HUT Kota Jogja ke-270, Maswil Rilis Lagu Kamu itu Jogja Istimewa, Begini Liriknya
HUT Kota Jogja ke-270, Maswil merilis lagu Kamu itu Jogja Istimewa sekaligus mengajak berbagi dan bernyanyi bersama anak-anak di panti.
Ilustrasi jaringan listrik (Dok/JIBI/Solopos)
Harianjogja.com, JOGJA- Kenaikan tarif dasar listrik (TDL) per 1 Juli mendatang, diperkirakan menambah beban operasional industri 5-15%. Diperkirakan situasi ini dapat mempengaruhi tarif kamar hotel di DIY.
"Kenaikan TDL tersebut, tentu saja menambah cost biaya operasional kalangan industri. Lihat saja, kami menggunakan listrik untuk mengaliri lampu dan AC yang tidak sedikit," ujar Komisaris PT. Garuda Mitra Sejati pengelola Jogja City Mall, GBPH Hadiwinoto kepada Harianjogja.com di JCM, Rabu (18/6/2014).
Menurut dia kebijakan menaikkan TDL tersebut akan menambah beban operasional kalangan industri setidaknya antara 5% hingga 10%. Namun, untuk pusat perbelanjaan seperti JCM beban yang ditanggung bisa di atas 15%.
"Tidak hanya mal, hotel-hotel di Jogja juga terbebani. Dan itu berdampak pada naiknya tarif kamar hotel-hotel," tukasnya.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY, Istijab Danunegoro mengatakan, kenaikan TDL per 1 Juli bagi perorangan atau instansi berdampak pada kenaikan tarif kamar hotel. Kenaikan diperkirakan terjadi antara 10% hingga 15%. Pasalnya, kenaikan TDL yang dibebankan pada pelaku industri tersebut sangat membebani pengelola hotel.
"Sekitar 70% operasional hotel membutuhkan tenaga listrik. Kalau TDL naik, tentu dampaknya terasa langsung. Namun kami tetap harus mengikuti ketentuan pemerintah itu," kata Istijab.
Selain menaikkan tarif sewa kamar hotel, pihaknya juga akan menerapkan efisiensi penggunaan listrik. Langkah tersebut dilakukan untuk menekan biaya operasional hotel sebagai dampak kenaikan TDL tersebut. Meski begitu, penghematan pemakaian listrik tersebut, lanjutnya, diharapkan tidak mengurangi kualitas layanan terhadap pelanggan.
"Efesiensi bisa dilakukan dengan mengurangi pemakaian AC dan pemanas air pada jam-jam tertentu. Ini bisa memangkas biaya operasional," kata Istijab.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
HUT Kota Jogja ke-270, Maswil merilis lagu Kamu itu Jogja Istimewa sekaligus mengajak berbagi dan bernyanyi bersama anak-anak di panti.
BMKG tidak mendeteksi hujan saat bongkahan es merusak rumah di Pandak, Bantul. Asal-usul fenomena tersebut masih perlu dianalisis lebih lanjut.
Nelayan Gunungkidul mulai menangkap gurita. Sekali melaut, hasil tangkapan bisa mencapai 15 kilogram dengan harga hingga Rp100.000 per kilogram.
PSIM Jogja menang 2-1 atas Borneo FC tanpa Ze Valente. Caretaker Guntur Cahyo Utomo menegaskan kekuatan tim terletak pada kolektivitas pemain.
Bahlil Lahadalia melarang ekspor SDA Indonesia transit di negara lain. Ia meminta pengiriman LNG dan mineral langsung ke negara tujuan.
Pieter Huistra kecewa setelah PSS Sleman kalah dari Garudayaksa FC. Dua gol mudah dan kartu merah Kevin Gomes menjadi sorotan.