Gapeka 2026 Berlaku 1 Desember, KAI Tambah 39 Perjalanan KA

Annasa Rizki Kamalina
Annasa Rizki Kamalina Selasa, 03 November 2026 22:27 WIB
Gapeka 2026 Berlaku 1 Desember, KAI Tambah 39 Perjalanan KA

Penumpang kereta api di wilayah Daop 6 Yogyakarta/istimewa

Harianjogja.com, JAKARTA—Penumpang kereta api akan mendapatkan lebih banyak pilihan perjalanan mulai 1 Desember 2026. PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI menambah 39 perjalanan kereta di Pulau Jawa dan Sumatra melalui pemberlakuan Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka) 2026.

Salah satu layanan baru yang disiapkan adalah KA Pandawa dengan rute Semarang Tawang–Solo Balapan–Yogyakarta pulang-pergi (PP). Kereta ini direncanakan melayani empat perjalanan setiap hari.

VP Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan jumlah perjalanan kereta meningkat dari 1.813 perjalanan dalam Gapeka 2025 menjadi 1.852 perjalanan pada Gapeka 2026.

“Ini kereta baru yang kami siapkan melayani Gapeka 2026. Satu yang menjadi andalan [KA Pandawa] kami harapkan juga bisa seperti Joglosemarkerto,” ujarnya dalam Media Briefing, Selasa (3/11/2026).

Penambahan perjalanan tersebut diperkirakan menyediakan sekitar 7.000 tempat duduk tambahan setiap hari untuk layanan kereta api jarak jauh.

Kapasitas Tempat Duduk di Jawa dan Sumatra Bertambah

Selain menambah frekuensi perjalanan, KAI meningkatkan kapasitas angkut penumpang di kedua wilayah operasional tersebut.

Untuk wilayah Jawa, kapasitas tempat duduk yang disiapkan mencapai 137.846 kursi atau meningkat 3,89% dibandingkan Gapeka sebelumnya. Sementara itu, kapasitas di wilayah Sumatra mencapai 38.936 kursi, tumbuh 9,26%.

Secara keseluruhan, KAI menyiapkan 84 tambahan perjalanan kereta serta menambah enam stasiun pemberhentian untuk melayani naik dan turun penumpang.

Penyesuaian jadwal dan frekuensi perjalanan tersebut dilakukan untuk mengakomodasi pertumbuhan jumlah penumpang di Jawa maupun Sumatra.

KA Datuk Belambangan hingga Brawijaya Dapat Tambahan Perjalanan

Penambahan frekuensi perjalanan juga menyasar sejumlah layanan yang memiliki permintaan penumpang. Di Divisi Regional (Divre) I Sumatra Utara, misalnya, KAI menambah satu perjalanan KA Datuk Belambangan dan empat perjalanan KA Sri Lelawangsa.

Sementara itu, untuk mengakomodasi peningkatan permintaan perjalanan menuju Malang, KAI menambah dua perjalanan pada pagi hari untuk KA Brawijaya rute Malang–Gambir pulang-pergi.

Penyesuaian tersebut menjadi bagian dari peningkatan layanan dalam Gapeka 2026, selain pengoperasian kereta baru dan penambahan kapasitas tempat duduk.

KA Sangkuriang Berhenti di Enam Stasiun Tambahan

Perubahan lain dalam Gapeka 2026 adalah penambahan stasiun pemberhentian pada sejumlah perjalanan kereta. Salah satunya KA Sangkuriang relasi Bandung–Ketapang pulang-pergi.

Untuk perjalanan dari Bandung menuju Ketapang, KA Sangkuriang akan mendapatkan tambahan pemberhentian di enam stasiun, yakni Cibatu, Rajapolah, Kebumen, Tanggul, Kalisetail, dan Rogojampi.

Adapun perjalanan dari Ketapang menuju Bandung akan berhenti di Stasiun Rogojampi, Kalisetail, Tanggul, Kebumen, Rajapolah, dan Klakah.

Selain itu, KAI menambah stasiun pemberhentian di Bekasi, Cikarang, dan Jatinegara untuk sejumlah perjalanan kereta api jarak jauh.

Penumpang Bekasi dan Cikarang Bisa Terhubung dengan KRL

Penambahan pemberhentian di Bekasi, Cikarang, dan Jatinegara berkaitan dengan konektivitas ketiga stasiun tersebut dengan layanan KRL.

Anne mengatakan penyesuaian ini memberikan kemudahan bagi penumpang dari kawasan tersebut yang hendak menggunakan kereta api jarak jauh. Mereka tidak harus terlebih dahulu menuju Stasiun Pasar Senen atau Gambir.

“Stasiun ini yang terkoneksi dengan KRL. Sehingga yang dari Cikarang dan Bekasi tidak perlu ke Pasar Senen atau Gambir,” tambah Anne.

Meski terdapat tambahan titik pemberhentian, KAI berupaya menjaga agar waktu tempuh perjalanan tidak bertambah lebih dari 10 menit.

Daftar Kereta yang Berhenti di Bekasi, Cikarang, dan Jatinegara

Berikut daftar perjalanan kereta yang mendapatkan pemberhentian tambahan di tiga stasiun tersebut dalam Gapeka 2026.

1. Stasiun Bekasi

KA Manahan 59 relasi Solo Balapan–Gambir.
KA Bangunkarta 176 relasi Pasar Senen–Jombang.
KA Tegal Bahari 226 relasi Pasar Senen–Tegal.

2. Stasiun Cikarang

KA Manahan 61 relasi Solo Balapan–Gambir.
KA Pangandaran 128 relasi Gambir–Sidareja
KA Parahyangan 133 relasi Bandung–Gambir.
KA Parahyangan 134 relasi Gambir–Bandung.
KA Singasari 149 relasi Blitar–Pasar Senen.
KA Tawangjaya Premium 213 relasi Semarang Tawang–Pasar Senen.

3. Stasiun Jatinegara

KA Cakrabuana 123 relasi Cirebon–Gambir.
KA Gumarang 178 relasi Pasar Senen–Surabaya Pasarturi.

Pemberlakuan Gapeka 2026 mulai 1 Desember 2026 akan membawa sejumlah penyesuaian pada frekuensi perjalanan, kapasitas tempat duduk, dan titik pemberhentian kereta di Pulau Jawa serta Sumatra.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online