Terpengaruh Nilai Tukar, Penghimpunan Dana di BPR DIY Melambat

Jum'at, 23 Agustus 2013 20:58 WIB
Terpengaruh Nilai Tukar, Penghimpunan Dana di BPR DIY Melambat

One hundred thousand rupiah notes are seen through a magnifying glass in this photo illustration taken in Singapore, in this file picture taken March 14, 2013. Banks in Singapore are stubbornly against adopting domestically set reference rates for derivative contracts in the Indonesia rupiah, despite preparing to drop their own rate fixing for the Malaysian ringgit and Vietnamese dong. To match Analysis MARKETS-INDONESIA/FIXING REUTERS/Edgar Su/Files (SINGAPORE - Tags: BUSINESS)

Harianjogja.com, JOGJA–Melemahnya Rupiah terhadap Dolar mempengaruhi industri perbankan di DIY, terutama oleh Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di DIY. Penghimpunan dana di BPR DIY melambat.

Ketua Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo) DIY Tedy Alamsyah mengatakan menguatnya Dolar beberapa waktu terakhir ini memberikan dampak secara tidak langsung bagi industri BPR di DIY.

“Meski yang lebih terdampak sebenarnya bank umum karena transaksi valas biasanya lebih berpengaruh ke bank umum, kondisi ini juga memberikan dampak tidak langsung bagi BPR terutama di sisi penghimpunan dana,” ujarnya, Jumat (23/8/2013).

Tedy menjelaskan, dampak yang dirasakan BPR selama dua bulan ini adalah banyaknya migrasi dana pihak ketiga (DPK) nasabah baik ke perbankan umum maupun ke investasi lainnya. Kondisi tersebut membuat penghimpunan DPK BPR di DIY diprediksi akan kembali melambat.

Tedy mengatakan, sebelumnya, pada triwulan II 2013, penghimpunan DPK BPR tumbuh melambat dibandingkan dengan triwulan sebelumnya. Data Kantor Perwakilan BI DIY menunjukkan DPK pada triwulan kedua tumbuh 19% (yoy) atau Rp2,4 triliun, tercatat lebih rendah dari triwulan I/2013 yang mampu tumbuh 23,4% (yoy).

“Terdapat penurunan hampir lima persen dibandingkan triwulan sebelumnya,” tambah Tedy.

Ia berharap, dampak tersebut tidak akan berlangsung lama dan masyarakat bisa segera kembali menyimpan dananya di BPR di DIY. Menurut dia, masyarakat sebenarnya lebih diuntungkan ketika menyimpan dana di BPR, bahkan suku bunga deposito di BPR lebih tinggi jika dibandingkan bank umum.

“Selain itu dari sisi penjaminan dari LPS, penjaminan di BPR lebih tinggi yakni 8,75 persen sedangkan bank umum hanya 6,5 persen,” katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Maya Herawati
Maya Herawati Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online