110 Investor dan Family Office Asia Tertarik dengan PFII

Newswire
Newswire Sabtu, 15 Agustus 2026 07:27 WIB
110 Investor dan Family Office Asia Tertarik dengan PFII

Rosan Roeslani./JIBI

Harianjogja.com, JAKARTA— Pengembangan Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) mendapat respons positif dari investor dan pengelola kekayaan keluarga (family office) asal Asia. Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani mengatakan jumlah pihak yang hadir dalam pertemuan di Nusa Dua, Bali, bahkan melebihi undangan yang disiapkan pemerintah.

Pemerintah sebelumnya mengundang 70 investor dan family office dari Asia. Namun, sebanyak 110 pihak hadir dalam pertemuan tersebut untuk membahas pengembangan PFII.

“Kita undang ada 70 untuk Asia tapi yang datang sampai 110 dan response-nya alhamdulillah boleh saya sampaikan sebetulnya sangat positif,” kata Rosan dalam Konferensi Pers RAPBN dan Nota Keuangan Tahun Anggaran 2027 di Jakarta, Jumat (14/8).

Investor Minta PFII Berstandar Dunia

Meski memberikan respons positif, para investor dan family office yang ditemui pemerintah masih ingin melihat secara lebih jelas struktur dan format PFII.

Rosan mengatakan calon investor membutuhkan kepastian bahwa desain pusat finansial tersebut mengikuti standar internasional.

“Tentunya mereka juga ingin melihat bahwa structure dari format dari PIFII ini benar-benar structure yang sesuai dengan standar dunia,” ujarnya.

Menurut Rosan, pemerintah perlu menyiapkan PFII dengan perencanaan yang baik dan matang. Hal tersebut diperlukan untuk membangun kepercayaan investor dan family office terhadap pusat finansial yang tengah dikembangkan tersebut.

Penjajakan Baru Menyasar Asia

Rosan menjelaskan penjajakan yang dilakukan pemerintah sejauh ini masih terbatas pada investor dan family office dari kawasan Asia.

“Kemarin yang kita temuin itu baru investor atau family office dari Asia dulu,” ungkap Rosan.

Dengan demikian, penjajakan tersebut belum mencakup investor maupun family office dari kawasan Eropa dan Timur Tengah.

Pemerintah masih akan melanjutkan sosialisasi dan penjajakan untuk memperkenalkan pengembangan PFII kepada calon investor dari berbagai kawasan.

PFII Tahap Awal Disiapkan di Jakarta

Dari sisi lokasi, pemerintah berencana memulai pengembangan PFII di Jakarta. Langkah tersebut dilakukan agar pusat finansial itu dapat segera berjalan.

Rosan mengatakan pemerintah juga memiliki rencana mengembangkan PFII di Bali. Namun, pembangunan infrastruktur dan gedung pendukung di Bali membutuhkan waktu.

“Lokasinya untuk awal ini memang di Jakarta dulu. Kenapa? Karena Bapak Presiden ini pengen semua langsung kerja, ada momentumnya ya. Walaupun nanti yang rencana juga di Bali karena di Bali kan pembangunan akan take time ya untuk membangun infrastrukturnya, gedungnya, dan yang lain-lainnya,” ucap Rosan.

PFII Disiapkan Bersama Kementerian Keuangan

Dalam paparannya, Rosan menyampaikan pemerintah tengah menyiapkan PFII bersama Kementerian Keuangan. Pusat finansial tersebut juga telah tercantum dalam Undang-Undang tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK).

Rosan yang juga menjabat sebagai CEO Danantara Indonesia menjelaskan peran Danantara dalam pengembangan PFII terutama berkaitan dengan pembangunan infrastruktur.

“Kalau Danantara ini kita sebetulnya hanyalah sebagai pembangun untuk infrastrukturnya, gedung, dan sarana infrastruktur lainnya,” ujarnya.

Pemerintah selanjutnya akan melakukan sosialisasi mengenai PFII secara berkala. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan dan membangun pemahaman mengenai pusat finansial tersebut kepada pihak-pihak yang berpotensi terlibat.

“Dan oleh sebab itu kita akan melakukan sosialisasi secara berkala dan juga secara terus-menerus,” kata dia.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online