Prabowo Targetkan Pinjaman Produktif Rp400 Triliun pada 2027

Newswire
Newswire Kamis, 22 Oktober 2026 19:47 WIB
Prabowo Targetkan Pinjaman Produktif Rp400 Triliun pada 2027

Presiden Prabowo Subianto pimpin Sidang Kabinet Paripurna 2 Tahun Pertama Pemerintahan Kerja Nyata untuk Negeri, Rabu (21/10/2026)./BPMI Sekretariat Presiden\r\n\r\n

Harianjogja.com, JAKARTA—Presiden Prabowo Subianto menargetkan penyaluran pinjaman produktif senilai Rp400 triliun kepada 28 juta keluarga pada 2027. Program ini menyasar petani, nelayan, pelaku usaha, hingga masyarakat berpenghasilan rendah di perkotaan dan wilayah terpencil.

Target tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri Rapat Koordinasi Nasional Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (Rakornas TPAKD) 2026 di JiExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis.

Menurut Prabowo, penerima manfaat program tersebut mencakup masyarakat di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), masyarakat pedesaan, serta kelompok berpenghasilan rendah di wilayah perkotaan.

"Di tahun yang akan datang, rencana kita, sasaran kita, Insyaallah terwujud, saya ingin menyalurkan Rp400 triliun kepada para petani, nelayan, dan mereka-mereka yang berada di pedesaan, dan di daerah-daerah terpencil, dan daerah-daerah yang tertinggal, juga di daerah-daerah perkotaan (untuk, red.) mereka yang berpenghasilan rendah. Ini nanti sasarannya kurang lebih 28 juta keluarga, kalau dengan istri dan anak, itu berarti dikali 4, kurang lebih 100 juta rakyat kita. Itu kemampuan kita sekarang," kata Prabowo.

Dengan sasaran 28 juta keluarga, Prabowo memperkirakan program tersebut dapat menjangkau sekitar 100 juta orang apabila anggota keluarga, termasuk istri dan anak, turut diperhitungkan.

Prabowo Tekankan Daya Beli Masyarakat

Prabowo menegaskan kebijakan ekonomi pemerintah harus berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Menurut dia, pertumbuhan dan kekuatan ekonomi perlu dirasakan secara langsung oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

"Kekuatan ekonomi bangsa yang sesungguhnya harus dirasakan oleh rakyat secara nyata, oleh petani di desa-desa, oleh nelayan di pesisir, oleh pedagang di pasar-pasar, oleh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah, oleh ibu-ibu yang berjuang membantu ekonomi keluarganya," kata Prabowo.

Ia mengingatkan agar kesejahteraan rakyat tidak berhenti sebagai slogan. Pemerintah, menurut Prabowo, perlu memastikan penghasilan masyarakat meningkat secara nyata sehingga setiap keluarga memiliki daya beli.

"Arti sesungguhnya dari kesejahteraan adalah bahwa penghasilan rakyat secara real, secara nyata, harus meningkat. Bahwa, setiap keluarga harus memiliki daya beli yang nyata. Ini yang sedang kita perjuangkan. Ini garis kita," kata Prabowo.

Kredit Produktif Rp53,15 Triliun Sudah Disalurkan

Dalam kesempatan yang sama, Prabowo mengapresiasi kinerja kementerian, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan para pemimpin daerah dalam memperluas akses keuangan masyarakat.

Apresiasi tersebut disampaikan karena Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah telah terbentuk di seluruh provinsi, kabupaten, dan kota pada akhir 2024. Prabowo juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang berkontribusi dalam pembentukan tim tersebut.

Sebelum memberikan pengarahan, Prabowo menyerahkan secara simbolis akad kredit atau pembiayaan produktif senilai Rp53,15 triliun. Pembiayaan tersebut telah disalurkan kepada 2.106.401 debitur selama periode Agustus hingga Oktober 2026.

Penerimanya terdiri atas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), petani, nelayan, serta wirausaha lainnya. Penyaluran kredit dan pembiayaan produktif tersebut dilakukan oleh 343 lembaga jasa keuangan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online