Penjualan Rumah Tipe Menengah Turun 15,42%, Kementerian PKP Soroti Daya Beli

Reyhan Fernanda Fajarihza
Reyhan Fernanda Fajarihza Minggu, 08 November 2026 10:57 WIB
Penjualan Rumah Tipe Menengah Turun 15,42%, Kementerian PKP Soroti Daya Beli

Ilustrasi perumahan/magnific.com

Harianjogja.com, JAKARTA—Penjualan properti residensial di pasar primer mengalami penurunan 8,43% secara tahunan (year-on-year/YoY) pada kuartal III/2026. Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menyoroti daya beli masyarakat sebagai salah satu faktor yang perlu dicermati di tengah pelemahan pasar tersebut.

Direktur Jenderal Kawasan Permukiman Kementerian PKP Fitrah Nur mengatakan pemerintah terus mendorong penjualan rumah, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Salah satu upayanya dilakukan melalui penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

Meski penjualan rumah melalui Kredit Pemilikan Rumah (KPR) FLPP secara tahunan tercatat menurun, pemerintah tetap mengakselerasi penyaluran pembiayaan tersebut. Salah satunya melalui penyelenggaraan akad massal di sejumlah titik pada akhir 2026.

“Jadi pertanyaannya itu daya beli masyarakat yang mana yang turun, karena penjualan FLPP memang secara year-on-year itu agak turun. Target kita di Malang besok itu kan sekitar 72.000 [unit] akad massal, jalan terus,” kata Fitrah saat ditemui di Kantor Kementerian PKP, Jakarta Pusat, Jumat (7/11/2026) malam.

Pembangunan Rumah FLPP Tetap Berjalan

Fitrah juga menyampaikan pembangunan rumah FLPP oleh pengembang sejauh ini tidak mengalami kendala berarti. Hal tersebut tetap berlaku menjelang musim hujan yang kerap menjadi tantangan dalam proses konstruksi.

Menurut dia, kelancaran pembangunan tidak terlepas dari strategi pengembang yang umumnya telah menyiapkan stok tanah untuk proyek rumah tapak baru.

“Tidak masalah untuk unit FLPP. Pembangunannya jalan terus,” tutur Fitrah.

Pemerintah pun tetap mendorong realisasi akad massal KPR FLPP sebagai bagian dari upaya memperluas akses pembiayaan rumah bagi MBR, meskipun penjualan pada segmen tersebut secara tahunan mengalami penurunan.

BI Catat Penjualan Rumah Turun di Semua Tipe

Sebelumnya, Survei Harga Properti Residensial Bank Indonesia (BI) Triwulan III/2026 mencatat penjualan rumah tapak mengalami kontraksi sebesar 8,43% YoY. Penurunan tersebut lebih dalam dibandingkan dengan kuartal II/2026 yang tercatat minus 2,36% YoY.

“Penurunan pertumbuhan penjualan rumah tersebut dialami pada seluruh tipe rumah,” tulis BI dalam laporan yang dirilis pada Jumat (6/11/2026).

Berdasarkan tipe bangunan, rumah menengah menjadi segmen dengan penurunan penjualan paling dalam. Penjualan rumah tipe ini terkoreksi 15,42% YoY pada kuartal III/2026.

Penurunan tersebut melanjutkan tren negatif pada kuartal sebelumnya. Pada kuartal II/2026, penjualan rumah tipe menengah telah mengalami kontraksi sebesar 10,51% YoY.

Sementara itu, penjualan rumah tipe besar juga berbalik ke zona kontraksi. Setelah sempat tumbuh 13,08% pada kuartal sebelumnya, penjualannya turun 10,78% YoY pada kuartal III/2026.

Adapun rumah tipe kecil mencatat penurunan penjualan sebesar 4,95% YoY. Angka tersebut lebih dalam dibandingkan dengan kontraksi pada kuartal II/2026 yang mencapai 2,88% YoY.

Data BI tersebut menunjukkan pelemahan penjualan terjadi di seluruh segmen rumah tapak, dengan tekanan paling besar berasal dari rumah tipe menengah.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis.com

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online