Wayang Kulit Jadi Alternatif Oleh-Oleh Wisatawan

Kamis, 03 Januari 2013 17:02 WIB
Wayang Kulit Jadi Alternatif Oleh-Oleh Wisatawan

ilustrasi (discover-indo.tierranet.com)

http://www.harianjogja.com/baca/2013/01/03/wayang-kulit-jadi-alternatif-oleh-oleh-wisatawan-364243/bima_pandawa_wayang" rel="attachment wp-att-364295">http://images.harianjogja.com/2013/01/Bima_Pandawa_Wayang-230x310.jpg" alt="" width="230" height="310" />JOGJA -- Libur akhir tahun, wayang kulit dan mainan anak-anak tempo dulu yang terbuat dari kayu seperti gasing, otok-otok, kaki seribu jadi incaran wisatawan. Selain batik dan makanan khas Jogja, barang-barang khas Jogja itu pun kini jadi alternatif oleh-oleh terutama bagi anak-anak.

Menurut Sigit Priyono yang mengaku sebagai satu-satunya penjual wayang kulit dan mainan anak-anak terlengkap di Beringharjo, penjualan wayang kulit dan mainan anak-anak naik hingga dua kali lipat selama liburan ini.

"Untuk wayang yang standar atau jenis bambangan yang paling diminati, sedangkan mainan paling ramai gasing, saya sampai kehabisan," ujarnya saat ditemui di Endah Souvenir, Kamis (3/1/2013).

Menurutnya, meski sebenarnya di kawasan Malioboro maupun di toko oleh-oleh lainnya kerajinan ini mudah ditemukan, namun di kiosnya wayang yang disediakan lebih lengkap dan harganya pun lebih murah.

"Di luar harganya bisa dua kali lipat," katanya.

Di Endah Souvenir, Sigit menghadirkan hampir semua tokoh wayang yang ada seperti Pandawa Lima, Punokawan, Gatotkaca dan masih banyak yang lainnya. Wayang kulit di kiosnya ia banderol mulai dari Rp12.000 untuk Kidangan atau wayang kecil dengan ukuran 45 cm, Rp25.000 untuk Bambangan atau wayang dengan ukuran 55 cm, Rp35.000 untuk wayang dengan ukuran 70 cm atau Katongan, Jangkangan dibanderol dengan Rp35.000, Glagahan seharga Rp47.000 dan paling mahal yakni Gunungan yang dibanderol Rp130.000. Sedangkan untuk mainan anak-anak gasing dibanderol dengan harga Rp30.000 per kodi, suling Rp2.000 per buah, kaki seribu Rp70.000 per kodi.

Menurut Sigit, di hari-hari biasa ia hanya mampu menjual sekitar 10 wayang kulit setiap hari. Begitu juga dengan mainan anak-anak.

"Tapi liburan ini habis semua, bahkan wayang, barusan ada yang ambil lima set Pandawa dan lima set punakawan, belum yang eceran sudah sampai 20 wayang," katanya. Sigit menambahkan, saat ini wayang Pandawa dan Punakawan masih menjadi favorit wisatawan yang berkunjung.

"Selain itu, kalung dari kayu juga banyak peminat yang dujual dengan harga Rp10.000. Selama liburan ini saya bisa jual tiga kodi per hari," katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Laila Rochmatin
Laila Rochmatin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online