PMI DIY Kirim 6 Personel Bantu Korban Gempa di NTT
PMI DIY mengirim enam personel ke Kabupaten Manggarai, NTT, untuk memberikan layanan kesehatan, dukungan psikososial, dan promosi kesehatan.
Ilustrasi investasi (IJIBI/Solopos/Istimewa)
Harianjogja.com,JOGJA- Kondisi perekonomian di DIY yang membaik nebaruj perhatian investor dalam dan luar negeri, termasuk Malaysia.
Wakil Ketua Kamar Dagang Indonesia (Kadin) DIY Wawan Harmawan mengatakan setidaknya terdapat satu rombongan pengusaha dari Malaysia yang akan menjajaki kerjasama investasi di DIY. Kesepuluh pengusaha yang akan mengunjungi DIY berasal dari perbagai sektor. Mulai bidang transportasi, konstruksi, energi terbarukan, logistic dan pelayaran hingga pariwisata.
"Kami mengundang investor yang benar-benar berpotensi dan serius berinvestasi di DIY. Selama ini, banyak investor yang hanya berkunjung tapi tidak menanamkan investasi di DIY," jelas Wawan saat dihubungi Senin (12/5/2014).
Adapunm delegasi pengusaha Malaysia tersebut akan didampingi Kepala Permodalan Nasional Behad Malaysia Tun Ahmad Sarji bin Abdul Hamied dan Ketua Kadin Indonesia Suryo Bambang Susilo. Kunjungan ini berlangsung selama 12 Mei-14 Mei 2014.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PMI DIY mengirim enam personel ke Kabupaten Manggarai, NTT, untuk memberikan layanan kesehatan, dukungan psikososial, dan promosi kesehatan.
Jalur pendakian Gunung Raung Banyuwangi ditutup sementara setelah kebakaran sekitar setengah hektare terjadi di kawasan puncak.
Kota Magelang memperkuat program DEKSI untuk menghadapi risiko kesehatan akibat perubahan iklim dengan melibatkan kelurahan dan masyarakat.
Sebanyak 14 SPPG di DIY disuspend, terdiri dari 3 terkait dugaan keracunan MBG dan 11 karena belum memiliki SLHS.
Prabowo meminta karhutla segera dipadamkan sekaligus memastikan masyarakat terlindungi dan orangutan Kalimantan yang terdampak diselamatkan.
APJAPI menilai perubahan aturan bagasi Garuda dari bobot ke jumlah koli berpotensi merugikan penumpang dan tidak sesuai regulasi.