Wales vs Norwegia: Haaland Jadi Ancaman di Cardiff
Prediksi Wales vs Norwegia di Nations League 2026/2027. Haaland menjadi ancaman saat The Dragons memburu poin pertama di Cardiff.
Nozzle BBM - Foto dibuat oleh AI/StockCake
Harianjogja.com, JOGJA— Harga BBM Pertamina pada Kamis (1/10/2026) tidak mengalami perubahan dibandingkan September 2026. PT Pertamina Patra Niaga mempertahankan harga BBM subsidi maupun nonsubsidi di tengah pergantian periode bulanan.
Bagi masyarakat di Jogja yang ingin mengetahui harga BBM terbaru, keputusan ini berarti harga Pertalite, Pertamax, Pertamax Green 95, Pertamax Turbo, Dexlite, hingga Pertamina Dex masih mengacu pada harga yang berlaku pada September.
VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora mengatakan tidak ada penyesuaian harga per 1 Oktober 2026.
"Per 1 Oktober, harga BBM baik subsidi dan nonsubsidi, masih tetap sama dengan harga per bulan September," ujar Kitty dalam keterangannya.
Untuk BBM subsidi, harga tetap mengikuti kebijakan pemerintah hingga akhir 2026. Sementara untuk BBM nonsubsidi, Pertamina Patra Niaga mempertimbangkan sejumlah faktor sebelum menetapkan perubahan harga, termasuk kondisi masyarakat.
"Dengan mempertimbangkan berbagai faktor dan kondisi masyarakat maka sampai saat ini masih diterapkan harga yang sama dengan periode sebelumnya," katanya.
Harga BBM nonsubsidi Pertamina biasanya dievaluasi setiap awal bulan. Namun, pada Oktober 2026 tidak ada perubahan sehingga konsumen masih menemukan harga yang sama seperti September.
Untuk wilayah yang menjadi acuan daftar harga tersebut, Pertalite dibanderol Rp10.000 per liter, sedangkan Biosolar subsidi Rp6.800 per liter. Harga Pertamax berada di level Rp15.950 per liter.
Sementara itu, Pertamax Green 95 dijual Rp19.150 per liter. Pertamax Turbo dipatok Rp19.600 per liter, Dexlite Rp23.700 per liter, dan Pertamina Dex Rp25.200 per liter.
Berikut daftar harga BBM Pertamina per 1 Oktober 2026:
| Jenis BBM | Harga per liter |
|---|---|
| Pertalite | Rp10.000 |
| Biosolar | Rp6.800 |
| Pertamax (RON 92) | Rp15.950 |
| Pertamax Green 95 (RON 95) | Rp19.150 |
| Pertamax Turbo (RON 98) | Rp19.600 |
| Dexlite (CN 51) | Rp23.700 |
| Pertamina Dex (CN 53) | Rp25.200 |
Perlu diperhatikan, harga BBM nonsubsidi Pertamina tidak selalu sama di setiap wilayah. Perbedaan harga dapat dipengaruhi antara lain oleh Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) serta komponen biaya distribusi di masing-masing daerah.
Sebelum memasuki Oktober, Pertamina telah melakukan penyesuaian terhadap sejumlah produk BBM nonsubsidi pada September 2026. Perubahan tersebut membuat beberapa jenis BBM mengalami kenaikan dibandingkan harga Agustus.
Pertamax Green 95 menjadi salah satu produk yang mengalami kenaikan. Harganya ditetapkan Rp19.150 per liter pada September, naik dari Rp16.600 per liter pada periode sebelumnya.
Pertamax Turbo juga naik menjadi Rp19.600 per liter dari Rp18.300 per liter. Sementara Dexlite meningkat menjadi Rp23.700 per liter dari sebelumnya Rp19.700 per liter.
Kenaikan juga terjadi pada Pertamina Dex yang pada September dipatok Rp25.200 per liter, dibandingkan Rp21.150 per liter pada Agustus. Sementara itu, harga Pertamax tetap berada di level Rp15.950 per liter.
Dengan tidak adanya penyesuaian pada Oktober, harga produk-produk tersebut masih menggunakan tarif September. Artinya, konsumen yang membeli BBM nonsubsidi pada awal Oktober belum menghadapi perubahan harga bulanan baru dari Pertamina Patra Niaga.
Untuk BBM subsidi, Pertamina menyatakan harga tetap mengikuti kebijakan pemerintah hingga akhir 2026. Pertalite tetap Rp10.000 per liter, sedangkan Biosolar berada di angka Rp6.800 per liter dalam daftar harga yang dirujuk.
Pertamina juga menegaskan bahwa keputusan mempertahankan harga BBM nonsubsidi pada Oktober dilakukan setelah mempertimbangkan berbagai faktor dan kondisi masyarakat. Dengan demikian, perubahan harga pada awal bulan tidak otomatis terjadi setiap periode meskipun mekanisme evaluasi dilakukan secara berkala.
Bagi pengguna kendaraan, informasi harga ini menjadi acuan ketika mengisi BBM pada Oktober. Namun, konsumen tetap perlu memperhatikan wilayah SPBU karena harga BBM nonsubsidi dapat berbeda berdasarkan ketentuan harga dan komponen biaya yang berlaku di daerah masing-masing.
Harga BBM Pertamina tersebut berlaku per 1 Oktober 2026 dan masih menggunakan harga periode September, sementara Pertamina Patra Niaga belum mengumumkan penyesuaian baru untuk produk BBM nonsubsidi pada awal Oktober.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Prediksi Wales vs Norwegia di Nations League 2026/2027. Haaland menjadi ancaman saat The Dragons memburu poin pertama di Cardiff.
BPJS Kesehatan mengeluarkan lebih dari Rp100 triliun untuk 172,3 juta kasus penyakit jantung sepanjang 2015-2025.
Pengguna iPhone 18 Pro dan Pro Max mengeluhkan speaker berbunyi kresek, klik, dan letupan. Penyebabnya belum diketahui.
Prediksi susunan pemain Timnas Indonesia vs Bangladesh. John Herdman berpeluang memakai 3-4-3 untuk mengejar kemenangan dengan selisih gol.
Harta Listyo Sigit dalam LHKPN 2025 mencapai Rp15,34 miliar. Simak rincian tanah, kendaraan, kas, harta bergerak, dan utangnya.
Profil Nurisa Dian Ashrifah, pemanah Indonesia peraih emas Asian Games 2026 setelah mengalahkan Amaya Cojuangco 139-137