Rusia Punya SDA Rp1,2 Kuadriliun, Ini 10 Negara Teratas

Jumali
Jumali Rabu, 02 September 2026 12:57 WIB
Rusia Punya SDA Rp1,2 Kuadriliun, Ini 10 Negara Teratas

Presiden Rusia Vladimir Putin. ANTARA/Anadolu

Harianjogja.com, JOGJA— Negara dengan Produk Domestik Bruto (PDB) terbesar belum tentu menjadi negara yang memiliki kekayaan alam paling besar. Jika yang dihitung adalah nilai minyak, gas, batu bara, logam, kayu, dan berbagai sumber daya lainnya, peta kekayaan dunia berubah cukup drastis.

Dalam salah satu pemeringkatan yang menggunakan data Statista 2021, Rusia berada di posisi teratas dengan estimasi nilai sumber daya alam mencapai US$75 triliun. Amerika Serikat berada di urutan kedua dengan US$45 triliun, disusul Arab Saudi dengan US$34,4 triliun.

Jika menggunakan kurs sekitar Rp16.000 per dolar AS sebagai gambaran sederhana, US$75 triliun setara dengan sekitar Rp1,2 kuadriliun.

Namun, angka tersebut perlu dibaca secara hati-hati. Nilai itu merupakan estimasi kekayaan sumber daya alam, bukan uang tunai yang dimiliki pemerintah dan bukan pula ukuran langsung tingkat kesejahteraan penduduk.

Berikut 10 negara yang masuk dalam daftar tersebut.

1. Rusia — US$75 triliun

Rusia berada jauh di posisi teratas dengan estimasi nilai sumber daya alam sekitar US$75 triliun.

Kekayaan tersebut berasal dari kombinasi berbagai komoditas, antara lain batu bara, gas alam, minyak, emas, kayu, serta mineral tanah jarang. Luas wilayah Rusia yang membentang di Eropa hingga Asia membuat negara ini memiliki basis sumber daya yang sangat beragam.

Gas alam menjadi salah satu aset energi terpenting Rusia. Selain itu, negara tersebut juga memiliki cadangan minyak, batu bara, emas, dan berbagai mineral yang memperkuat posisinya sebagai salah satu negara dengan sumber daya alam paling melimpah di dunia.

2. Amerika Serikat — US$45 triliun

Amerika Serikat berada di posisi kedua dengan estimasi kekayaan sumber daya alam sekitar US$45 triliun.

Sumber daya yang diperhitungkan mencakup batu bara, kayu, gas alam, minyak, emas, tembaga, serta berbagai mineral lainnya. Keanekaragaman kondisi geologi dan luas wilayah membuat Amerika Serikat tidak bergantung pada satu jenis komoditas saja.

Kombinasi sumber energi, logam, dan hasil hutan tersebut membuat nilai keseluruhan sumber daya alam Amerika Serikat sangat besar.

3. Arab Saudi — US$34,4 triliun

Arab Saudi menempati urutan ketiga dengan estimasi nilai sumber daya alam sekitar US$34,4 triliun.

Berbeda dari Amerika Serikat dan Rusia yang memiliki sumber daya lebih beragam, kekayaan Arab Saudi sangat kuat ditopang sektor energi, khususnya minyak.

Cadangan minyak dalam jumlah besar menjadikan komoditas tersebut sebagai bagian dominan dari nilai sumber daya alam negara itu. Arab Saudi juga memiliki gas alam dan sejumlah sumber daya mineral.

4. Kanada — US$33,2 triliun

Kanada berada tepat di bawah Arab Saudi dengan estimasi nilai sumber daya alam sekitar US$33,2 triliun.

Negara ini memiliki pasir minyak, minyak mentah, gas alam, uranium, mineral, dan kayu. Kombinasi sumber energi, pertambangan, dan kehutanan menjadi fondasi utama kekayaan alam Kanada.

Keberadaan pasir minyak menjadi salah satu keunggulan Kanada dalam sektor energi, sementara cadangan uranium dan berbagai mineral menambah nilai strategis sumber daya negara tersebut.

5. Iran — US$27,3 triliun

Iran menempati posisi kelima dengan estimasi nilai sekitar US$27,3 triliun.

Kekayaan alam Iran terutama ditopang oleh minyak dan gas alam. Dua komoditas energi tersebut menjadi sumber daya paling penting dalam membentuk nilai keseluruhan kekayaan alam Iran.

