Danantara Kantongi Dividen Rp59,56 Triliun dari BUMN dan Tambang

Annisa Kurniasari Saumi
Annisa Kurniasari Saumi Minggu, 14 Juni 2026 12:37 WIB
Danantara Kantongi Dividen Rp59,56 Triliun dari BUMN dan Tambang

Foto ilustrasi perdagangan saham. - Freepik

Harianjogja.com, JAKARTA—Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara kembali memperkuat pundi-pundi pendapatannya melalui aliran dividen dari sejumlah perusahaan pelat merah. Kali ini, tambahan dana berasal dari emiten tambang yang berada di bawah holding industri pertambangan MIND ID, sehingga total dividen yang berpotensi diterima Danantara mencapai Rp59,56 triliun.

Kontribusi terbesar datang dari kombinasi dividen sejumlah bank BUMN, perusahaan telekomunikasi, konstruksi jalan tol, semen, hingga emiten tambang strategis. Besarnya nilai dividen tersebut memperlihatkan peran penting perusahaan-perusahaan negara dalam menopang portofolio investasi Danantara.

Sebagai informasi, MIND ID merupakan pemegang saham mayoritas di sejumlah perusahaan tambang nasional. Karena itu, ketika emiten-emiten tambang membagikan dividen kepada pemegang saham, sebagian besar dana akan mengalir ke holding tersebut.

Tiga emiten tambang yang terbaru membagikan dividen adalah PT Bukit Asam (Persero) Tbk., PT Timah (Persero) Tbk., dan PT Aneka Tambang (Persero) Tbk. Ketiga perusahaan tersebut menjadi sumber tambahan dividen yang pada akhirnya turut memperkuat pendapatan grup BUMN yang berada di bawah pengelolaan Danantara.

ANTM Jadi Penyumbang Dividen Tambang Terbesar

Di antara emiten tambang yang membagikan laba kepada pemegang saham, PT Aneka Tambang (Persero) Tbk. (ANTM) memberikan kontribusi terbesar.

Perusahaan tambang emas tersebut menetapkan dividen sebesar Rp210 per saham untuk tahun buku 2025. Dengan kepemilikan sekitar 15,61 miliar saham ANTM, MIND ID diperkirakan akan menerima dividen senilai Rp3,28 triliun.

Kontributor terbesar berikutnya berasal dari PT Bukit Asam (Persero) Tbk. (PTBA). Dengan nilai dividen Rp114,51 per saham, perusahaan batu bara tersebut akan menyumbang sekitar Rp869,76 miliar kepada MIND ID.

Sementara itu, PT Timah (Persero) Tbk. (TINS) diperkirakan memberikan kontribusi dividen sebesar Rp426,88 miliar kepada holding pertambangan nasional tersebut.

Selain tiga perusahaan tersebut, PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) juga akan membagikan dividen sebesar Rp77,9 per saham. Dari porsi kepemilikan yang dimiliki, MIND ID diperkirakan memperoleh dividen sekitar Rp279,15 miliar.

Rincian Dividen Emiten Tambang untuk MIND ID

ANTM: Rp3,28 triliun
PTBA: Rp869,76 miliar
TINS: Rp426,88 miliar
INCO: Rp279,15 miliar

Dengan demikian, total dividen dari emiten-emiten tambang tersebut yang akan diterima MIND ID mencapai sekitar Rp4,85 triliun.

Bank BUMN Masih Jadi Penyumbang Terbesar

Di sisi lain, Danantara melalui PT Danantara Asset Management juga tercatat sebagai pengendali sejumlah perusahaan BUMN yang sahamnya diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Dari enam emiten besar, yakni PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI), PT Jasa Marga (Persero) Tbk. (JSMR), PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. (SMGR), dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM), Danantara Asset Management diperkirakan memperoleh dividen sebesar Rp54,7 triliun.

Bank Mandiri menjadi penyumbang terbesar dengan nilai dividen mencapai Rp18,11 triliun. Posisi berikutnya ditempati BRI yang menyumbang sekitar Rp16,67 triliun, disusul Telkom Indonesia dengan estimasi dividen Rp11,29 triliun.

Total Dividen Tembus Rp59,56 Triliun

Apabila dividen yang diterima Danantara Asset Management sebesar Rp54,7 triliun digabungkan dengan dividen yang mengalir melalui MIND ID senilai Rp4,85 triliun, maka total dana yang masuk ke ekosistem Danantara mencapai sekitar Rp59,56 triliun.

Nilai tersebut menunjukkan besarnya kontribusi perusahaan-perusahaan BUMN, baik di sektor perbankan, telekomunikasi, infrastruktur, semen, maupun pertambangan, dalam memperkuat kapasitas investasi Danantara yang saat ini menjadi salah satu instrumen strategis pemerintah dalam pengelolaan aset negara dan pengembangan investasi jangka panjang.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Artikel Penulis