Danantara Kantongi Dividen Rp59,56 Triliun dari BUMN dan Tambang
Danantara berpotensi mengantongi dividen Rp59,56 triliun dari BUMN dan emiten tambang. ANTM menjadi penyumbang dividen terbesar sektor tambang.
Ilustrasi penukaran mata uang rupiah dengan dolar Amerika Serikat/ Bisnis.com
Harianjogja.com, JAKARTA— Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan masih memiliki peluang menguat pada perdagangan Kamis (10/9/2026). Rupiah diproyeksikan bergerak menuju level Rp17.480 per dolar AS.
Pada perdagangan Rabu (9/9/2026), rupiah ditutup menguat 121 poin atau 0,69%. Mata uang Garuda tersebut parkir di posisi Rp17.511 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.632 per dolar AS.
Penguatan rupiah terjadi di tengah pergerakan mata uang Asia yang bervariasi terhadap dolar AS.
Rupiah Menguat, Mata Uang Asia Bervariasi
Pada perdagangan sebelumnya, yen Jepang tercatat menguat 0,47% terhadap dolar AS. Dolar Hong Kong justru melemah 0,01%, sedangkan dolar Singapura menguat 0,07%.
Dolar Taiwan juga naik 0,16%, sementara won Korea menguat 0,31%. Yuan China tercatat menguat 0,01%.
Di sisi lain, ringgit Malaysia melemah 0,13%, sedangkan baht Thailand menguat 0,19% terhadap dolar AS.
Pengamat Mata Uang dan Komoditas Ibrahim Assuaibi menjelaskan penguatan cukup tajam rupiah pada perdagangan Rabu dipengaruhi oleh sejumlah data ekonomi domestik yang dinilai cukup baik.
Menurutnya, data penjualan retail dan indeks keyakinan konsumen menjadi salah satu faktor yang mendorong penguatan rupiah.
“Di luar ekspektasi, indeks keyakinan konsumen itu lebih tinggi dibandingkan di bulan Juli, yaitu di 118,5. Kenaikan ini adalah kenaikan terbaik dari bulan Januari tahun 2026,” kata Ibrahim, Rabu (9/9/2026).
Optimisme Pertumbuhan Ekonomi Dorong Rupiah
Ibrahim melanjutkan, membaiknya indeks keyakinan konsumen turut memperkuat optimisme terhadap perekonomian Indonesia.
Optimisme pemerintah bahwa pertumbuhan ekonomi pada kuartal ketiga dapat mencapai 5,3% kemungkinan besar akan tercapai.
Menurut Ibrahim, kondisi data internal yang cukup baik dapat membuat pasar semakin optimistis terhadap peluang kembali masuknya arus modal asing ke dalam negeri.
Pandangan mengenai masuknya modal asing juga disampaikan Analis Bank Woori Saudara Rully Nova. Ia menyatakan penguatan rupiah turut dipengaruhi derasnya arus modal yang masuk ke pasar obligasi pemerintah.
“Rupiah pada perdagangan hari ini menguat dipengaruhi oleh faktor domestik arus modal masuk yang deras ke pasar obligasi pemerintah,” ucapnya Rabu.
Arus Modal ke Obligasi Pemerintah Naik
Tercatat, arus modal yang masuk ke pasar obligasi meningkat sebesar 90,5 juta dolar AS.
Kondisi tersebut dipengaruhi membaiknya defisit anggaran dan penerimaan pajak, serta spread yield yang masih lebar dibandingkan obligasi pemerintah.
Selain itu, kenaikan inflasi AS yang berlanjut dinilai membuat obligasi pemerintah AS secara umum menjadi kurang menarik.
Faktor tersebut menjadi salah satu perhatian investor dalam melihat pergerakan pasar keuangan, termasuk nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
Investor Menanti Data Inflasi AS
Di samping perkembangan dari dalam negeri, investor juga masih mencermati sejumlah data ekonomi Amerika Serikat.
Investor menanti data inflasi AS yang dijadwalkan dirilis pada Kamis (10/9). Perhatian tersebut juga berkaitan dengan harga minyak yang masih bertahan di level tinggi.
Dengan berbagai faktor tersebut, rupiah pada perdagangan Kamis (10/9/2026) diperkirakan masih memiliki peluang untuk melanjutkan penguatan menuju level Rp17.480 per dolar AS.
Pergerakan rupiah tetap akan dipengaruhi sentimen pasar, arus modal, data ekonomi domestik, serta perkembangan ekonomi Amerika Serikat yang menjadi perhatian investor.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Tim SAR memperluas pencarian rombongan jurnalis hilang kontak di Selat Sunda ke sisi utara Gunung Anak Krakatau dengan mempertimbangkan arus dan angin.
AI frontier mempercepat eksploitasi celah keamanan. F5 menilai perusahaan perlu memperkuat deteksi dan perlindungan otomatis.
Filipina dan China kembali saling kritik soal sengketa Laut China Selatan. Menhan Gilberto Teodoro membalas pesan China terkait arbitrase.
Bernardo Tavares menyoroti kondisi pemain Persebaya jelang menghadapi PSIM pada pekan kedua BRI Super League, Minggu (13/9).
Komdigi menerbitkan SE No. 4/2026 yang melindungi sisa kuota internet pelanggan dan melarang operator mengenakan biaya tambahan.