Wisata ke Luar Negeri Tertekan Rupiah

Selasa, 07 Januari 2014 21:24 WIB
Wisata ke Luar Negeri Tertekan Rupiah

One hundred thousand rupiah notes are seen through a magnifying glass in this photo illustration taken in Singapore, in this file picture taken March 14, 2013. Banks in Singapore are stubbornly against adopting domestically set reference rates for derivative contracts in the Indonesia rupiah, despite preparing to drop their own rate fixing for the Malaysian ringgit and Vietnamese dong. To match Analysis MARKETS-INDONESIA/FIXING REUTERS/Edgar Su/Files (SINGAPORE - Tags: BUSINESS)

Harianjogja.com, JAKARTA—Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat membuat permintaan paket wisata ke luar negeri (outbound) tertekan, di sisi lain kondisi ini justru membuat paket wisata domestik diserbu turis.
Ketua Association of The Indonesian Tours & Travel Agencies (Asita), Asnawi Bahar mengatakan wisatawan yang berlibur ke luar negeri memang terjadi penurunan hingga 20%, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Penurunan terbesar terjadi pada tujuan wisata ke negara yang menggunakan mata uang dolar AS, adapun kunjungan ke negara-negara Asean seperti Malaysia, dan Thailand yang memiliki mata uang nondolar AS tidak terlalu terkena dampaknya.
“Kenaikan dolar AS dari sekitar Rp9.000-Rp10.000 menjadi lebih dari Rp12.000 itu besar sekali, ini membuat masyarakat yang sudah merencanakan perjalanan dari jauh-jauh hari mengurungkan niatnya untuk berlibur ke luar negeri,” kata Asnawi, Selasa (7/1/2014).

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Maya Herawati
Maya Herawati Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online