Harga BBM 29 Agustus 2026, Pertamax Turun Jadi Rp15.950
Harga BBM 29 Agustus 2026 di Pertamina, BP-AKR, Shell, dan Vivo. Pertamax, BP 92, Revvo 92 turun, sementara sejumlah BBM diesel naik.
Ilustrasi pertumbuhan ekonomi./Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Harga bensin dan tarif angkutan udara menjadi sejumlah komoditas yang mendorong inflasi Indonesia pada Oktober 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi tahunan mencapai 3,23% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya atau secara year on year (YoY).
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menjelaskan kelompok pengeluaran transportasi mengalami inflasi tahunan sebesar 4,87%. Kelompok tersebut memberikan andil inflasi sebesar 0,59% pada Oktober 2026.
“Inflasi pada kelompok transportasi terutama didorong oleh bensin, tarif angkutan udara, pelumas atau oli mesin, sepeda motor, pemeliharaan atau servis, serta juga mobil,” kata Ateng dalam rilis berita resmi statistik, Senin (2/11/2026).
Berdasarkan besaran andilnya, transportasi menjadi kelompok pengeluaran dengan kontribusi terbesar kedua terhadap inflasi tahunan Oktober 2026. Sementara itu, kelompok makanan, minuman, dan tembakau masih menjadi penyumbang terbesar.
BPS mencatat kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami inflasi sebesar 4,82% secara tahunan. Kelompok ini memberikan andil inflasi sebesar 1,40%.
Sejumlah komoditas yang menjadi penyumbang inflasi pada kelompok tersebut meliputi cabai rawit, ikan segar, beras, minyak goreng, daging ayam ras, sigaret kretek mesin (SKM), dan daging sapi.
Setelah transportasi, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya menjadi penyumbang inflasi terbesar ketiga. Kelompok tersebut mencatat inflasi tahunan sebesar 4,52% dengan andil sebesar 0,32%.
“Inflasi pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya terutama terjadi pada komoditas emas perhiasan,” lanjut Ateng.
BPS juga merinci perkembangan inflasi berdasarkan komponen pembentuknya. Komponen inti mengalami inflasi sebesar 2,56% secara tahunan dengan andil sebesar 1,64%.
Inflasi inti terutama didorong oleh emas perhiasan, minyak goreng, nasi dengan lauk, telepon seluler, laptop, notebook, serta pelumas atau oli mesin.
Sementara itu, komponen harga yang diatur pemerintah mengalami inflasi sebesar 3,24% dengan andil 0,63%. Transportasi kembali menjadi penyumbang utama, terutama melalui komoditas bensin dan tarif angkutan udara. Selain itu, sigaret kretek mesin dan bahan bakar rumah tangga turut memberikan kontribusi.
Adapun komponen harga bergejolak mencatat inflasi tahunan sebesar 5,81% dengan andil 0,96%. Kenaikan pada komponen ini terutama dipengaruhi oleh cabai rawit, beras, daging ayam ras, daging sapi, tomat, dan cabai merah.
Selain mencatat inflasi secara tahunan, BPS memaparkan perkembangan harga di berbagai wilayah selama Oktober 2026. Secara bulanan atau month to month (MtM), sebanyak 33 provinsi mengalami inflasi, sedangkan lima provinsi lainnya mengalami deflasi.
Papua Selatan menjadi provinsi dengan inflasi bulanan tertinggi, yakni mencapai 1,12%. Sebaliknya, Gorontalo mencatat deflasi terdalam sebesar 0,67%.
"Secara bulanan atau month-to-month, 33 provinsi mengalami inflasi dan 5 provinsi mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Papua Selatan yaitu sebesar 1,12% sedangkan deflasi terdalam terjadi di Gorontalo yaitu sebesar 0,67%" ujar Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono dalam pemaparannya di Jakarta, Senin (2/11/2026).
BPS menjelaskan pergerakan harga antarwilayah selama Oktober 2026 dipengaruhi oleh variasi pasokan serta pola konsumsi masyarakat yang berbeda di setiap daerah.
Di wilayah Sumatra, Sumatra Barat mencatat inflasi bulanan tertinggi sebesar 0,86%. Sementara itu, Kepulauan Bangka Belitung mengalami deflasi terdalam di pulau tersebut, yakni sebesar 0,41%.
Untuk Pulau Jawa, seluruh provinsi mengalami inflasi pada Oktober 2026. DI Yogyakarta mencatat kenaikan harga tertinggi sebesar 0,27%, sedangkan Jawa Timur menjadi provinsi dengan inflasi terendah sebesar 0,07%.
Di kawasan Kalimantan, inflasi bulanan tertinggi terjadi di Kalimantan Tengah dengan angka 0,68%. Data tersebut menunjukkan adanya perbedaan perkembangan harga antarwilayah selama Oktober 2026.
Sementara itu, di kawasan Bali dan Nusa Tenggara, Provinsi Bali mengalami inflasi sebesar 0,25%. Berbeda dengan Bali, Nusa Tenggara Barat justru mencatat deflasi sebesar 0,56%.
Secara keseluruhan, data BPS memperlihatkan tekanan inflasi Oktober 2026 berasal dari beberapa kelompok pengeluaran, terutama makanan, minuman, dan tembakau serta transportasi. Kenaikan harga bensin dan tarif angkutan udara menjadi bagian dari faktor yang mendorong kelompok transportasi, sedangkan komoditas pangan dan emas perhiasan turut memengaruhi perkembangan harga nasional.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Harga BBM 29 Agustus 2026 di Pertamina, BP-AKR, Shell, dan Vivo. Pertamax, BP 92, Revvo 92 turun, sementara sejumlah BBM diesel naik.
Cek jadwal SIM Keliling dan layanan perpanjangan SIM Gunungkidul November 2026, termasuk lokasi, syarat dokumen, serta biaya SIM A dan C.
Satlantas Polresta Jogja menyediakan layanan perpanjangan SIM November 2026 melalui Satpas, SIM Keliling, SIM Mami, Drive Thru, dan MPP.
FHI DIY menargetkan atlet lolos ke PON 2028 melalui pembinaan sejak dini, latihan rutin mandiri, dan peningkatan fasilitas latihan.
BPS mencatat 938,84 juta perjalanan wisatawan nusantara sepanjang Januari-September 2026, naik 4,10% dan tertinggi sejak 2019.
Bareskrim mengungkap korban TPPO bermodus rekrutmen tentara bayaran Rusia berasal dari kalangan sipil hingga mantan anggota TNI dan Polri.