Krisis Pangan Global Mengancam, Pemerintah Klaim Stok Beras Indonesia Aman

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Minggu, 08 November 2026 15:37 WIB
Krisis Pangan Global Mengancam, Pemerintah Klaim Stok Beras Indonesia Aman

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. /[email protected]_sulaiman.

Harianjogja.com, JAKARTA—Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan ketersediaan beras nasional dalam kondisi aman di tengah ketidakpastian pangan global. Indonesia bahkan memasuki tahun kedua tanpa melakukan impor beras.

Kepastian tersebut disampaikan Amran saat memberikan keterangan kepada wartawan, Minggu (8/11/2026). Menurutnya, pemerintah harus menjaga pasokan pangan untuk memenuhi kebutuhan sekitar 286 juta penduduk Indonesia, terlebih situasi pangan dunia tengah menghadapi tekanan.

Amran menjelaskan krisis energi dan ketegangan geopolitik telah memengaruhi kondisi pangan global. Sejumlah negara mulai menahan pasokan pangan untuk memperkuat persediaan dalam negeri.

Dia mencontohkan China yang mengimpor sekitar enam juta ton beras. Selain itu, Amran menyebut sebanyak 33 negara mulai menahan pasokan pangan akibat meningkatnya ketegangan geopolitik.

“Ini harus kita jaga, di mana penduduk kita nomor empat dunia, 286 juta orang. Ini harus kita jaga pangannya siang malam, apalagi hanya hari libur,” kata Amran.

Indonesia Masuk Tahun Kedua Tanpa Impor Beras

Di tengah tekanan pangan dunia, Amran bersyukur Indonesia mampu mempertahankan ketersediaan beras tanpa impor selama dua tahun berturut-turut. Pemerintah, kata dia, terus melakukan konsolidasi untuk menjaga produksi dan pasokan pangan nasional.

“Alhamdulillah di saat pangan dunia cukup tidak menggembirakan, tidak baik-baik saja, Indonesia adalah masuk tahun ke-2 tidak impor beras,” ujar Amran.

Kondisi stok beras nasional juga didukung oleh cadangan yang dikelola Perum Bulog. Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdani, menyebut persediaan beras perusahaan saat ini mencapai 4,5 juta ton.

“Untuk stok Bulog sendiri, sampai dengan hari ini kami yakinkan aman 4,5 juta ton. Ini stok tertinggi dari seluruh yang ada di negara-negara ASEAN,” ujarnya seperti dilansir RRI.co.id.

Ahmad memastikan cadangan tersebut mampu memenuhi kebutuhan masyarakat hingga akhir tahun. Bahkan, stok beras diperkirakan masih mencukupi sampai pertengahan tahun mendatang.

Serapan Gabah dan Beras Bulog Tembus 4,4 Juta Ton

Selain mengandalkan persediaan yang tersedia, Bulog terus memperkuat cadangan melalui penyerapan hasil panen petani. Hingga saat ini, realisasi penyerapan gabah dan beras telah melampaui 4,4 juta ton.

“Serapan kami saat ini sudah lebih dari 4,4 juta ton. Serapan itu tertinggi selama Indonesia Merdeka, belum pernah sampai 4,4 juta ton,” kata Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdani.

Penyerapan hasil panen tersebut menjadi salah satu langkah antisipasi menghadapi potensi El Nino dan dinamika global. Bulog memastikan kegiatan penyerapan tetap berlangsung hingga Desember dan kembali dilanjutkan pada Januari mendatang.

Menurut Ahmad, penguatan cadangan sejak awal tahun dilakukan untuk memastikan kebutuhan beras masyarakat tetap terpenuhi. Dengan stok yang tersedia dan penyerapan hasil panen yang terus berjalan, pemerintah berharap masyarakat tidak perlu khawatir terhadap pasokan beras di tengah ketidakpastian global.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online