Ganjil Genap BBM Mulai Berlaku, Antrean SPBU Masih Terjadi di Bali

Newswire
Newswire Minggu, 18 Oktober 2026 16:07 WIB
Ganjil Genap BBM Mulai Berlaku, Antrean SPBU Masih Terjadi di Bali

Foto ilustrasi BBM. - Freepik

Harianjogja.com, DENPASAR—Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai menekankan pentingnya pemerataan distribusi dan stok bahan bakar minyak (BBM) untuk memulihkan kondisi antrean di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di seluruh Bali. Meski antrean di sejumlah lokasi mulai terkendali, ketersediaan beberapa jenis BBM, terutama Pertamax, masih perlu dipastikan agar kebutuhan masyarakat terpenuhi.

“Ketersediaan beberapa jenis BBM masih perlu dipastikan kembali secara merata,”kata Natalius Pigai di Denpasar, Bali, Minggu (18/10/2026).

Pigai bersama jajaran Kementerian HAM Wilayah Kerja Bali telah memantau langsung kondisi antrean BBM di sejumlah titik di Denpasar dan Badung sejak Jumat (16/10/2026). Pemantauan tersebut dilakukan untuk melihat perkembangan situasi di lapangan, termasuk setelah pemerintah menerapkan kebijakan ganjil genap nomor kendaraan bermotor untuk pembelian Pertalite.

Antrean SPBU di Denpasar Mulai Terkendali

Berdasarkan pemantauan pada Sabtu (17/10/2026), antrean di sejumlah SPBU, khususnya di Denpasar, tidak lagi mengular seperti hari sebelumnya. Kondisi pelayanan di salah satu SPBU di Jalan Sunset Road, Kuta, Badung, bahkan terlihat relatif normal.

Sabtu menjadi hari pertama penerapan kebijakan ganjil genap nomor kendaraan bermotor untuk pembelian BBM jenis Pertalite. Perubahan kondisi antrean tersebut, menurut Pigai, menunjukkan adanya perbaikan situasi.

Namun, berkurangnya antrean belum sepenuhnya menyelesaikan persoalan pasokan BBM di Bali. Dari sejumlah SPBU yang dipantau, Pertalite masih tersedia, sedangkan Pertamax belum tersedia di beberapa lokasi.

“Kami mengharapkan masyarakat tetap tenang. Pemerintah tentu hadir dan terus melakukan upaya penanganan agar ketersediaan BBM kembali normal dan kebutuhan masyarakat terpenuhi,” ucapnya.

Pembelian Pertalite Masih Dibatasi

Selain persoalan ketersediaan stok, masyarakat juga masih menghadapi pembatasan pembelian Pertalite. Batas pembelian yang berlaku adalah maksimal tiga liter untuk sepeda motor dan 20 liter untuk mobil.

“Dengan demikian, meskipun antrean mulai terkendali, masyarakat masih menghadapi keterbatasan pilihan BBM di sejumlah lokasi,” ucapnya.

Kondisi tersebut membuat pemerataan pasokan tetap menjadi perhatian meskipun antrean di beberapa SPBU mulai berkurang. Ketersediaan berbagai jenis BBM dinilai perlu dipastikan agar masyarakat dapat memenuhi kebutuhan bahan bakar di lokasi masing-masing.

Pigai menegaskan penanganan masalah distribusi dan stok BBM harus berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Kelancaran pasokan menjadi hal penting agar warga tidak terus menghadapi antrean panjang yang berpotensi mengganggu pekerjaan, usaha, dan aktivitas sehari-hari.

Antrean BBM Masih Terjadi di Gianyar hingga Tabanan

Sementara itu, pada Minggu (18/10/2026) siang, atau hari kedua pemberlakuan ganjil genap, antrean pembelian BBM masih terjadi di sejumlah wilayah Bali.

Antrean terpantau di SPBU By Pass Dharma Giri, Kota Gianyar, dan Samplangan, Gianyar. Antrean juga masih terjadi di sejumlah titik di Karangasem, Singaraja, dan Tabanan.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pemulihan antrean belum merata di seluruh wilayah Bali. Karena itu, pemerataan distribusi dan ketersediaan stok BBM masih menjadi perhatian dalam penanganan persoalan pasokan bahan bakar.

Pemerintah diharapkan terus mengupayakan normalisasi pasokan agar masyarakat dapat memperoleh BBM sesuai kebutuhan tanpa terbebani antrean panjang yang menghambat kegiatan sehari-hari.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online