HP Jadi Pintu Rekening Dibobol, Hindari 9 Kebiasaan Ini

Jumali
Jumali Jum'at, 28 Agustus 2026 20:17 WIB
HP Jadi Pintu Rekening Dibobol, Hindari 9 Kebiasaan Ini

Foto ilustrasi mobile banking. - Freepik

Harianjogja.com, JOGJA— Ponsel kini menjadi pintu masuk ke berbagai urusan penting, termasuk rekening bank. Karena itu, kehilangan kendali atas HP tidak hanya berisiko membuat data pribadi tersebar, tetapi juga dapat membahayakan akses ke layanan keuangan.

Ancaman tersebut tidak selalu datang dalam bentuk serangan yang terlihat canggih. Kebiasaan sederhana seperti membiarkan Bluetooth aktif, terhubung ke WiFi publik, atau mengabaikan pembaruan sistem dapat meningkatkan risiko keamanan perangkat.

Badan Keamanan Nasional Amerika Serikat (NSA) melalui panduan Mobile Device Best Practices memberikan sejumlah langkah untuk meningkatkan keamanan perangkat seluler.

Panduan tersebut dapat menjadi acuan bagi pengguna Android maupun iPhone untuk memperkecil celah yang berpotensi dimanfaatkan pihak tidak bertanggung jawab.

Di Indonesia, perlindungan perangkat juga perlu dibarengi dengan kebiasaan aman ketika menggunakan layanan perbankan digital. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) turut mengingatkan masyarakat agar menjaga kerahasiaan data perbankan dan berhati-hati saat melakukan transaksi.

Berikut sejumlah langkah yang dapat diterapkan sehari-hari.

1. Gunakan PIN yang Sulit Ditebak

Gunakan PIN minimal enam digit dan hindari kombinasi yang mudah ditebak, seperti tanggal lahir, angka berurutan, atau kombinasi sederhana.

Jika perangkat menyediakan fitur penghapusan data setelah sejumlah percobaan kode yang salah, pengguna dapat mempertimbangkan untuk mengaktifkannya sesuai kebutuhan.

2. Matikan Bluetooth Setelah Digunakan

Bluetooth sebaiknya tidak terus aktif ketika tidak sedang digunakan.

Mematikannya ketika berada di tempat umum dapat mengurangi paparan terhadap koneksi yang tidak diperlukan. Kebiasaan ini terutama penting ketika pengguna berada di lokasi ramai seperti pusat perbelanjaan, stasiun, bandara, atau kafe.

3. Jangan Gunakan WiFi Publik untuk Transaksi Keuangan

WiFi gratis memang praktis, tetapi pengguna sebaiknya menghindarinya ketika membuka aplikasi perbankan atau melakukan transaksi finansial.

Jaringan publik dapat memiliki risiko keamanan yang tidak sepenuhnya diketahui pengguna.

Daftar jaringan WiFi yang tersimpan di HP juga sebaiknya ditinjau secara berkala. Hapus jaringan yang tidak lagi diperlukan agar perangkat tidak sembarangan tersambung secara otomatis.

4. Hati-Hati Mengisi Daya di Tempat Umum

Mengisi baterai ketika berada di luar rumah sering kali menjadi kebutuhan. Namun, pengguna perlu berhati-hati ketika menggunakan fasilitas pengisian daya yang tidak dikenal.

Untuk meminimalkan risiko, gunakan pengisi daya dan kabel milik sendiri. Power bank pribadi juga dapat menjadi pilihan ketika bepergian.

5. Instal Aplikasi dari Toko Resmi

Aplikasi sebaiknya diunduh melalui toko aplikasi resmi, seperti Google Play Store untuk perangkat Android dan App Store untuk iPhone.

Pengguna juga perlu menghapus aplikasi yang sudah tidak digunakan. Semakin banyak aplikasi yang terpasang, semakin banyak pula perangkat lunak yang perlu diperbarui dan dikelola keamanannya.

6. Jangan Menunda Pembaruan Sistem

Pembaruan sistem operasi tidak hanya membawa fitur baru. Pembaruan juga dapat berisi perbaikan terhadap celah keamanan yang telah ditemukan.

Karena itu, ketika pembaruan resmi tersedia, pengguna sebaiknya tidak terus-menerus menundanya.

