Zero Tolerance, Mulai 2027 Truk ODOL Tak Bisa Beli Tiket Kapal Penyeberangan
Kemenhub menegaskan Zero ODOL berlaku 1 Januari 2027 tanpa toleransi. Sistem WIM, Ferizy, dan ETLE HUB disiapkan untuk menertibkan truk.
Maskapai Air Asia/Istimewa
Harianjogja.com, JAKARTA—Indonesia AirAsia menyebut harga tiket penerbangan domestik dapat turun hingga 12% selama periode Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru). Penurunan harga tersebut sejalan dengan kebijakan pemerintah berupa pembebasan pajak pertambahan nilai (PPN) tiket pesawat serta potongan biaya layanan di bandara.
Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Utama Indonesia AirAsia Achmad Sadikin Abdurachman mengatakan perusahaan mendukung kebijakan pemerintah untuk menghadirkan layanan penerbangan yang lebih terjangkau bagi masyarakat.
Menurutnya, periode Natal dan Tahun Baru merupakan momentum penting bagi masyarakat untuk bepergian, baik untuk berkumpul bersama keluarga maupun menikmati liburan akhir tahun.
“Penumpang berkesempatan menikmati penurunan harga tiket penerbangan domestik mulai dari 12% selama periode Nataru,” ujarnya dalam keterangan resmi, belum lama ini.
Meski demikian, penurunan harga hingga 12% tersebut memiliki ketentuan khusus. Promo berlaku untuk pembelian tiket penerbangan domestik dengan periode perjalanan mulai 22 Desember 2026 hingga 10 Januari 2027. Periode pembelian tiket juga berlangsung hingga 10 Januari 2027.
Penumpang dapat merencanakan perjalanan dan memesan tiket melalui aplikasi AirAsia MOVE maupun situs resmi airasia.com. Calon penumpang tetap perlu memperhatikan syarat dan ketentuan yang berlaku sebelum melakukan pemesanan.
Sadikin menyambut baik kebijakan pemerintah yang kembali diterapkan seperti tahun sebelumnya. Ia berharap kebijakan tersebut dapat membantu masyarakat mendapatkan perjalanan udara dengan harga yang lebih terjangkau selama libur akhir tahun.
“Melalui upaya bersama tersebut, diharapkan masyarakat dapat menikmati perjalanan udara yang lebih terjangkau selama periode libur akhir tahun,” tambahnya.
Pembebasan PPN untuk 3,7 Juta Penumpang
Selain pembebasan PPN, penurunan harga tiket pesawat juga didukung sejumlah kebijakan lain, termasuk potongan 50% untuk Passenger Service Charge (PSC) atau Pelayanan Jasa Penumpang Pesawat Udara (PJP2U).
Khusus untuk penerbangan berjadwal domestik kelas ekonomi, pemerintah berencana menanggung 100% pungutan PPN tiket pesawat bagi 3,7 juta penumpang selama periode Nataru. Kebijakan tersebut didukung anggaran sebesar Rp722 miliar.
Indonesia AirAsia menyatakan komitmennya untuk terus mendukung upaya peningkatan keterjangkauan transportasi udara. Perusahaan juga ingin memberikan pilihan perjalanan yang aman dan nyaman bagi masyarakat selama libur Natal dan Tahun Baru.
“Indonesia AirAsia berkomitmen untuk terus mendukung upaya peningkatan keterjangkauan transportasi udara bagi masyarakat, sekaligus memberikan pilihan perjalanan yang aman dan nyaman selama periode libur Natal dan Tahun Baru,” tutup Sadikin.
Kebijakan stimulus ini melibatkan sejumlah pihak, termasuk operator bandara yang menyediakan layanan bagi penumpang dan maskapai penerbangan.
InJourney Airports Beri Diskon Biaya Layanan Bandara
Operator bandara, dalam hal ini PT Angkasa Pura Indonesia atau InJourney Airports, turut berkontribusi dalam upaya menekan harga tiket pesawat melalui pemberian keringanan biaya layanan bandara.
Direktur Utama InJourney Airports Mohammad Rizal Pahlevi sebelumnya menyampaikan bahwa perusahaan telah memberikan potongan 50% untuk PSC pada sejumlah periode, terutama saat Lebaran, libur panjang dan libur sekolah, serta Natal dan Tahun Baru.
PSC merupakan biaya layanan penumpang yang berbeda dari pajak. Melalui kebijakan diskon tersebut, penumpang hanya membayar separuh biaya PSC yang berlaku selama periode tertentu.
“Passenger service charge beda dengan pajak. Itu katakan Rp100.000, penumpang dikenai biaya hanya Rp50.000 untuk periode-periode tertentu dan hampir tiga periode itu cukup besar jumlahnya,” tuturnya.
Selain potongan PSC, InJourney Airports juga memberikan stimulus berupa pembebasan biaya pendaratan atau landing fee untuk sejumlah rute. Operator bandara turut menyediakan fasilitas gratis bagi maskapai sesuai kebutuhan yang dinilai dapat mendukung aktivitas penerbangan.
Menurut Rizal, pemberian stimulus disesuaikan dengan kebutuhan maskapai. Salah satu bentuknya adalah pengurangan biaya pendaratan hingga 50%, bahkan pembebasan biaya pada periode tertentu untuk mendorong peningkatan trafik penerbangan.
“Fasilitas maskapai itu kami punya pola stimulus apa yang maskapai butuhkan, kami mengambil peran di situ. Misalnya landing fee-nya jadi 50% bahkan terkadang dalam periode tertentu untuk bisa meningkatkan trafik itu kita kasih gratis,” katanya.
Berbagai stimulus tersebut diharapkan dapat membantu menekan biaya penerbangan sehingga harga tiket semakin terjangkau bagi masyarakat. Dengan dukungan kebijakan pemerintah, maskapai, dan operator bandara, masyarakat diharapkan memiliki lebih banyak kesempatan untuk merencanakan perjalanan udara selama libur akhir tahun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Kemenhub menegaskan Zero ODOL berlaku 1 Januari 2027 tanpa toleransi. Sistem WIM, Ferizy, dan ETLE HUB disiapkan untuk menertibkan truk.
Sebanyak 27,6% perjalanan penumpang kereta api menuju Jogja bertujuan wisata. KAI mencatat jutaan penumpang di Stasiun Jogja dan Lempuyangan.
Progres Tol Semarang-Demak Seksi 1 mencapai 79,42% per 22 Oktober 2026. Kementerian PU menargetkan proyek rampung akhir 2027.
SSB Bapack Jogja menjadi wadah para bapak belajar sepak bola, menjaga kebugaran, memperluas pertemanan, dan menghidupkan mimpi masa kecil.
Kanwil Ditjenpas Sumsel memeriksa petugas dan napi Lapas Muaradua terkait kematian Adi Waswara. Polisi telah menetapkan empat tersangka.
Indonesia AirAsia menyebut harga tiket domestik dapat turun hingga 12% saat Nataru 2026/2027 berkat pembebasan PPN dan diskon layanan bandara.