Antam Raup Rp68,41 Triliun dari Penjualan Emas hingga September 2026

M .Ryan Hidayatullah
M .Ryan Hidayatullah Rabu, 28 Oktober 2026 11:37 WIB
Antam Raup Rp68,41 Triliun dari Penjualan Emas hingga September 2026

Salah satu produk emas dari PT Aneka Tambang Tbk atau Antam. Antara/ist-Antam

Harianjogja.com, JAKARTA—Penjualan emas menjadi penopang utama kinerja PT Aneka Tambang Tbk. (Antam) sepanjang Januari–September 2026. Emiten berkode saham ANTM tersebut mencatat volume penjualan emas sebanyak 25.217 kilogram (kg) dengan nilai mencapai Rp68,41 triliun.

Berdasarkan laporan kinerja perusahaan, penjualan emas menyumbang 77% terhadap total penjualan Antam selama sembilan bulan pertama 2026. Nilainya meningkat 17% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp58,67 triliun.

Di sisi produksi, Antam mencatat produksi emas dari tambang sebesar 634 kg selama periode tersebut. Angka produksi ini berbeda dari volume penjualan emas yang mencapai 25.217 kg.

Direktur Utama Antam Untung Budiharto mengatakan perusahaan terus memperkuat pemasaran produk logam mulia melalui pengembangan portofolio produk, peningkatan kualitas layanan, dan perluasan kanal distribusi. Antam juga memperkuat pemasaran melalui kolaborasi dengan mitra strategis di dalam negeri.

Menurut Untung, capaian hingga September 2026 menunjukkan kemampuan perusahaan mempertahankan pertumbuhan di tengah dinamika industri pertambangan.

“Kami terus memperkuat fundamental bisnis melalui optimalisasi operasional, penguatan strategi komersial, serta pengembangan portofolio usaha untuk menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi perusahaan dan seluruh pemangku kepentingan,” ujar Untung dalam keterangan resmi yang dikutip Rabu (28/10/2026).

Penjualan Antam Tumbuh 23%

Secara keseluruhan, Antam membukukan penjualan bersih sebesar Rp88,48 triliun sepanjang sembilan bulan pertama 2026. Angka tersebut tumbuh 23% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp72,03 triliun.

Pasar domestik masih mendominasi penjualan perusahaan. Antam mencatat penjualan dalam negeri sebesar Rp83,86 triliun atau setara 95% dari total penjualan bersih, meningkat 21% dibandingkan periode Januari–September 2025.

Peningkatan tersebut ditopang oleh penyerapan pasar domestik terhadap sejumlah produk, yakni emas, bijih nikel, dan bijih bauksit.

Dari sisi profitabilitas, laba periode berjalan Antam mencapai Rp9,66 triliun, naik 46% dibandingkan Rp6,61 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, EBITDA perusahaan tercatat Rp13,48 triliun, tumbuh 45% dari Rp9,33 triliun pada Januari–September 2025.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Antam Arini Kasmira mengatakan peningkatan kinerja tersebut mencerminkan perbaikan kualitas profitabilitas, yang terlihat dari margin laba yang semakin baik, serta penguatan posisi kas perusahaan.

“Capaian tersebut didukung oleh pengelolaan modal kerja yang efektif, pengendalian biaya yang disiplin, serta penerapan manajemen risiko yang terukur, sehingga Antam dapat menjaga fundamental keuangan yang solid secara berkelanjutan,” ujar Arini.

Pendapatan Nikel Naik 52%

Selain emas, segmen nikel yang mencakup feronikel dan bijih nikel turut menopang penjualan Antam. Segmen ini menyumbang 19% terhadap total penjualan perusahaan selama Januari–September 2026.

Pendapatan dari segmen nikel mencapai Rp16,98 triliun, meningkat 52% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp11,15 triliun.

Adapun segmen bauksit dan alumina memberikan kontribusi sebesar 3% terhadap total penjualan Antam. Nilai penjualan dari segmen tersebut mencapai Rp2,64 triliun, naik 35% dibandingkan Rp1,95 triliun pada Januari–September 2025.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online