Gunakan pula versi aplikasi terbaru, terutama untuk aplikasi yang berkaitan dengan komunikasi dan layanan keuangan.

7. Jangan Sembarangan Membuka Lampiran

Pesan dari pengirim tidak dikenal perlu diperlakukan dengan hati-hati, terutama jika berisi tautan atau lampiran.

Jangan langsung mengunduh file atau memasang aplikasi hanya karena mendapat pesan yang mendesak. Pengguna juga perlu mewaspadai pop-up yang meminta mengunduh perangkat lunak tertentu.

8. Hindari Root atau Jailbreak

Modifikasi sistem melalui root pada Android atau jailbreak pada iPhone dapat menghilangkan sejumlah perlindungan bawaan perangkat.

Bagi pengguna umum, mempertahankan sistem operasi dalam kondisi standar dan menggunakan fitur keamanan bawaan merupakan pilihan yang lebih aman.

9. Mulai Ulang HP Secara Berkala

Restart perangkat secara berkala merupakan langkah sederhana yang juga dianjurkan dalam panduan keamanan perangkat seluler.

Kebiasaan tersebut dapat membantu menyegarkan sistem dan menghentikan proses tertentu yang sedang berjalan. Namun, restart bukan pengganti antivirus, pembaruan sistem, atau langkah keamanan lainnya.

Cara Aman Menggunakan Mobile Banking

Selain mengamankan HP, pengguna perlu memberikan perhatian khusus terhadap aplikasi perbankan.

Pertama, jangan pernah memberikan PIN, kata sandi, atau kode OTP kepada orang lain. Termasuk kepada pihak yang mengaku sebagai petugas bank.

Data tersebut bersifat rahasia. Jika seseorang meminta kode OTP dengan alasan verifikasi, pengguna perlu berhati-hati dan melakukan konfirmasi melalui kanal resmi bank.

Kedua, jangan menyimpan PIN atau kata sandi perbankan dalam bentuk catatan, foto, maupun percakapan di HP. Gunakan pengelola kata sandi tepercaya jika diperlukan dan tersedia pada perangkat.

Ketiga, periksa kembali nama penerima dan nominal sebelum transaksi dikonfirmasi. Kesalahan satu digit pada nomor rekening atau nominal dapat membuat uang terkirim kepada penerima yang keliru.

Keempat, periksa notifikasi transaksi setelah menggunakan layanan perbankan. Jika terdapat transaksi yang tidak pernah dilakukan, segera hubungi bank melalui kanal resmi.

Jangan menggunakan nomor telepon atau tautan yang dikirim melalui pesan mencurigakan untuk melakukan pengaduan.

Kelima, segera hubungi bank dan operator seluler jika kartu SIM hilang atau berpindah tangan. Nomor telepon dapat berkaitan dengan proses autentikasi sejumlah layanan, sehingga kehilangan SIM perlu segera ditangani.

Keenam, keluar atau log out dari aplikasi setelah selesai digunakan, terutama jika menggunakan perangkat yang bukan milik pribadi.

Ketujuh, ketika mengganti HP, pastikan data dan akses perbankan pada perangkat lama sudah dihapus serta perangkat tersebut dikembalikan ke pengaturan pabrik sebelum diberikan kepada orang lain.

Nomor Pengaduan Bank

Jika menemukan aktivitas mencurigakan pada rekening atau layanan perbankan digital, pengguna dapat menghubungi kanal resmi bank.

Berikut beberapa nomor layanan yang tercantum dalam materi sumber:

Bank Mandiri: 14000
BRI: 14017
BNI: 17000
BCA: 1500888

Pengguna tetap disarankan memeriksa nomor layanan melalui situs atau kanal resmi masing-masing bank karena informasi kontak dapat berubah.

Pada akhirnya, keamanan rekening tidak hanya bergantung pada teknologi yang digunakan bank. Kebiasaan pengguna juga menjadi bagian penting dalam menjaga akses ke data dan layanan keuangan.

Menggunakan PIN yang kuat, memperbarui perangkat, menghindari jaringan publik untuk transaksi finansial, serta menjaga kerahasiaan OTP merupakan langkah sederhana yang dapat dilakukan setiap hari.

Semakin banyak aktivitas keuangan berpindah ke HP, semakin penting pula memperlakukan perangkat tersebut sebagai aset yang perlu dijaga keamanannya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online