AI Gratis Jadi Layanan Publik, Korea Selatan Siapkan 512 GPU
AI for All Korea Selatan, AI gratis untuk warga, pemerintah Korea Selatan, 512 Nvidia B200, AI Korea Selatan
CEO Coinbase, Brian Armstrong/ Coinbase
Harianjogja.com, JOGJA— Pendiri sekaligus CEO Coinbase, Brian Armstrong, memiliki pandangan yang berbeda dari banyak miliarder mengenai filantropi. Ia mempertanyakan efektivitas lembaga amal dan mengaku tidak tertarik mendirikan yayasan untuk menyalurkan kekayaannya.
Armstrong bahkan menyebut sebagian kegiatan amal dan filantropi dapat memberikan dampak negatif bagi dunia.
Pandangan tersebut disampaikan Armstrong dalam penampilannya di The Katie Miller Podcast. Ia menilai lembaga amal dan yayasan dapat kehilangan tujuan awal karena akhirnya dipengaruhi ideologi atau kepentingan kelompok tertentu.
“Saya kira saya memiliki pandangan yang berbeda. Banyak lembaga amal dan filantropi sebenarnya berdampak negatif secara keseluruhan bagi dunia,” kata Armstrong, seperti dikutip Futurism.
Menurutnya, persoalan utama bukan semata-mata keberadaan kegiatan amal, melainkan bagaimana organisasi tersebut dikelola setelah menerima dana.
Armstrong Soroti Yayasan yang Terpengaruh Ideologi
Armstrong mengatakan dirinya kesulitan menemukan yayasan yang menurutnya benar-benar terbebas dari pengaruh ideologi tertentu.
Ia menilai organisasi yang awalnya dibentuk untuk menyelesaikan masalah sosial dapat berubah arah ketika kepentingan atau pandangan tertentu mulai memengaruhi pengambilan keputusan.
“Sulit menemukan yayasan yang tidak akhirnya dikuasai oleh ideologi,” ujarnya.
Pandangan tersebut membuat Armstrong memilih pendekatan yang berbeda terhadap kekayaannya.
Namun, anggapan bahwa Armstrong sama sekali tidak memberikan uang untuk tujuan sosial perlu diluruskan.
Dalam wawancara tersebut, ia mengungkapkan memiliki donor-advised fund atau DAF. Melalui mekanisme tersebut, Armstrong mengatakan dirinya tetap mengarahkan dana untuk berbagai hal yang menurutnya dapat membantu kemajuan peradaban.
Ia hanya tidak tertarik mendirikan yayasan sendiri pada saat ini.
Kritik terhadap Filantropi Para Miliarder
Armstrong juga menyoroti alasan sebagian miliarder memilih terjun ke dunia filantropi.
Dalam wawancara tersebut, ia menyinggung Bill Gates dan menyatakan bahwa kegiatan filantropi terkadang dapat digunakan untuk memperbaiki citra setelah menghadapi tekanan atau persoalan tertentu.
Pandangan itu berbeda dengan tradisi filantropi yang telah lama dilakukan sejumlah orang kaya di Amerika Serikat.
Tokoh seperti Andrew Carnegie dikenal mendanai pembangunan perpustakaan, sementara John D. Rockefeller memberikan dukungan terhadap penelitian kesehatan. J.P. Morgan juga dikenal menyumbangkan koleksi seni dan buku kepada berbagai institusi.
Tradisi tersebut membuat kegiatan amal lama dipandang sebagai salah satu cara orang-orang superkaya mengembalikan sebagian kekayaannya kepada masyarakat.
Namun, Armstrong justru mempertanyakan anggapan bahwa membangun yayasan secara otomatis menghasilkan manfaat sosial.
Kekayaan Armstrong Capai Miliaran Dolar
Pandangan Armstrong menjadi perhatian karena ia sendiri merupakan salah satu miliarder dari industri teknologi dan kripto.
Armstrong mendirikan Coinbase bersama Fred Ehrsam dan kini menjabat sebagai CEO perusahaan tersebut. Coinbase berkembang menjadi salah satu platform perdagangan aset kripto terbesar di Amerika Serikat. Forbes mencatat Armstrong memiliki sekitar 19% saham Coinbase.
Nilai kekayaannya juga berubah mengikuti pergerakan saham Coinbase.
Forbes mencatat real-time net worth Armstrong sekitar US$8,5 miliar per 29 Agustus 2026 dan menempatkannya di peringkat ke-446 orang terkaya dunia pada saat data tersebut diperbarui.
Sementara itu, laporan Futurism yang terbit 31 Agustus menyebut estimasi kekayaan Armstrong sekitar US$8,7 miliar. Perbedaan tersebut wajar karena kekayaan miliarder yang sebagian besar berasal dari kepemilikan saham dapat berubah mengikuti harga pasar.
Perdebatan tentang Cara Orang Kaya Beramal
Pernyataan Armstrong kemudian memicu perdebatan mengenai apakah filantropi benar-benar efektif atau justru dapat menjadi alat untuk membentuk citra seseorang.
Di satu sisi, lembaga amal digunakan untuk mendanai berbagai program seperti pendidikan, kesehatan, penelitian dan bantuan kemanusiaan.
Di sisi lain, kritik terhadap filantropi juga telah lama muncul. Salah satu persoalan yang sering diperdebatkan adalah siapa yang menentukan tujuan penggunaan dana dan bagaimana memastikan lembaga penerima benar-benar memberikan manfaat kepada masyarakat.
Armstrong mengambil posisi yang cukup berbeda dari model tersebut.
Ia tidak mengatakan bahwa seluruh penggunaan uang untuk kepentingan sosial harus dihentikan. Sebaliknya, ia memilih menyalurkan dana melalui mekanisme yang menurutnya lebih sesuai dengan keyakinannya dan tidak berencana mendirikan yayasan sendiri untuk saat ini.
Pandangan tersebut membuat Armstrong menjadi salah satu suara dari kalangan miliarder teknologi yang mempertanyakan model filantropi tradisional.
Perdebatan itu kemungkinan akan terus berkembang seiring semakin besarnya kekayaan yang dimiliki para pendiri perusahaan teknologi. Pertanyaan utamanya bukan lagi sekadar apakah miliarder akan menyumbangkan uangnya, tetapi bagaimana mereka memilih menggunakan kekayaan tersebut dan siapa yang menentukan manfaatnya bagi masyarakat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
AI for All Korea Selatan, AI gratis untuk warga, pemerintah Korea Selatan, 512 Nvidia B200, AI Korea Selatan
Ali Faathir Rayhan/Devin Artha Wahyudi lolos ke 16 besar China Masters 2026 setelah Goh Sze Fei/Nur Izzuddin mundur. Simak hasil dan jadwal wakil Indonesia lain
– Indonesian Custom Show (ICS) 2026 sukses berlangsung meriah dengan dihadiri lebih dari 30.000 pengunjung selama tiga hari, 21–23 Agustus 2026, di JEC
Sebanyak 19 tersangka kasus Little Aresha dilimpahkan ke Kejari Kota Jogja. Penyidikan masih berlanjut dan berpotensi menetapkan tersangka baru.
Telkom Solution tidak hanya membangun kapabilitas solusi digital yang komprehensif, tetapi juga menghadirkan value creation dan nilai tambah yang dibutuhkan
Baterai laptop boros? Terapkan 12 tips hemat daya ini mulai dari kurangi kecerahan, aktifkan mode hemat, hingga periksa kesehatan baterai. Simak selengkapnya!