Besarnya cadangan energi membuat Iran memiliki posisi strategis dalam peta sumber daya dunia, meskipun kemampuan mengembangkan potensi tersebut juga dipengaruhi berbagai faktor ekonomi dan geopolitik.

6. China — US$23 triliun

China berada di posisi keenam dengan estimasi kekayaan sumber daya alam sekitar US$23 triliun.

Batu bara menjadi salah satu sumber daya utama China. Negara tersebut juga memiliki emas, kayu, serta berbagai mineral tanah jarang yang sangat penting bagi industri modern.

Mineral tanah jarang memiliki nilai strategis karena digunakan dalam berbagai produk teknologi dan industri, sehingga kekayaan alam China tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan energi.

7. Brasil — US$21,8 triliun

Brasil menempati posisi ketujuh dengan estimasi nilai sumber daya alam sekitar US$21,8 triliun.

Kekayaan tersebut mencakup bijih besi, emas, uranium, kayu, dan minyak. Sumber daya Brasil tersebar pada sektor pertambangan, energi, serta kehutanan.

Besarnya wilayah Brasil membuat negara ini memiliki basis sumber daya alam yang sangat beragam.

8. Australia — US$19,9 triliun

Australia berada di peringkat kedelapan dengan estimasi kekayaan sumber daya alam sekitar US$19,9 triliun.

Bijih besi, batu bara, emas, uranium, dan litium menjadi sejumlah komoditas utama yang memperkuat posisi Australia dalam daftar tersebut.

Kekayaan mineral Australia juga membuat sektor pertambangan memiliki peran penting dalam perekonomian negara tersebut. Litium menjadi salah satu komoditas strategis seiring meningkatnya kebutuhan berbagai teknologi energi dan kendaraan listrik.

9. Irak — US$15,9 triliun

Irak menempati posisi kesembilan dengan estimasi nilai sumber daya alam sekitar US$15,9 triliun.

Minyak merupakan sumber daya paling dominan dalam kekayaan alam Irak. Negara tersebut memiliki cadangan minyak yang besar, sementara fosfat menjadi salah satu sumber daya lainnya.

Besarnya cadangan minyak membuat sektor energi menjadi bagian penting dari perekonomian Irak sekaligus menjadikan negara tersebut memiliki posisi strategis di pasar energi dunia.

10. Venezuela — US$14,3 triliun

Venezuela melengkapi daftar 10 besar dengan estimasi nilai sumber daya alam sekitar US$14,3 triliun.

Minyak menjadi sumber daya utama Venezuela, disertai gas dan emas. Besarnya cadangan energi tersebut membuat Venezuela tetap masuk dalam kelompok negara dengan nilai sumber daya alam terbesar.

Namun, posisi tinggi dalam daftar kekayaan sumber daya alam tidak otomatis berarti penduduk negara tersebut menikmati tingkat kemakmuran yang tinggi.

Kekayaan alam bukan jaminan rakyat makmur

Daftar tersebut menunjukkan satu hal penting: memiliki sumber daya alam dalam jumlah besar tidak sama dengan memiliki ekonomi paling kuat atau masyarakat paling sejahtera.

Nilai US$75 triliun untuk Rusia, misalnya, merupakan estimasi nilai sumber daya yang dimiliki. Angka tersebut bukan cadangan uang pemerintah yang bisa langsung dibelanjakan.

Valuasi sumber daya alam juga dapat berubah mengikuti harga komoditas, penemuan cadangan baru, perkembangan teknologi, biaya produksi, serta kemampuan suatu negara mengekstraksi dan menjual sumber daya tersebut.

Karena itu, pemeringkatan ini lebih tepat digunakan untuk melihat seberapa besar potensi aset alam yang dimiliki sebuah negara, bukan untuk menentukan negara mana yang paling kaya dalam arti kesejahteraan penduduk.

Dengan kata lain, minyak, gas, batu bara, emas, mineral, dan kayu memang dapat menjadi modal ekonomi bernilai sangat besar. Namun, bagaimana kekayaan tersebut dikelola, berapa besar manfaatnya bagi masyarakat, serta bagaimana negara mengubah sumber daya alam menjadi pembangunan berkelanjutan tetap menjadi faktor yang tidak kalah penting.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online