Lando Norris Rebut Pole Position GP Brasil 2026, Verstappen Ke-16
Lando Norris merebut pole position F1 GP Brasil 2026 di Interlagos. Verstappen ke-16, sementara Russell dan Leclerc terkena penalti.
Ilustrasi Bitcoin. Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Harga Bitcoin (BTC) sempat menembus US$87.200 pada perdagangan awal pekan ini. Penguatan tersebut dalam beberapa bulan terakhir dinilai mencerminkan semakin optimistisnya pasar kripto, meski investor tetap perlu mencermati volatilitas dan perkembangan ekonomi global.
Data CoinMarketCap menunjukkan Bitcoin berhasil mencapai US$87.200 sebelum kembali bergerak di kisaran US$85.000-US$86.000 pada Selasa (22/9).
Chief Marketing Officer Indodax Aloysia Dian mengatakan penguatan Bitcoin kali ini tidak berdiri sendiri. Sejumlah faktor muncul secara bersamaan, mulai dari meningkatnya aliran dana investor institusional, membaiknya sentimen pasar, hingga perkembangan regulasi aset digital di AS.
“Pergerakan Bitcoin kali ini tidak hanya didorong oleh satu faktor. Minat investor institusional kembali menguat, serta sentimen terhadap aset digital juga membaik," ujar dia, dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.
Dana institusional dan sentimen pasar
Aloysia menjelaskan penguatan Bitcoin turut berkaitan dengan meningkatnya minat investor institusional. Pada saat yang sama, sentimen terhadap aset digital disebut membaik sehingga memberikan dukungan terhadap pergerakan harga Bitcoin.
Faktor regulasi aset digital di AS juga menjadi bagian dari perkembangan yang diperhatikan pasar. Kombinasi sejumlah sentimen tersebut membuat penguatan Bitcoin berlangsung ketika pasar kripto menunjukkan optimisme.
Dari sisi makroekonomi, membaiknya selera risiko di pasar global turut memberikan dorongan positif terhadap aset berisiko. Penurunan harga minyak berpotensi meredakan tekanan inflasi yang kemudian dapat memperkuat sentimen positif terhadap aset seperti Bitcoin.
Investor diminta tidak sekadar mengejar momentum
Meski harga Bitcoin menguat, Aloysia mengingatkan investor agar tetap mewaspadai dinamika ekonomi global dan kebijakan suku bunga. Kedua faktor tersebut dinilai dapat mempengaruhi arah pergerakan pasar selanjutnya.
Menurut dia, momentum penguatan Bitcoin seharusnya dapat dimanfaatkan investor untuk memahami dinamika pasar dengan lebih baik, bukan sekadar mengikuti pergerakan harga.
“Saat harga Bitcoin bergerak positif, investor sebaiknya tidak hanya melihat momentumnya, tetapi juga memahami konteks di balik pergerakan tersebut. Tetap lakukan riset mandiri dan tidak mengambil keputusan hanya karena harga sedang naik atau karena Fear of Missing Out (FOMO),” katanya pula.
Peringatan tersebut juga berlaku bagi investor maupun trader yang mempertimbangkan keputusan berdasarkan momentum harga dalam jangka pendek.
Penguatan tajam pada aset kripto dapat berlangsung bersamaan dengan volatilitas yang tinggi. Karena itu, investor tetap perlu memahami manajemen risiko, mengelola posisi secara disiplin, dan melakukan Do Your Own Research (DYOR) sebelum bertransaksi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Lando Norris merebut pole position F1 GP Brasil 2026 di Interlagos. Verstappen ke-16, sementara Russell dan Leclerc terkena penalti.
Pemprov Jateng mencatat 200.815 UMKM telah bersertifikat halal. Penguatan ekosistem halal didorong untuk mendukung pariwisata ramah Muslim.
Kota Callao di Peru membangun patung Paus Leo XIV setinggi 14 meter menjelang kunjungan sang paus pada 11–17 November 2026.
Erdogan meminta Trump mengakhiri ketegangan AS-Iran melalui diplomasi. Pemerintahan AS dilaporkan terbelah soal kelanjutan konflik.
Badai musim dingin merendam 70.000 tenda pengungsi Palestina di Gaza. Ribuan warga terancam penyakit dan kehilangan tempat berlindung.
Houthi menyebut serangan udara koalisi pimpinan Arab Saudi di Sanaa menewaskan 27 warga sipil, sebagian besar perempuan dan anak-anak.