Produsen Biskuit Marie Lee Biscuits Tutup Pabrik di Malaysia

Jumali
Jumali Senin, 26 Oktober 2026 14:37 WIB
Produsen Biskuit Marie Lee Biscuits Tutup Pabrik di Malaysia

Google Street

Harianjogja.com, JOGJA—Lee Biscuits, produsen biskuit legendaris yang dikenal lewat produk biskuit Marie, dikabarkan akan menutup pabriknya di Pontian, Johor, Malaysia, pada akhir Oktober 2026. Keputusan tersebut menandai berakhirnya perjalanan produksi perusahaan yang telah berlangsung selama 92 tahun.

Penutupan pabrik ini disebut sebagai bagian dari restrukturisasi grup induk Lee Biscuits. Mengutip New Straits Times, Minggu (25/10/2026), grup tersebut dilaporkan akan meninggalkan bisnis manufaktur makanan ringan untuk mengonsolidasikan aset dan memusatkan perhatian pada bisnis inti, termasuk perkebunan karet dan kelapa sawit.

Dampak penghentian produksi mulai dirasakan oleh pemasok, pelanggan, dan pekerja. Pemberitahuan mengenai rencana penghentian produksi dilaporkan telah disampaikan kepada pemasok dan pelanggan sejak September 2026.

Media Malaysia, China Press, melaporkan sekitar 300 karyawan masih akan bekerja hingga akhir Oktober. Mereka terutama bertugas membersihkan pabrik dan menyelesaikan pekerjaan terkait menjelang penutupan operasional.

Manajemen senior pabrik juga menyampaikan kepada China Press bahwa perusahaan menggelar penjualan penghabisan stok selama dua pekan terakhir setelah keputusan penghentian operasional diambil. Seluruh persediaan biskuit dilaporkan telah terjual habis.

Sementara itu, media Singapura, CNA, melaporkan situs resmi Lee Biscuits sudah tidak dapat diakses pada Jumat (23/10/2026). Halaman media sosial perusahaan juga dilaporkan tidak lagi tersedia.

Sejarah Lee Biscuits dan Biskuit Marie

Lee Biscuits berkantor pusat di Pontian, Johor, dan didirikan oleh pengusaha sekaligus filantropis Lee Kong Chian. Selama puluhan tahun, merek ini dikenal melalui berbagai produk biskuit yang dipasarkan kepada konsumen.

Selain biskuit Marie, produknya mencakup biskuit asin atau saltine crackers, biskuit berlapis gula warna-warni yang dikenal sebagai iced gem, serta biskuit sandwich rasa lemon.

Merek Lee Biscuits berawal dari Singapura sebelum kegiatan produksinya dipindahkan ke Tampoi, Johor Bahru, pada 1995. Operasional perusahaan kemudian dipindahkan ke Pontian pada 2005.

Rencana penutupan pabrik pada akhir Oktober 2026 menjadi babak baru bagi perusahaan yang telah bertahan selama 92 tahun. Namun, informasi mengenai penghentian produksi ini perlu dibedakan dari status merek dan produk Lee Biscuits secara keseluruhan, yang belum tentu otomatis berakhir bersamaan dengan penutupan pabrik.

Bukan Kali Pertama Grup Menghentikan Produksi

Penghentian operasional Lee Biscuits disebut bukan langkah pertama grup induknya dalam meninggalkan bisnis manufaktur makanan. Pada 2023, grup tersebut menutup pabrik pengalengan nanas di Skudai, Johor, yang telah beroperasi selama puluhan tahun.

Penutupan pabrik nanas itu sejalan dengan pergeseran fokus perusahaan ke sektor perkebunan kelapa sawit. Langkah serupa kini dilaporkan menjadi bagian dari strategi restrukturisasi grup yang menaungi Lee Biscuits.

Jika rencana penutupan pabrik Pontian terlaksana sesuai jadwal, berakhir pula kegiatan produksi di fasilitas tersebut setelah perjalanan panjang yang membuat Lee Biscuits dikenal sebagai salah satu merek biskuit legendaris di kawasan itu.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online