel di Indonesia dipastikan tetap aman hingga akhir 2026 meski konflik global masih berlangsung dan memengaruhi dinamika harga energi dunia. Pemerintah menyebut harga rata-rata pembelian minyak Indonesia sekitar US$91 per barel menjadi salah satu faktor yang membuat kebutuhan bahan bakar dalam negeri tetap terjaga.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan kondisi harga minyak saat ini masih memungkinkan pemerintah menjaga stabilitas pasokan energi. Kepastian tersebut disampaikan Airlangga di Jakarta, Selasa, saat menghadiri Musyawarah Anggota Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) 2026 bertajuk Regaining Investor Trust: Navigating the Future of Indonesian Listed Companies.

"Indonesia sekarang pembelian minyaknya masih rata-rata di angka 91 (dolar Amerika Serikat per barel), itu relatif sampai akhir tahun, at least Pertalite dan biodiesel aman," kata Airlangga.

Konflik Global Masih Jadi Risiko Harga Energi

Airlangga mengatakan perekonomian global pada semester kedua masih menghadapi sejumlah tantangan. Perang di Ukraina dan Timur Tengah yang belum berakhir serta ketegangan di kawasan Selat Hormuz menjadi faktor yang terus diperhatikan pemerintah.

Harga minyak dunia, menurutnya, menjadi salah satu indikator penting untuk melihat dampak konflik terhadap perekonomian global. Pemerintah juga mencermati pergerakan harga minyak yang dapat berubah mengikuti perkembangan geopolitik.

"Kita selalu melihat bahwa kalau harga minyak di atas 110 (dolar Amerika Serikat per barel), itu biasanya ada ceasefire atau ada tweet," ujarnya.

Meski terdapat ketidakpastian global, Airlangga menjelaskan Indonesia masih melakukan pembelian minyak dengan harga rata-rata sekitar US$91 per barel. Kondisi itu dinilai membuat pemerintah relatif mampu mempertahankan penyediaan Pertalite dan biodiesel sampai akhir tahun.

"Jadi bagi Indonesia relatif, Indonesia masih melihat dengan situasi harga minyak yang tidak di atas 100 (dolar Amerika Serikat per barel). Artinya Indonesia sekarang pembelian minyaknya masih rata-rata di angka 91 (dolar Amerika Serikat per barel), itu relatif sampai akhir tahun at least Pertalite dan biodiesel aman," bebernya.

Listrik Nasional Disebut Relatif Aman

Selain pasokan bahan bakar, pemerintah juga melihat kondisi kelistrikan nasional masih relatif aman. Airlangga mengatakan sebagian besar pembangkit listrik Indonesia masih menggunakan sumber energi domestik berupa batu bara.

Penggunaan sumber energi dalam negeri tersebut membuat Indonesia tidak terlalu terdampak lonjakan biaya pembangkitan listrik yang berasal dari fluktuasi harga energi di pasar internasional.

"Dan yang lain, tentu kalau masalah listrik, itu kita kebanyakan dibiayai oleh indigenous energy, yaitu batu bara. Sehingga juga tidak ada lonjakan harga dari batu bara," jelasnya.

Pasokan Gasoline Tidak Bergantung Selat Hormuz

Untuk kebutuhan gasoline di sektor hilir, Airlangga menjelaskan pasokan Indonesia berasal dari Singapura melalui jalur Selat Malaka. Dengan jalur tersebut, pasokan gasoline Indonesia tidak bergantung pada lintasan pengiriman melalui Selat Hormuz.

Struktur pasokan energi tersebut dinilai membantu Indonesia mengurangi dampak gejolak geopolitik terhadap perekonomian. Pemerintah menilai kondisi tersebut turut mendukung aktivitas ekonomi nasional sepanjang semester pertama tahun ini.

Airlangga menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,45 persen pada semester pertama. Capaian tersebut menempatkan Indonesia di jajaran negara dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di ASEAN dan G20.

"Jadi ini relatif (baik) dibandingkan berbagai negara ASEAN ataupun G20, Indonesia masih top three atau top two," ucapnya.

Inflasi Indonesia Tetap Terkendali

Stabilitas energi juga disebut berkaitan dengan kemampuan Indonesia menjaga inflasi. Airlangga mengatakan inflasi Indonesia masih berada pada level 2,88 persen meski sejumlah negara menghadapi kenaikan harga akibat transmisi dari lonjakan harga minyak global.

Menurutnya, kondisi pasokan energi yang terjaga dan inflasi yang terkendali menjadi modal bagi Indonesia untuk mempertahankan ketahanan ekonomi di tengah ketidakpastian global.

"Jadi berbagai negara tentu dengan transmisi dari pada harga minyak, inflasinya tinggi, tapi Indonesia alhamdulillah kita masih bisa menjaga angka inflasi yang ada," kata Airlangga.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online