Pemerintah Siapkan 1 Juta Ton Beras SPHP, Harga Rp12.500/Kg

Newswire
Newswire Selasa, 03 November 2026 18:27 WIB
Pemerintah Siapkan 1 Juta Ton Beras SPHP, Harga Rp12.500/Kg

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan./Antara-I.C. Senjaya

Harianjogja.com, PADANG—Pemerintah menyiapkan satu juta ton beras melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) untuk menjaga harga beras tetap terjangkau menjelang akhir 2026. Beras tersebut dijual Rp12.500 per kilogram (kg), lebih rendah dibandingkan harga beras di pasaran yang mencapai sekitar Rp15.000 per kg.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan penyediaan beras SPHP menjadi salah satu langkah pemerintah untuk memastikan ketersediaan pasokan sekaligus menjaga daya beli masyarakat. Kebijakan ini ditujukan agar masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan pangan di tengah potensi kenaikan harga sejumlah komoditas.

"Penyediaan beras SPHP ini merupakan langkah pemerintah untuk memastikan pasokan beras di pasaran tetap terjaga dengan harga yang terjangkau. Melalui program ini diharapkan masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pangan tanpa terbebani kenaikan harga terutama menjelang akhir tahun," kata Zulkifli Hasan di Padang, Selasa (3/11/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan dalam kegiatan penyaluran bantuan pangan komoditas beras untuk alokasi Oktober, November, dan Desember 2026 di Kelurahan Lubuk Buaya, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Selasa (3/11/2026).

Pemerintah Subsidi Rp2.500 per Kg Beras SPHP
Harga beras SPHP ditetapkan sebesar Rp12.500 per kg. Dengan harga beras di pasaran yang mencapai sekitar Rp15.000 per kg, terdapat selisih Rp2.500 yang ditanggung pemerintah melalui subsidi.

"Pemerintah memberikan subsidi sebesar Rp2.500 per kilogram sehingga masyarakat dapat membeli beras SPHP dengan harga Rp12.500. Selisih harga tersebut ditanggung pemerintah, bukan menjadi kerugian Bulog," ujarnya.

Zulkifli menjelaskan penyediaan beras dengan harga khusus tersebut merupakan langkah antisipasi terhadap gejolak harga pangan. Kondisi ini menyusul penurunan produksi padi akibat musim kemarau.

Menurutnya, kenaikan harga kebutuhan pokok, sekalipun dalam jumlah kecil, tetap dapat memengaruhi kemampuan belanja masyarakat. Dampaknya terutama dirasakan rumah tangga berpenghasilan rendah yang harus memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari.

Karena itu, beras SPHP disediakan sebagai alternatif bagi masyarakat untuk mendapatkan beras dengan harga lebih terjangkau.

Beras SPHP Bisa Dibeli Masyarakat Umum
Zulkifli menegaskan program beras SPHP terbuka bagi masyarakat umum. Ketentuan tersebut berbeda dengan program bantuan pangan beras yang diberikan secara gratis kepada keluarga penerima manfaat (KPM) dari kelompok desil 1 hingga desil 4.

Dengan demikian, masyarakat yang tidak termasuk penerima bantuan pangan tetap dapat memperoleh beras SPHP melalui program stabilisasi harga tersebut.

Pemerintah Siapkan Jagung dan 380 Ribu Ton Beras untuk Industri
Selain menyiapkan satu juta ton beras SPHP, pemerintah juga menyiapkan intervensi terhadap sejumlah komoditas pangan lain untuk mengendalikan harga menjelang akhir 2026.

Salah satunya melalui pelepasan 150 ribu ton jagung dengan harga Rp5.500 per kg. Komoditas tersebut diperuntukkan bagi peternak ayam pedaging dan ayam petelur skala usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Pemerintah juga menyiapkan 380 ribu ton beras yang telah disimpan lebih dari satu tahun. Beras tersebut akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan industri pengolahan pangan, seperti produsen tepung kue dan bihun.

Untuk kebutuhan industri tersebut, pemerintah menetapkan harga beras sebesar Rp11.000 per kg.

Zulkifli menyebut rangkaian kebijakan intervensi pangan tersebut diharapkan dapat menjaga ketersediaan bahan baku sekaligus menekan potensi kenaikan harga produk pangan di tingkat konsumen.

Melalui penyediaan beras SPHP, jagung, dan beras untuk industri pengolahan, pemerintah berupaya menjaga pasokan berbagai komoditas menjelang akhir tahun 2026.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online